Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peran Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dalam Penanggulangan Pasca Bencana Banjir di Desa Dampal Kecamatan Sirenja Kabupaten Donggala: The Role of the Regional Disaster Management Agency (BPBD) in Post-Flood Disaster Management in Dampal Village, Sirenja District, Donggala Regency Yunus; Irnayanti
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 5: Mei 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i5.7524

Abstract

Pendahuluan : Banjir merupakan salah satu bencana alam yang paling sering terjadi di Indonesia, termasuk di wilayah pedesaan yang memiliki sistem drainase kurang memadai. Desa Dampal, Kecamatan Sirenja, Kabupaten Donggala, menjadi salah satu wilayah terdampak banjir bandang pada tahun 2024 yang mengakibatkan kerusakan infrastruktur, pemukiman, serta terganggunya aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat. Dalam kondisi pasca bencana, peran Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) sangat penting untuk memulihkan kondisi masyarakat melalui proses rehabilitasi dan rekonstruksi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui sejauh mana BPBD Kabupaten Donggala menjalankan fungsinya dalam penanggulangan pasca bencana di Desa Dampal. Metode : Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe deskriptif untuk memperoleh gambaran mendalam mengenai peran BPBD dalam penanggulangan pasca bencana banjir. Data dikumpulkan melalui teknik observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap lima orang informan yang terdiri dari unsur pemerintah desa, BPBD, dan tokoh masyarakat. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana yang meliputi tahap pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasi : Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran BPBD Kabupaten Donggala dalam penanggulangan pasca bencana banjir di Desa Dampal belum berjalan secara maksimal. Meskipun BPBD telah melakukan penyaluran bantuan logistik pada tahap tanggap darurat, namun upaya rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana belum sepenuhnya dilaksanakan sesuai tugas dan fungsinya. Hambatan utama yang dihadapi meliputi keterbatasan anggaran, kurangnya sumber daya manusia, serta lemahnya koordinasi antar lembaga terkait, sehingga proses pemulihan bagi masyarakat terdampak berjalan lambat dan belum merata.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kunjungan K4 di Puskesmas Tumbang Miri Irnayanti; Yuliana, Fitri; Noval; Yunita, Laurensia
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 2 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Ibu hamil yang tidak periksa dengan teratur akan terjadi komplikasi lanjut yang bisa mengakibatkan kematian ibu serta bayi. Angka capaian kunjungan kehamilan (K4) di Puskesmas Tumbang Miri dalam 3 tahun terakhir menunjukkan angka yang fluktuatif. Pada tahun 2022 terjadi penurunan dari tahun sebelumnya, yaitu 54,4%. Angka capaian ini masih jauh dari angka yang ditargetkan, yaitu 85% kunjungan kehamilan (K4). Tujuan: Menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kunjungan K4 di Puskesmas Tumbang Miri. Metode: Jenis penelitian ini adalah Observasional Analitik dengan rancangan cross sectional. Sampel pada penelitian ini adalah ibu hamil trimester III yang tercatat di Puskesmas Tumbang Miri hingga Bulan Mei 2023, sejumlah 30 orang. Data penelitian dikumpulkan menggunakan kuesioner kemudian dianalisis menggunakan uji chi square. Hasil: Mayoritas responden memiliki pengetahuan yang kurang sebanyak 13 orang (43,3%), tidak mendapat dukungan dari suami dalam melakukan kunjungan kehamilan sebanyak 22 orang (73,3%), memiliki jarak rumah yang jauh menuju pelayanan kesehatan yaitu sebanyak 24 orang (80%) dan tidak teratur dalam melakukan kunjungan kehamilan yaitu sebanyak 19 orang (63,3%). Terdapat pengaruh pengetahuan (0,001), dukungan suami (0,028) dan jarak rumah ke pelayanan kesehatan (0,016) terhadap kunjungan K4 di Puskesmas Tumbang Miri. Simpulan: Faktor-faktor yang mempengaruhi kunjungan K4 di Puskesmas Tumbang Miri adalah pengetahuan, dukungan suami dan jarak rumah ke pelayanan kesehatan.