Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemberdayaan Kader Posyandu Dalam Stimulasi, Deteksi Dan Intervensi Tumbuh Kembang (Sdidtk) Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Toaya Kabupaten Donggala: Empowerment of Posyandu Cadres in Stimulation, Detection and Intervention of Growth and Development (Sdidtk) in Toddlers in the Working Area of ??Toaya Health Center, Donggala Regency Andi Fatmawati Syamsu; Hastuti Usman; Fajrillah Kolomboy; Rizkaningsih
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 6: Juni 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i6.7912

Abstract

Pemerintah mempunyai tanggung jawab untuk menjamin setiap warga Negara termasuk anak untuk memperoleh pelayanan kesehatan dasar yang tertuang dalam no 2 tahun 2018 tentang Standar Pelayanan Minimal dan Peraturan Menteri Kesehatan nomor 4 tahun 2019 tentang Standar Teknis Pemenuhan Mutu Pelayanan Dasar pada Standar Pelayanan Minimal BidangKesehatan. Pelayanan Kesehatan Balita di dalamnya meliputi pemantauan pertumbuhan dan perkembangan, pemberian imunisasi dasar dan lanjutan. Kesehatan anak merupakan salah satu aspek atau bagian dari kesehatan masyarakat yang di dalamnya termasuk tumbuh kembang anak balita dan keterampilan dalam melakukan deteksi secara dini adanya disfungsional tumbuh kembang anak balita. Bayi di bawah lima tahun atau Balita dianggap sebagai usia yang rentan dan kritis. Hal ini terjadi akibat dalam pemenuhan kebutuhan gizi dan stimulasi kurang baik akan berdampak ke fisik dan mental anak. Pertumbuhan dan perkembangan yang terjadi pada anak balita akan memiliki pengaruh yang besar pada kualitas anak tersebut saat dewasa. Kader Posyandu adalah anggota masayarakat yang dipilih untuk membantu pelayanan di Posyandu yang berada di dalam desa Toaya, Palu. Para kader ini adalah potensi terbesar sebagai kelompok yang tanggap terhadap skrining masalah tumbuh kembang anak. Untuk dapat menjadi kelompok yang tanggap terhadap kesehatan dan tumbuh kembang anak, para kader perlu diberikan pengetahuan dan keterampilan dalam menjalankan tugasnya. Sasaran dari pengabdian masyarakat ini adalah anggota Kader Posyandu Desa Toaya Palu, yang berjumlah 170 orang. Kegiatan yang akan dilakukan yaitu pemberian edukasi dan pelatihan Stimulasi, Deteksi dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang (SDIDTK) Pada Balita. Luaran yang akan dicapai dalam kegaiatan pengabdian pada masyarakat ini antara lain: publikasi hasil kegiatan berupa Modul dan Video yang di HAKI kan, publikasi pada jurnal terkareditasi.
Gertak Jantung (Gerakan Serentak Jaga Jantung): Edukasi Asuhan Holistik Untuk Ibu Hamil Daerah Binaan Di Kelurahan Lambara Kecamatan Tawaeli Kota Palu: Gertak Jantung (Simultaneous Movement to Guard the Heart): Holistic Care Education for Pregnant Women in the Assisted Area in Lambara Village, Tawaeli District, Palu City Hadriani; Hastuti Usman; Nurfatimah; Yuli Admasari; Zakiah Radjulaeni; Yulianur; Ayu Tantri T. Sinau; Najwa Fevandra Kirana; Fani
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 9 No. 4: April 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i4.11093

Abstract

Program pengabdian masyarakat GERTAK JANTUNG (Gerakan Serentak Jaga Jantung) dilaksanakan di Kelurahan Lambara, Kecamatan Tawaeli, Kota Palu, dengan tujuan meningkatkan pengetahuan dan deteksi dini risiko kardiovaskular pada ibu hamil melalui pendekatan asuhan holistik berbasis komunitas. Kegiatan meliputi edukasi kesehatan, pelatihan kader, serta skrining tekanan darah dan anemia pada ibu hamil. Metode yang digunakan adalah one-group pretest–posttest untuk menilai peningkatan pengetahuan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan pada seluruh indikator. Pengetahuan tentang perubahan fisiologis jantung meningkat dari 20% menjadi 93,3%, tanda bahaya gangguan jantung dari 13,3% menjadi 93,3%, serta beberapa indikator lain seperti anemia, tekanan darah normal, dan tujuan pemeriksaan kehamilan mencapai 100% pada post-test. Selain itu, kader kesehatan menunjukkan peningkatan kompetensi dalam melakukan skrining dan edukasi kepada masyarakat. Kegiatan skrining berhasil mengidentifikasi ibu hamil dengan faktor risiko, sehingga dapat dilakukan tindak lanjut berupa edukasi lanjutan maupun rujukan. Program ini juga meningkatkan keterlibatan keluarga dalam mendukung kesehatan ibu hamil. Secara keseluruhan, program GERTAK JANTUNG terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan deteksi dini risiko kardiovaskular pada ibu hamil, serta berpotensi menjadi model intervensi promotif dan preventif berbasis komunitas yang berkelanjutan.