Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGUJIAN SEDIAAN SAMPO ANTI KETOMBE DARI EKSTRAK DAUN KETEPENG CINA (Cassia alata L.) DAN SARI BUAHJERUK NIPIS (Citrus aurantifolia S.) SEBAGAI ANTI JAMUR Pityrosporum ovale Siska Aditiani; Rizki Amelia Nasution; Irda Nila Selvia
BIOMA : JURNAL BIOLOGI MAKASSAR Vol. 10 No. 2 (2025): Bioma : Juli - Desember 2025
Publisher : Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dandruff is a scalp condition caused by the fungus Pityrosporum ovale. The use of natural components as active ingredients in anti-dandruff shampoo preparations, such as Chinese longan leaves (Cassia alata L.) and lime (Citrus aurantifolia S.), provides a safer alternative to chemicals that may harm the skin. The purpose of this study is to assess the antifungal activity of a combination of Chinese ketepeng leaf extract (Cassia alata L.) and lime juice (Citrus aurantifolia S.) against Pityrosporum ovale, as well as to determine the optimal concentration of Chinese ketepeng leaf extract and lime juice that inhibits the growth of the Pityrosporum ovale fungus. The research was conducted using an experimental method with a quantitative approach. This study began with testing the activity of lime fruit extracts and juice with concentrations of 10%, 15%, 20%, 25%, and 30%, but obtained the best results for testing shampo preparations based on Pharmacopoeia IV, namely at concentrations of 20% and 25%, and two supporting controls, namely control (-) without extracts and juice and control (+) which is clear shampoo. The study found that the inhibition zone on Pityrosporum ovale fungi was 10.16 mm in the control (-), 16.36 mm at the 20% concentration, 20.10 mm at the 25% concentration, and 20.30 mm in the (+) control. Chinese ketepeng leaf extract and lime juice can work well as an alternative ingredient in natural anti-dandruff shampoo formulations. The results of the preparation evaluation revealed that the formula with a concentration of 20% met the characteristics of a good shampoo according to Pharmacopoeia IV.
Chemical Priming untuk Meningkatkan Ketahanan Benih Padi pada Masa Pembibitan dalam Kondisi Cekaman Salinitas Khairunnisa Khairunnisa; Irda Nila Selvia
BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed Vol 8 No 1 (2026): BioEksakta
Publisher : Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.bioe.2026.8.1.18842

Abstract

Kandungan garam yang tinggi pada areal pertanian di sekitar pantai menjadi kendala dalam intensifikasi pertanian terutama tanaman pangan seperti padi. Kondisi salinitas pada lahan pertanian terbukti telah menghambat pertumbuhan dan menurunkan hasil panen. Terutama pada fase perkecambahan yang merupakan fase paling rentan terhadap kondisi salin. Untuk itu diperlukan upaya untuk menangani kendala tersebut. Salah satu upaya yaitu dengan melakukan priming benih, priming benih merupakan metode pra-perlakuan benih yang dilakukan untuk meningkatkan ketahanan benih sebelum benih terkena cekaman abiotik. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan 2 faktor perlakuan. Faktor pertama cekaman salinitas dengan tiga taraf perlakuan yaitu 0 mM, 50 mM, 100 mM, dan 150 mM. Faktor kedua yaitu priming kimia benih yaitu: kontrol (tanpa priming), asam salisilat 225 ppm, asam salisilat 250 ppm, asam askorbat 10 ppm, dan asam askorbat 20 ppm. Bertambahnya tingkat salinitas dapat menurunkan rataan persentase perkecambahan dan panjang radikula. Namun, kadar prolin meningkat dengan meningkatnya konsentrasi salinitas. Priming benih dengan menggunakan asam salisilat 225 ppm dan 250 ppm maupun priming menggunakan asam askorbat 10 ppm dan 20 ppm dapat Perlakuan priming dengan menggunakan asam salisilat 225 ppm dan 250 ppm maupun asam askorbat 10 ppm – 20 ppm mampu meningkatkan ketahanan benih untuk berkecambah pada kondisi salinitas yang tinggi (150 mM). Kata kunci : asam salisilat, asam askorbat, chemical priming, padi, salinitas.