Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengangkatan Anak: Analisis Komparatif Prosedur dan Akibat Hukum antara Adat Kebiasaan Masyarakat Setempat dan Peraturan Perundang-Undangan Roby Putra, Aria
Jurnal Risalah Kenotariatan Vol. 6 No. 1 (2025): Jurnal Risalah Kenotariatan
Publisher : Magister Kenotariatan Fakultas Hukum Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/risalahkenotariatan.v6i1.362

Abstract

Tulisan ini bertujuan menganalisis prosedur dan implikasi hukum dari adopsi, baik yang berlaku menurut adat kebiasaan setempat maupun peraturan perundang-undangan. Serta memakai metode penelitian yuridis-normatif dan pendekatan komparatif, hasil dari tulisan ini menyoroti perbedaan signifikan dalam tata cara dan konsekuensi hukum antara kedua sistem tersebut. Adopsi adat terbagi menjadi dua metode: langsung dan tidak langsung, dengan prosedur yang bisa beragam di berbagai wilayah. Dampak hukumnya mencakup status anak angkat yang setara anak kandung (termasuk hak waris dan penerusan keturunan), serta adanya kemungkinan pemutusan atau tidak pemutusan ikatan darah dengan orang tua biologis, sesuai dengan kebiasaan yang berlaku. Berbeda dengan adopsi adat, adopsi berdasarkan undang-undang menekankan pada kesejahteraan anak, tidak mengakhiri ikatan darah dengan orang tua biologis, perlu dicatatkan di akta kelahiran, dan mengharuskan adanya kesamaan agama. Konsekuensi hukumnya adalah timbulnya hubungan keperdataan, seperti kewajiban menafkahi dan memelihara anak angkat, serta hak waris melalui wasiat wajibah.
PENYELESAIAN NUSYUZ MENURUT AL-QUR'AN DAN PENCEGAHANNYA DENGAN METODE SADD AL-ZARI'AH: 1). Analisis Penyelesaian Nusyuz Menurut Al-Qur'an. 2). Analisis Metode Sadd Al-Zari'ah dalam Mencegah Terjadinya Nusyuz. Roby Putra, Aria
SAMAWA Vol 5 No 2 (2025): Juli
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Darul Falah Bondowoso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine how to resolve nusyūz according to the Qur'an and its prevention using the sadd al-żarī'ah method. The type of research used is library research. The results of this study indicate that nusyūz can occur in both wives and husbands. The process of resolving nusyūz if done by a husband is contained in Q.S. An-Nisā' [4]: 128, namely the wife is advised to talk to her husband, be close to her husband, hold discussions and make peace with him. However, if nusyūz is done by the wife, then there are several steps that must be taken by the husband as stated in Q.S. An-Nisā' [4]: 34. First, the husband gives advice. Second, the husband separates his sleep from his wife. Third, beats the wife in a gentle and painless way. Fourth, uses a mediator from each family. The way to prevent nusyūz from happening is to love each other, respect and honor each other, maintain communication between husband and wife, understand each other between husband and wife, control the family economy, take care of biological needs, and carry out each of their rights and obligations.