ALIDI, MUHAMMAD SOLID
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

EFEKTIVITAS PELAKSANAAN PROGRAM DAN KEGIATAN (AKSI 2) KONVERGENSI DALAM PERCEPATAN PENURUNAN STUNTING DI KABUPATEN BENGKULU SELATAN ALIDI, MUHAMMAD SOLID; SHUBUH, M.; DUSIRIAH, DUSIRIAH
Journal of Nursing and Public Health Vol 13 No 1 (2025)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/jnph.v13i1.8469

Abstract

Latar belakang: Upaya percepatan penurunan stunting akan lebih tepat apabila dilakukan secara terintegrasi, holistik dan konvergensi dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan dari tingkat desa sampai pusat. Tujuan penelitian ini untuk menilai efektivitas program penanganan stunting dan mengkaji faktor penghambat tercapainya efektivitas program penanganan stunting melalui aksi dua konvergensi di kabupaten Bengkulu Selatan. Metode : Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriftif kualitatif dengan sumber data sekunder dan primer dengan melakukan analisis terhadap kelengkapan dokumen Aksi 2 dan wawancara mendalam kepada stakeholder. Hasil : Temuan dari penelitian ini bahwa Pemerintah Daerah Kabupaten Bengkulu Selatan didalam melaksanakan program percepatan penurunan stunting sudah sesuai Perpres 72/2021 tentan percepatan penurunan stunting dan Perka BKKBN tentang RAN PASTI serta didalam penyusunan rencana kegiatan pada Aksi 2 Konvergensi stunting sudah sesuai kode nomenklatur program/kegiatan yang relevan terhadap seluruh indikator dalam penyusunan rencana kegiatan pada Aksi 2. Kesimpulan: Program percepatan penurunan stunting dengan pendekatan penyusunan rencana kegiatan (aksi 2) konvergensi stunting di kabupaten Bengkulu Selatan sudah berjalan dengan efektif sesuai dengan standar dan indikator dan output yang telah ditetapkan. Namun, masih ditemukannya hambatan antara lain perbedaan persepsi, tagging pendanaan yang bersumber dari APBD atau APBN dan sumber lainnya, optimalisasi Tim Pendamping Keluarga (TPK), serta ketepatan dalam pencataan dan pelaporan, serta ego sektoral dan program dari masing-masing OPD.
LITERATURE REVIEW: MENGKAJI FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA ANAK BALITA Alidi, Muhammad Solid; Raharjo , Bambang Budi
JURNAL KEPERAWATAN MUHAMMADIYAH BENGKULU Vol 14 No 1 (2026): JURNAL KEPERAWATAN MUHAMMADIYAH BENGKULU
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/jkmb.v14i1.10398

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi kronis pada balita yang terjadi akibat kekurangan asupan gizi dalam jangka waktu lama sehingga menghambat pertumbuhan dan perkembangan anak. Kondisi ini tidak hanya berdampak pada pertumbuhan fisik, tetapi juga mempengaruhi perkembangan kognitif dan kesehatan jangka panjang. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada balita di Indonesia melalui pendekatan literature review. Pencarian artikel dilakukan secara elektronik melalui basis data Google Scholar, PubMed, Journal Center, dan SINTA dengan menggunakan kata kunci faktor-faktor dan stunting. Dari hasil pencarian awal diperoleh 40 artikel, kemudian dilakukan proses seleksi berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi sehingga diperoleh 10 artikel yang diterbitkan pada tahun 2021–2025 serta 1 artikel tahun 2017 yang memenuhi kriteria untuk dianalisis. Hasil kajian menunjukkan bahwa kejadian stunting dipengaruhi oleh berbagai faktor yang saling berkaitan, meliputi faktor sosial ekonomi, faktor gizi, praktik pemberian makan anak, pola asuh orang tua, kondisi sanitasi lingkungan, serta faktor demografi seperti usia ibu saat kehamilan. Kondisi ekonomi dan pendidikan keluarga mempengaruhi kemampuan dalam memenuhi kebutuhan gizi serta akses terhadap layanan kesehatan. Selain itu, rendahnya asupan energi dan protein, ketidaktepatan pola pemberian makan, serta kualitas lingkungan juga berperan dalam terjadinya stunting. Dengan demikian, upaya pencegahan stunting perlu dilakukan secara komprehensif melalui peningkatan pemenuhan gizi anak, perbaikan pola asuh dan praktik pemberian makan, serta peningkatan akses terhadap sanitasi dan layanan kesehatan