Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Latihan Kaki Intradialitik Exercise terhadap Pernapasan Pasien yang Melakukan Tindakan Hemodialisa Harita, Grasiana Dewi Widyastuti; Telaumbanua, Fitri Damai Yanti; Ramadhani, Fanny Rizka; Erlina, Dian; Nababan, Tiarnida
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 7 No 2 (2025): April 2025, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v7i2.6300

Abstract

Hemodialisis (HD) merupakan pengobatan terpenting bagi pasien dengan penyakit ginjal stadium akhir. Hemodialisa dapat menyebabkan komplikasi salah satunya yaitu pada pernapasan pasien. Salah satu manajemen dengan memberikan latihan kaki Intradialitik exercise. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh latihan kaki Intradialitik exercise terhadap pernapasan pasien setelah melakukan tindakan hemodialisa. Metode penelitian menggunakan desain quasi expriment one group pretest-posttest. Populasi dalam penelitian ini seluruh responden yang sedang hemodialisa dengan jumlah 80 orang dan teknik pengambilan sampel sampling jenuh sebanyak 80 orang. Metode pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner dan analisa bivariat menggunakan chi-square. Hasil penelitian didapatkan mayoritas berusia 66-75 tahun, berjenis kelamin laki-laki, beragama Islam dan berpendidikan SMA. Pernapasan pasien sebelum dilakukan intervensi mandiri keperawatan mayoritas pasien mengalami Takipnea dan setelah dilakukan Intradialitik exercise pernapasan pasien menjadi normal serta Latihan kaki intradialiti Exercise mayoritas dilakukan seluruhnya sesuai dengan SOP kepada pasien dengan kategori baik. Berdasarkan hasil analisa data didapatkan hasil sig.(2-tailed) 0,00. Hal ini membuktikan bahwa adanya pengaruh latihan kaki intradialiti exercise terhadap pernapasan pasien yang menjalani hemodialisa.
Implementasi Asuhan Keperawatan pada Pasien dengan Kadar Glukosa Darah Tidak Stabil pada Diabetes Melitus Tipe 2 Sary, Anggraini Maulidiya; Manullang, Kezia; Ramadhani, Fanny Rizka; Tambunan, Heryn Tywa Novelin; Maisari, Maisari; Nurhayati, Evalatifah
Journal of Contemporary Gender and Child Studies Vol 5 No 2 (2026): August: Women and Children Welfare in Indonesian Context (IN PRESS)
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/jcgcs.v5i2.624

Abstract

Diabetes Melitus tipe 2 merupakan penyakit metabolik kronis yang ditandai dengan hiperglikemia akibat gangguan sekresi insulin, resistensi insulin, atau keduanya. Ketidakstabilan kadar glukosa darah dapat menyebabkan komplikasi akut maupun kronis sehingga diperlukan asuhan keperawatan yang komprehensif. Karya ilmiah akhir ini bertujuan menggambarkan implementasi asuhan keperawatan pada pasien dengan kadar glukosa darah tidak stabil pada Diabetes Melitus tipe 2. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan meliputi pengkajian, diagnosis keperawatan, intervensi, implementasi, dan evaluasi. Subjek penelitian adalah pasien perempuan berusia 47 tahun dengan diagnosis medis Diabetes Melitus tipe 2 yang dirawat di ruang rawat inap rumah sakit pada 20–24 Maret 2026. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan laboratorium. Hasil pengkajian menunjukkan pasien mengalami lemas, mual, edema pada kedua kaki, kadar gula darah acak 620 mg/dL, GDP 476 mg/dL, GD2PP 683 mg/dL, dan HbA1c 10,2%. Diagnosis keperawatan utama yaitu ketidakstabilan kadar glukosa darah berhubungan dengan resistensi insulin, perfusi perifer tidak efektif berhubungan dengan hiperglikemia, dan nausea berhubungan dengan rasa makanan yang tidak enak. Intervensi yang diberikan meliputi monitoring kadar glukosa darah dan tanda vital, manajemen hiperglikemia, pemberian cairan dan terapi insulin kolaboratif, edukasi diabetes, serta perawatan sirkulasi perifer. Setelah tindakan keperawatan selama 3×24 jam, kondisi pasien membaik ditandai dengan penurunan kadar glukosa darah, berkurangnya edema, akral lebih hangat, dan mual menurun. Asuhan keperawatan yang tepat dan komprehensif terbukti membantu menstabilkan kadar glukosa darah serta meningkatkan kondisi klinis pasien.