Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Konstruksi Standarisasi Kecantikan Perempuan dalam Pemberitaan di Rubrik Figur pada Media Online Joglojateng.com Mahfud, Athok
Hulondalo Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Ilmu Komunikasi Vol 4 No 1 (2025): Januari - Juni 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Poliitik Universitas Ichsan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59713/jipik.v4i1.1176

Abstract

This research was motivated by the increasing number of reports highlighting aspects of the visual beauty and physical appearance of women, one of which was in the online media Joglojateng.com through the Figure column. Joglojateng.com is an online news portal from the Joglo Jateng Daily which is distributed in Central Java and DI Yogyakarta. The Figures column in this media presents news about inspirational and accomplished female figures who have news value. Even so, this media has a tendency to emphasize aspects of women's beauty and physical appearance which ultimately forms certain standards. By using Norman Fairclough's critical discourse analysis method, this research seeks to uncover the construction of standardization of women's beauty and the ideology behind the texts that underlie the news in the media. Three news stories were analyzed from textual dimensions, discourse practices and social praxis. The research results show that there is standardization and objectification which positions women as passive objects and reduces women's complexity to only physical appearance. This condition ignores other aspects of women, such as intelligence, skills and other potential. This emphasizes gender inequality and makes women increasingly discriminated against in social life. From this research it can be concluded that gender structuring has occurred in media capitalism and a patriarchal system that oppresses women. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh maraknya pemberitaan yang menonjolkan aspek kecantikan visual dan penampilan fisik kaum perempuan, salah satunya di media online Joglojateng.com melalui rubrik Figur. Joglojateng.com ialah portal berita online dari Harian Joglo Jateng yang terdistribusi di Jawa Tengah dan DI Yogyakarta. Rubrik Figur pada media ini menyajikan pemberitaan tentang sosok perempuan inspiratif dan berprestasi yang memiliki news value. Meski begitu, media Joglojateng.com memiliki kecenderungan untuk menonjolkan aspek kecantikan dan penampilan fisik perempuan yang akhirnya membentuk standar tertentu. Dengan menggunakan metode analisis wacana kritis model Norman Fairclough, penelitian ini berusaha mengungkap konstruksi standarisasi kecantikan perempuan dan ideologi di balik teks yang melatarbelakangi pemberitaan di media tersebut. Tiga berita dianalisis dari dimensi tekstual, praktik wacana, dan praksis sosial. Hasil penelitian ini menunjukkan terjadinya standarisasi yang memposisikan perempuan sebagai objek pasif serta mereduksi kompleksitas perempuan hanya terbatas pada tampilan fisik semata. Aspek lain dalam diri perempuan seperti halnya kecerdasan, keterampilan, dan potensi lainnya bukan poin utama. Hal ini mempertegas ketimpangan gender dan membuat kaum perempuan semakin terdiskriminasi dalam kehidupan sosial. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa strukturisasi gender telah bekerja dalam kapitalisme media dan sistem patriarki yang menindas kaum perempuan.
Moji TV's Strategy to Attract Young Audiences Through Content Diversification in the Digital Era in Indonesia Madani, Anisa Ratna; Mahfud, Athok; Sulistyani, Hapsari D.
Hulondalo Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Ilmu Komunikasi Vol 4 No 2 (2025): Juli - Desember 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Poliitik Universitas Ichsan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59713/jipik.v4i2.1346

Abstract

Pada era digital saat ini, media massa berperan dalam membentuk opini publik dan budaya masyarakat. Moji TV sebagai televisi yang berfokus pada audiens muda menghadapi tantangan dalam menghadirkan konten yang menarik sekaligus mendidik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi spasialisasi Moji TV dalam menarik audiens muda serta mengevaluasi dampak dominasi konten hiburan dan keberadaan iklan rokok yang berujung pada teguran KPI. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis konten dengan pendekatan Teori Ekonomi Politik Media oleh Vincent Mosco. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dominasi konten hiburan dan iklan yang tidak sesuai dengan regulasi telah menyebabkan Moji TV mendapat teguran dari KPI. Oleh karena itu, Moji TV perlu meningkatkan keseimbangan antara hiburan dan edukasi serta memperketat kebijakan penyiaran iklan. Pada era digital, media massa memainkan peran penting dalam membentuk opini publik dan budaya masyarakat. Moji TV, sebagai stasiun televisi yang menargetkan audiens muda, menghadapi tantangan dalam menghadirkan konten yang tidak hanya menarik tetapi juga edukatif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi spasialisasi yang diterapkan Moji TV dalam menarik minat audiens muda serta mengevaluasi dampak dominasi konten hiburan dan keberadaan iklan rokok terhadap kualitas siaran. Metode yang digunakan adalah analisis konten dengan pendekatan Teori Ekonomi Politik Media oleh Vincent Mosco, khususnya dalam aspek spasialisasi dan komodifikasi media. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dominasi program hiburan dan penayangan iklan yang tidak sesuai regulasi telah menyebabkan Moji TV menerima teguran dari Komisi Penyiaran Indonesia (KPI). Temuan ini mengindikasikan perlunya perbaikan strategi konten dengan menyeimbangkan aspek hiburan dan edukasi serta memperkuat kebijakan internal terkait penyiaran iklan. Penelitian ini merekomendasikan penyesuaian konten agar sesuai dengan kebutuhan audiens muda dan regulasi penyiaran yang berlaku. In the digital era, mass media plays a crucial role in shaping public opinion and societal culture. Moji TV, a television station targeting young audiences, faces challenges in delivering content that is both engaging and educational. This study aims to analyze the spatialization strategy adopted by Moji TV to attract young viewers and to evaluate the impact of entertainment content dominance and cigarette advertisements on broadcast quality. The research employed content analysis using Vincent Mosco’s Political Economy of Media Theory, focusing on the concepts of spatialization and commodification. The findings reveal that excessive entertainment content and non-compliant advertising practices led to formal warnings issued by the Indonesian Broadcasting Commission (KPI). These results highlight the need for a more balanced content strategy that aligns entertainment with educational value while reinforcing internal policies for advertising compliance. The study recommends content adjustments to meet the expectations of young viewers and adhere to national broadcasting regulations.