Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Evaluasi Rekam Medis Elektronik dengan HOT-Fit untuk Peningkatan Mutu Pelayanan di RS DKT dr. Soetarto Urbanantika, Regita
Jurnal Sistem Informasi Kesehatan Masyarakat Vol 9, No 3 (2024)
Publisher : Divisi SIMKES, HPM, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jisph.97306

Abstract

Latar Belakang: Perkembangan teknologi mendorong digitalisasi layanan kesehatan, termasuk implementasi Rekam Medis Elektronik (RME). Namun, berbagai tantangan masih ditemukan, seperti resistensi pengguna, gangguan jaringan, keterbatasan pelatihan, dan sistem yang belum optimal. Di RS DKT dr. Soetarto Yogyakarta, kendala seperti pemadaman listrik, lambatnya sistem saat mencetak SEP, serta kesulitan dalam pelaporan menjadi hambatan. Meski pengembangan sistem terus dilakukan, belum pernah dilakukan evaluasi menyeluruh. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi implementasi RME menggunakan model HOT-Fit sebagai upaya peningkatan mutu pelayanan dan kesiapan menuju kematangan digital selanjutnya. Evaluasi ini juga meninjau konsekuensi adopsi inovasi, seperti ketergantungan sistem, kelelahan penggunaan, perubahan komunikasi, dan replikasi data medis.Metode: Penelitian ini menggunakan desain mixed method deskriptif melalui tahapan sequential explanatory. Pada tahap pertama, pengambilan data secara kuantitatif menggunakan kuesioner HOT-Fit terhadap seluruh pengguna rekam medis dari bagian pendaftaran hingga penjaminan dan pengadaan barang di Rumah Sakit. Kemudian dilakukan pengambilan data secara kualitatif dengan wawancara mendalam dan observasi terhadap empat dimensi, diantaranya Human (manusia), Organization (organisasi), Technology (teknologi) dan Net-Benefit (manfaat).Hasil: Berdasarkan hasil pengujian hipotesis, dari ketiga komponen HOT-Fit, Technology dengan nilai T-Statistik > T-Tabel (1.96) memberikan pengaruh terhadap Net-Benefit. Selain kebermanfaatan, ditinjau pula konsekuensi adopsi inovasi seperti, ketergantungan terhadap sistem, kelelahan terhadap sistem dalam penggunaan maupun pengembangan, perubahan komunikasi, dan replikasi catatan riwayat kesehatan.Kesimpulan: Seluruh variabel dalam komponen Technology memiliki pengaruh terhadap Net-Benefit pada Rekam Medis Elektronik di RS DKT dr. Soetarto Yogyakarta. Sebaliknya, pada hasil pengujian hipotesis, komponen Human dan Organization nilai T-Statistik kurang dari T-Tabel sehingga tidak menunjukkan pengaruh terhadap Net-Benefit. Selain kebermanfaatan, ditinjau pula konsekuensi adopsi inovasi seperti, ketergantungan terhadap sistem, kelelahan terhadap sistem dalam penggunaan maupun pengembangan, perubahan komunikasi, dan replikasi catatan riwayat kesehatan.Kata Kunci: Evaluasi, HOT-Fit, Mutu Pelayanan, Rekam Medis Elektronik, Rumah Sakit
STUDI DESKRIPTIF KUANTITATIF KEPUASAN PASIEN DI UNIT PENDAFTARAN BERDASARKAN ASPEK SERVQUAL DI PUSKESMAS DEPOK I Setiyawan, Hery; Urbanantika, Regita; Saputriani, Rian Anggri
HEALTHY : Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/healthy.v5i2.9581

Abstract

The outpatient registration sector plays a strategic role as the primary gateway to healthcare services at the primary healthcare level. Based on preliminary observations of digital reviews (Google Maps) at Puskesmas Depok I, issues were identified regarding low staff hospitality and inefficiencies in waiting durations. These problems indicate a quality deficit that directly impacts the perception of service user satisfaction. To mitigate these issues, this study applies the Service Quality (SERVQUAL) model as an evaluative instrument, encompassing the dimensions of tangibles, reliability, responsiveness, assurance, and empathy. The primary objective of this study is to explore the service profile and measure the degree of patient satisfaction as a parameter for formulating quality improvement policies. This study employs a descriptive quantitative design with a cross-sectional approach. The research sample consists of 100 outpatient subjects selected through a probability sampling technique using the Slovin formula. Data collection was conducted via a structured questionnaire adopting the SERVQUAL framework to ensure the validity of the service quality measurement. Data analysis reveals that the reliability dimension provides the highest satisfaction contribution at 72.9%. This is followed by the empathy dimension at 71.3%, assurance at 71.15%, and responsiveness at 70%. Conversely, the tangible dimension recorded the lowest satisfaction level at 63.65%. In general, the quality of registration services is at an adequate level; however, there is an urgent need to revitalize physical facilities and supporting infrastructure to minimize the gap between patient expectations and service reality. ABSTRAK Sektor pendaftaran rawat jalan memegang peranan strategis sebagai pintu utama pelayanan kesehatan di level fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP). Berdasarkan observasi awal pada ulasan digital (Google Maps) di Puskesmas Depok I, teridentifikasi isu terkait rendahnya hospitalitas petugas serta inefisiensi durasi tunggu. Problematika tersebut mengindikasikan adanya defisit kualitas yang berimplikasi langsung terhadap persepsi kepuasan pengguna layanan. Guna memitigasi hal tersebut, penelitian ini menerapkan model Service Quality (SERVQUAL) sebagai instrumen evaluasi yang mencakup dimensi tangible, reliability, responsiveness, assurance, dan empathy. Tujuan utama kajian ini adalah mengeksplorasi profil layanan serta mengukur derajat kepuasan pasien sebagai parameter dalam formulasi kebijakan perbaikan mutu pelayanan. Studi ini menggunakan desain kuantitatif deskriptif dengan metode cross-sectional. Sampel penelitian terdiri dari 100 pasien rawat jalan yang dipilih menggunakan teknik probability sampling melalui perhitungan rumus Slovin. Instrumen pengumpulan data berupa kuesioner terstruktur yang mengadopsi kerangka kerja SERVQUAL untuk menjamin validitas pengukuran kualitas jasa. Analisis data mengungkapkan bahwa dimensi reliability memberikan kontribusi kepuasan tertinggi sebesar 72,9%. Selanjutnya, dimensi empathy mencatatkan angka 71,3%, diikuti oleh assurance (71,15%) dan responsiveness (70%). Sebaliknya, dimensi tangible menjadi indikator dengan capaian kepuasan paling rendah, yakni 63,65%. Secara umum, kualitas pelayanan pendaftaran berada pada taraf yang memadai, namun terdapat urgensi untuk melakukan revitalisasi pada aspek sarana fisik dan infrastruktur penunjang guna meminimalisir gap antara harapan pasien dan realitas layanan.