Basri Aramico Ib
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS SISTEM PENYIMPANAN REKAM MEDIS RAWAT INAP DI RSUD CUT NYAK DHIEN KOTA MEULABOH Rahmah, Siti; Basri Aramico Ib; Hanifah Hasnur
Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna Vol 4 No 2 (2025): Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), Institut Teknologi Dan Kesehatan (ITK) Avicenna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69677/avicenna.v4i2.143

Abstract

Latar Belakang: sistem penyimpanan rekam medis rawat inap di rumah sakit merupakan komponen krusial dalam pengelolaan informasi kesehatan yang efektif dan efisien. Sistem penyimpanan rekam medis dapat melindungi data pasien dan memudahkan akses bagi tenaga kesehatan. Tujuan: untuk menganalisis unsur input (Man, Method, Material, Machine, Money), unsur proses berupa filling (Konvesional dan elektronik) dan unsur output berupa sistem penyimpanan rekam medis yang efisien dan efektif. Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskrptif kualitatif dengan metode case study, di mana subjek penelitian dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan dari enam informan, termasuk kepala ruangan rekam medis, dua staf di bagian koding dan pelaporan, serta tiga staf di bagian cek assembling untuk rawat inap dan rawat jalan. Hasil: menunjukkan bahwa meskipun sebagian besar rumah sakit telah beralih ke sistem elektronik, masih terdapat ketergantungan pada penyimpanan manual yang menyebabkan penumpukan dokumen dan kesulitan dalam pencarian berkas. Keterbatasan ruang penyimpanan, kurangnya sistem pelacakan yang efektif, dan pelatihan staf yang tidak memadai menjadi kendala utama dalam pengelolaan rekam medis. Kesimpulan: penelitian ini dapat memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pengembangan sistem penyimpanan rekam medis yang lebih baik di rumah sakit. Rekomendasi: bagi manajemen rumah sakit dalam merancang strategi pengelolaan rekam medis yang lebih efektif dan responsif terhadap kebutuhan pasien dan regulasi yang berlaku
Hubungan Sosio Demografi dengan Kejadian Stunting pada Balita di Puskesmas Perawatan Tanoh Alas Kabupaten Aceh Tenggara Siti Aminah; Basri Aramico Ib; Nopa Arlianti
JURNAL ILMIAH KESEHATAN MASYARAKAT DAN SOSIAL Vol. 4 No. 2 (2026): Mei : JURNAL ILMIAH KESEHATAN MASYARAKAT DAN SOSIAL
Publisher : CV. ALIM'SPUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59024/jikas.v4i2.1643

Abstract

Stunting is a major indicator of chronic nutritional problems that affect children’s growth and development. In Indonesia, stunting prevalence remains high and is a national public health concern. This study aimed to analyze the relationship between socio-demographic factors and stunting incidence among toddlers in the working area of the Tanoh Alas Health Center, Southeast Aceh Regency, in 2025. This study used an analytical quantitative design with a cross-sectional approach. The sample consisted of 93 mothers with children under five selected through simple random sampling. Data were collected using questionnaires and observation sheets from June 19 to July 3, 2025. Statistical analyses included Chi-Square and multiple logistic regression tests. The results showed that 33.3% of children were stunted, 34.4% had poor access to health services, and 68.8% lived in unhealthy housing conditions. Bivariate analysis indicated significant relationships between maternal age (p = 0.007), maternal education (p = 0.012), maternal occupation (p = 0.002), access to health services (p = 0.001), family income (p = 0.032), and healthy housing conditions (p = 0.007) with stunting incidence. Multivariate analysis revealed that access to health services was the strongest factor associated with stunting (p = 0.010; OR = 4.294; 95% CI: 1.411–13.06). Children with limited access to health services were 4.3 times more likely to experience stunting. The study recommends improving the accessibility and quality of maternal and child health services and strengthening multisectoral interventions and health education programs to prevent stunting.