Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analysis of Generation Z's Reception of Father's Role in Parenting on Instagram @babeheji Nafi'ah, Salsabila; Tutiasri, Ririn Puspita
Hulondalo Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Ilmu Komunikasi Vol 4 No 2 (2025): Juli - Desember 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Poliitik Universitas Ichsan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59713/jipik.v4i2.1320

Abstract

Fatherless adalah kondisi ketika seorang ayah tidak hadir dalam kehidupan seorang anak. Fenomena ini sedang ramai dibahas di media sosial, sehingga meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya peran ayah. Salah satu konten kreator parenting dengan perspektif ayah adalah Babehnya Seiji (@babeheji). Akun Instagram ini menampilkan kesehariannya sebagai ayah yang aktif dalam pengasuhan anak, menarik perhatian banyak masyarakat sekaligus memicu pro-kontra. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerimaan Generasi Z terhadap peran ayah dalam parenting melalui konten akun @babeheji, serta bagaimana mereka menafsirkan dan memaknai konten tersebut dalam konteks nilai-nilai pengasuhan keluarga. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode analisis resepsi Stuart Hall. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi, kemudian dianalisis menggunakan model analisis interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas informan menerima konsep peran ayah dalam pengasuhan, meskipun ada yang masih tergolong dalam posisi negosiasi akibat keterbatasan waktu ayah bersama anak. Babeh Eji menjadi inspirasi parenting modern bagi Generasi Z, mengubah peran ayah dari sekadar pencari nafkah menjadi aktif dalam pengasuhan anak.  Fatherless is a condition when a father is not present in a child's life. This phenomenon is being widely discussed on social media, increasing public awareness of the importance of fathers. One parenting content creator with a father's perspective is Babehnya Seiji (@babeheji). This Instagram account displays his daily life as a father who is active in childcare, attracting the attention of many people while triggering pros and cons. This study aims to determine Generation Z's acceptance of the role of fathers in parenting through the content of the @babeheji account, as well as how they interpret and interpret the content in the context of family parenting values. This research uses a descriptive qualitative approach with Stuart Hall's reception analysis method. Data were collected through in-depth interviews and observations, then analyzed using the Miles and Huberman interactive analysis model. The results showed that the majority of informants accepted the concept of the father's role in parenting, although some were still in a negotiation position due to the limited time of the father with the child. Babeh Eji is an inspiration for modern parenting for Generation Z, changing the role of fathers from mere breadwinners to being active in childcare.
PENERIMAAN AUDIENS TERHADAP LIBURAN MEWAH MICRO- CELEBRITIES DI TIKTOK Putro N., Bimo; Nafi'ah, Salsabila; Tiara Malika, Lavinia; Saraswati, Putri; Nur K., Kurnia
VOXPOP Vol. 5 No. 2 (2023): VOXPOP
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

TikTok merupakan platform yang memiliki banyak fitur dan populer digunakanoleh masyarakat hampir di seluruh dunia. Kepopuleran TikTok ini, akhirnya muncul banyak sekali micro-celebrity. Micro-celebrity sendiri yaitu status selebriti yang diperoleh dari penampilan dan pengakuan di media sosial. Konten-konten yang dihasilkan oleh micro- celebrities ini ada berbagai macam. Seperti konten kuliner, gaya hidup, hiburan, dan juga wisata. Konten liburan baru-baru ini mulai banyak dibuat, apalagi setelah pandemi telah selesai. Banyak pula micro-celebrities yang membuat konten liburan mewah denganmemperlihatkan pengeluaran mereka yang hingga jutaan saat berlibur ke luarnegeri. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui penerimaan audiens terhadap konten liburan mewah micro-celebrities di media sosial TikTok. Hal inimenarik minat peneliti untuk mengetahui bagaimana mahasiswa memaknaipesan yang ada dalam konten tersebut. Penelitian ini dilakukan menggunakanMetode Kualitatif Deskriptif melalui pendekatan analisis resepsi denganjumlah informan penelitian sebanyak 5 orang. Teknik pengumpulan data adalahwawancara dan observasi. Teori yang digunakan untuk penelitian ini yaitu TeoriEncoding-Decoding yang dikembangkan oleh Stuart Hall. Berdasarkan hasilpenelitian, didapatkan bahwa remaja akhir di Surabaya dengan berbeda latarbelakang dapat dibedakan dalam tiga kategori. Kategori pertama DominantHegemonic Position, yaitu mereka menyetujui konten liburan mewah milikmicro-celebrities memiliki dampak di kehidupan mereka. Kategori keduaadalah Negotiated Code Position yang mana mereka menyetujui tertarik padakonten liburan mewah milik micro-celebrities, namun tidak adanya dampak dikehidupan mereka. Kategori ketiga merupakan Oppositional Code dimanainforman menolak penerimaan pesan dari konten liburan mewah milikmicrocelebrities.