Restu Yuliastri, Tita
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

SINERGI MASYARAKAT DAN TENAGA KESEHATAN DALAM VAKSINASI JAPANESE ENCHEPHALITIS (JE) DI WILAYAH PUSKESMAS NGAGLIK II Tri Susilani, Amalina; Ratnaningsih, Dwi; Restu Yuliastri, Tita
Jurnal Pengabdian Masyarakat Permata Indonesia Vol 8 No 1 (2025): Volume 8, Nomor 1 , April 2025
Publisher : Permata Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59737/jpmpi.v8i1.337

Abstract

Japanese Encephalitis (JE) is a viral infectious disease that can attack the central nervous system and cause serious complications, especially in children. As part of efforts to prevent infectious diseases, the Ngaglik Health Center together with the D III Midwifery Study Program of the Permata Indonesia Health Polytechnic Yogyakarta and the community carried out JE vaccination activities. This community service aims to support the success of vaccination through a collaborative approach between health workers, cadres, and community leaders. Activities are carried out through socialization, education, technical assistance, and monitoring of vaccination implementation. The results showed high community participation, increased knowledge of cadres, and vaccination coverage that exceeded the target. This synergy is an effective model in strengthening immunization efforts in the health center's work area
SINERGI MASYARAKAT DAN TENAGA KESEHATAN DALAM VAKSINASI JAPANESE ENCHEPHALITIS (JE) DI WILAYAH PUSKESMAS NGAGLIK II Tri Susilani, Amalina; Ratnaningsih, Dwi; Restu Yuliastri, Tita
Jurnal Pengabdian Masyarakat Permata Indonesia Vol 8 No 1 (2025): Volume 8, Nomor 1 , April 2025
Publisher : Permata Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59737/jpmpi.v8i1.337

Abstract

Japanese Encephalitis (JE) merupakan penyakit infeksi virus yang dapat menyerang sistem saraf pusat dan menyebabkan komplikasi serius, terutama pada anak-anak. Sebagai bagian dari upaya pencegahan penyakit menular, Puskesmas Ngaglik Bersama Prodi D III Kebidanan poltekkes permata Indonesia Yogyakarta dan masyarakat melaksanakan kegiatan vaksinasi JE. Pengabdian ini bertujuan untuk mendukung keberhasilan pelaksanaan vaksinasi melalui pendekatan kolaboratif antara tenaga kesehatan, kader, dan tokoh masyarakat. Kegiatan dilakukan melalui sosialisasi, edukasi, pendampingan teknis, serta pemantauan pelaksanaan vaksinasi. Hasil menunjukkan partisipasi masyarakat yang tinggi, peningkatan pengetahuan kader, dan cakupan vaksinasi yang melampaui target. Sinergi ini menjadi model efektif dalam memperkuat upaya imunisasi di wilayah kerja puskesmas.
Gerakan Ibu Hamil Ceria (GICA): Program Edukasi dan Monitoring Kehamilan Terpadu di Wilayah Sambisari, Sengkan, dan Joho, Condongcatur Ratnaningsih, Dwi; Tri Susilani, Amalina; Restu Yuliastri, Tita; Khasanah, Nur
Jurnal Pengabdian Masyarakat Permata Indonesia Vol 5 No 2 (2025): Volume 5, Nomor 2, Oktober 2025
Publisher : Permata Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59737/jpmpi.v5i2.359

Abstract

Program Gerakan Ibu Hamil Ceria (GICA) dilaksanakan sebagai upaya peningkatan kesehatan ibu hamil di wilayah Sambisari, Sengkan, dan Joho yang sebelumnya menunjukkan rendahnya pengetahuan terkait tanda bahaya kehamilan, pencatatan kehamilan yang belum optimal, serta minimnya pendampingan berbasis edukasi. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan derajat kesehatan ibu hamil melalui edukasi komprehensif, monitoring kehamilan terstruktur, dan peningkatan kompetensi kader dalam pendampingan kehamilan. Metode pelaksanaan meliputi tahapan persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi, yang mencakup edukasi kelompok, monitoring status kehamilan, pelatihan kader, serta kelas ibu hamil. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pengetahuan ibu hamil dengan kenaikan skor rata-rata dari 58% menjadi 86% setelah mengikuti edukasi. Monitoring kehamilan berhasil mengidentifikasi usia kehamilan secara tepat dan menemukan 12% peserta dengan risiko ringan hingga sedang yang kemudian diarahkan untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Kegiatan pelatihan juga meningkatkan keterampilan kader dalam pencatatan dan deteksi risiko, sementara kelas ibu hamil berkontribusi pada peningkatan kesehatan fisik dan emosional peserta. Secara keseluruhan, program ini efektif dalam meningkatkan literasi kesehatan, kesiapan persalinan, dan kualitas pendampingan kehamilan di tingkat komunitas. Sebagai tindak lanjut, program disarankan untuk dikembangkan dalam bentuk kegiatan berkelanjutan melalui penguatan peran kader, digitalisasi edukasi dan monitoring, serta replikasi ke wilayah lain guna memperluas dampak peningkatan kesehatan maternal