Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

A ARTIKEL REVIEW, PEMANFAATAN GELATIN KULIT IKAN SEBAGAI BAHAN PANGAN: Pendahuluan, Hasil dan Pembahasan, Pemanfaatan gelatin untuk pangan, Kesimpulan, Daftar Pustaka Junianto; Saputra, Andika David
FISHERIES Jurnal Perikanan dan Ilmu Kelautan Vol 6 No 1 (2024): April
Publisher : Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/fisheries.v6i1.77

Abstract

Gelatin merupakan produk alami yang diperoleh dari hidrolisis parsial kolagen. Tujuan dari artikeli ini  adalah mereview  metode ekstraksi gelatin dari kulit ikan dan pemanfaatannya untuk pangan.  Metode yang digunakan adalah studi literatur..  Berdasarkan hasil review dapat dinyatakan bahwa tahapan ekstraksi gelatin kulit ikan adalah kulit ikan yang telah dicuci bersih direndam dalam air panas (60°C) selama 1-2 menit, Kemudian kulit ikan dipotong-potong dan selanjutnya dilakukan perendaman dalam larutan asam. Kulit hasil proses perendaman (demineralisasi) dicuci dengan air mengalir hingga pH netral. Kemudian hasil ekstraksi tersebut disaring dengan kain blacu dan dituangkan pada loyang dioven 60°C selama 48 jam hingga kering. Lembaran gelatin yang telah kering kemudian dihaluskan dengan  menggunakan blender.  Pemberian gelatin pada produk permen jelly bertujuan untuk memperoleh tekstur jelly yang kenyal dan penampilan yang jernih, Pembuatan permen jelly dari gelatin kulit ikan cucut perlakuan terbaik setelah ditambahkan konsentrasi gelatin sebesar 25% dari gelatin kulit ikan cucut yang diformulasi dengan karaginan. Kemudian pemberian gelatin pada produk marshmallow bertujuan sebagai pengental, penstabil, dan membentuk tekstur menentukan fungsionalitasnya. Pembuatan marshmallow gelatin kulit ikan nila terbaik adalah dengan konsentrasi 8%. Pemberian gelatin pada produk sari buah nanas bertujuan sebagai penstabil untuk mendapatkan kestabilan sari buah yang dianjurkan. Konsentrasi gelatin kulit ikan terbaik dalam pembuatan produk minuman sari buah nanas adalah 2,5%.
Evaluation of the Organoleptic Quality of Fresh Sea Fish Based on SNI 2729:2013 at Legi Songgolangit Market, Ponorogo Regency Saputra, Andika David; Anggraini, Fadhilla Ardyaneta; Himmati, Alya
Jurnal Sains dan Teknologi Perikanan Vol 6 No 1 (2026): APRIL
Publisher : Fisheries Science Study Program, Faculty of Science and Technology, Muhammadiyah University of Sidenreng Rappang.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55678/jikan.v6i1.2407

Abstract

This study aims to evaluate the freshness level of sea fish sold at Legi Songgolangit Market, Ponorogo Regency. The method used in this study is a survey and interview with a purposive sampling technique. Fish quality assessment refers to SNI 2729: 2013 for five types of fresh fish, namely tuna (Thunnus sp.), mackerel (Scomberomorus commerson), salmon (Oncorhyncus masou), mackerel (Restrelliger sp.), and squid (Loligo sp.), with three samples of each. The parameters observed include the condition of the eyes, gills, meat texture, aroma, and body mucus with a score of 1-9. The results of the study showed that tuna, mamckerel, and salmon experienced a decline in quality with an average organoleptic value of 4-5, while mackerel and squid had a better freshness level with an average value of 8. This shows that the freshness level of fish at Legi Songgolangit Market varies between types of fish, so better post-harvest handling is needed to maintain the quality of fish in traditional markets.