Pada era digital saat ini, media massa berperan dalam membentuk opini publik dan budaya masyarakat. Moji TV sebagai televisi yang berfokus pada audiens muda menghadapi tantangan dalam menghadirkan konten yang menarik sekaligus mendidik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi spasialisasi Moji TV dalam menarik audiens muda serta mengevaluasi dampak dominasi konten hiburan dan keberadaan iklan rokok yang berujung pada teguran KPI. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis konten dengan pendekatan Teori Ekonomi Politik Media oleh Vincent Mosco. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dominasi konten hiburan dan iklan yang tidak sesuai dengan regulasi telah menyebabkan Moji TV mendapat teguran dari KPI. Oleh karena itu, Moji TV perlu meningkatkan keseimbangan antara hiburan dan edukasi serta memperketat kebijakan penyiaran iklan. Pada era digital, media massa memainkan peran penting dalam membentuk opini publik dan budaya masyarakat. Moji TV, sebagai stasiun televisi yang menargetkan audiens muda, menghadapi tantangan dalam menghadirkan konten yang tidak hanya menarik tetapi juga edukatif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi spasialisasi yang diterapkan Moji TV dalam menarik minat audiens muda serta mengevaluasi dampak dominasi konten hiburan dan keberadaan iklan rokok terhadap kualitas siaran. Metode yang digunakan adalah analisis konten dengan pendekatan Teori Ekonomi Politik Media oleh Vincent Mosco, khususnya dalam aspek spasialisasi dan komodifikasi media. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dominasi program hiburan dan penayangan iklan yang tidak sesuai regulasi telah menyebabkan Moji TV menerima teguran dari Komisi Penyiaran Indonesia (KPI). Temuan ini mengindikasikan perlunya perbaikan strategi konten dengan menyeimbangkan aspek hiburan dan edukasi serta memperkuat kebijakan internal terkait penyiaran iklan. Penelitian ini merekomendasikan penyesuaian konten agar sesuai dengan kebutuhan audiens muda dan regulasi penyiaran yang berlaku. In the digital era, mass media plays a crucial role in shaping public opinion and societal culture. Moji TV, a television station targeting young audiences, faces challenges in delivering content that is both engaging and educational. This study aims to analyze the spatialization strategy adopted by Moji TV to attract young viewers and to evaluate the impact of entertainment content dominance and cigarette advertisements on broadcast quality. The research employed content analysis using Vincent Mosco’s Political Economy of Media Theory, focusing on the concepts of spatialization and commodification. The findings reveal that excessive entertainment content and non-compliant advertising practices led to formal warnings issued by the Indonesian Broadcasting Commission (KPI). These results highlight the need for a more balanced content strategy that aligns entertainment with educational value while reinforcing internal policies for advertising compliance. The study recommends content adjustments to meet the expectations of young viewers and adhere to national broadcasting regulations.