p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Investasi Islam
Galuh Wahono, Ghowina
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

STRATEGI EXPOSUR DAN ENDORSEMENT DALAM DIGITAL MARKETING UNTUK MENINGKATKAN OMSET UMKM DI JAWA TIMUR Galuh Wahono, Ghowina; Dwi Handayani, Shinta; Martavia As Shafira, Nabila; Aulia Wahyu Ridho, Mohammad; Rahman, Fadali
Jurnal Investasi Islam Vol. 6 No. 1 (2025): Jurnal Investasi Islam
Publisher : LP2M Al-Khairat Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32806/jii.v6i1.1050

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan mengukur efektivitas strategi digital marketing berbasis exposur dan endorsement dalam meningkatkan omzet produk kuliner UMKM di Pamekasan, Jawa Timur. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif berbasis kajian literatur dengan strategi komparatif, melalui pengumpulan data sekunder dari berita, media sosial, dan dokumentasi studi kasus UMKM yang sukses menerapkan strategi digital. Teknik analisis data dilakukan secara deskriptif-komparatif untuk mengidentifikasi pola-pola strategi yang efektif dan relevan secara lokal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi exposur dan endorsement memberikan dampak signifikan terhadap visibilitas brand, pertumbuhan follower, tingkat keterlibatan audiens, serta konversi pembelian yang pada akhirnya meningkatkan omzet. Exposur melalui kanal digital seperti YouTube dan TikTok memungkinkan produk UMKM dikenal lebih luas, sementara endorsement oleh selebgram atau food vlogger menambah kepercayaan konsumen terhadap produk. Indikator efektivitas yang diamati mencakup jumlah view, peningkatan pesanan, engagement rate, serta return on marketing investment (ROMI), yang dalam beberapa kasus mencapai peningkatan omzet hingga 70% dalam kurun waktu tertentu. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan pentingnya optimalisasi strategi digital marketing dengan mempertimbangkan konteks lokal dan karakteristik audiens. Rekomendasi diberikan kepada pelaku UMKM untuk menggunakan pendekatan naratif yang kuat dan memilih figur endorsement yang sesuai, serta kepada pemerintah daerah untuk memberikan dukungan pelatihan dalam hal produksi konten digital dan pengukuran efektivitas promosi. Strategi ini berpotensi menjadi alat percepatan pertumbuhan (scale-up) UMKM yang inklusif dan berkelanjutan.
BEYOND INFRASTRUCTURE: LITERASI DAN SIKAP SANTRI DALAM IMPLEMENTASI TRANSAKSI DIGITAL DI PESANTREN Thabita Nursyamsi, Calista; Galuh Wahono, Ghowina; Yuliatin, Yuliatin; Martavia As Shafira, Nabila; Dwi Handayani, Shinta; Rahman, Fadali
Jurnal Investasi Islam Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Investasi Islam
Publisher : LP2M Al-Khairat Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32806/jii.v6i2.1420

Abstract

Transformasi digital dalam sektor keuangan mendorong berbagai lembaga pendidikan Islam, termasuk pesantren, untuk mengadopsi sistem transaksi digital guna meningkatkan efisiensi, transparansi, dan inklusi keuangan. Namun, keberhasilan implementasi transaksi digital di lingkungan pesantren tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan infrastruktur, tetapi juga oleh tingkat literasi keuangan digital dan sikap pengguna, khususnya santri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran literasi keuangan digital dan sikap santri dalam implementasi transaksi digital di Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata Pamekasan, sebuah pesantren berskala besar dengan jumlah santri sekitar 20.000 orang yang berada di wilayah pelosok. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi dan wawancara terhadap santri serta pengelola pesantren. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendahnya literasi transaksi keuangan digital menjadi faktor utama yang memengaruhi sikap kehati-hatian dan resistensi santri terhadap penggunaan sistem transaksi digital. Selain itu, keterbatasan akses internet dan ketidakstabilan jaringan listrik memperkuat persepsi risiko dan menghambat proses adopsi teknologi. Temuan ini menegaskan bahwa penguatan literasi keuangan digital dan pembentukan sikap positif santri merupakan prasyarat penting dalam membangun ekosistem transaksi digital di pesantren, bahkan sebelum infrastruktur sepenuhnya memadai. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan dalam pengembangan kebijakan digitalisasi keuangan berbasis pesantren yang inklusif dan berkelanjutan.