Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Latihan Relaksasi Autogenik terhadap Intensitas Nyeri pada Pasien Post Operasi Apendiktomi Siallagan, Romauli Ervanny Goria; Batubara, Khairunnisa
JURNAL KESEHATAN POLTEKKES KEMENKES RI PANGKALPINANG Vol 13, No 1 (2025): JKP JUNI 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pangkalpinang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32922/jkp.v13i1.1096

Abstract

Latar belakang: Apendiktomi ialah cara penanganan pengangkatan usus buntu yang mengalami infeksi dengan tindakan operasi. Setelah tindakan tersebut dilakukan, menyebabkan nyeri. Salah satu pengurangan nyeri secara nonfarmakologi dapat diberikan dengan latihan relaksasi autogenik.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh teknik relaksasi autogenik terhadap nyeri pada pasien apendiktomi.Metode: Penelitian ini menggunakan quasi experimental dengan desain one group pretest-post-test design. Sebesar 40 orang di Rumah Sakit Umum Melati Perbaungan sebagai populasi. Teknik pengambilan sampel menggunakan consecutive sampling sebanyak 17 orang sampel dengan kriteria inklusi pasien post apendiktomi tanpa perporasi, hari kedua dengan skala 4-6 serta bersedia menjadi responden dan dengan eksklusi meliputi pasien apendiks perporasi dan tidak bersedia menjadi responden. Teknik pengumpulan data dengan cara observasi, wawancara, dokumentasi, dan pengisian instrumen Numeric Rating Scale (NRS).Hasil: Hasil diperoleh nilai mean saat pretest 5,9, standar deviasi 0,74 dan mean saat post-test 3,2 dan standar deviasi 0,81 pada 13 orang skala nyeri ringan, hal ini menjelaskan mayoritas responden mengalami nyeri ringan sebanyak 76,5%, dengan nilai p-value 0,001 menggunakan uji wilcoxon.Kesimpulan: Terdapat pengaruh latihan relaksasi autogenik yang signifikan terhadap penurunan intensitas nyeri post apendiktomi. Kata kunci: Latihan Relaksasi Autogenik; Nyeri; Pasca Operasi Apendiktomi.
Cold Compress untuk Penurunan Tingkat Nyeri pada Pasien Instalasi Gawat Darurat (IGD) dengan Fraktur Batubara, Khairunnisa; Siallagan, Romauli Ervanny Goria
JURNAL KESEHATAN POLTEKKES KEMENKES RI PANGKALPINANG Vol. 13 No. 2 (2025): JKP DESEMBER 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pangkalpinang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32922/jkp.v13i2.1172

Abstract

Latar belakang: Fraktur dapat mengancam integritas seseorang, yang biasanya merupakan kelainan tulang akibat benturan keras, baik secara langsung maupun tidak langsung. Pasien fraktur yang datang ke unit gawat darurat sering mengalami nyeri. Salah satu metode nonfarmakologis untuk meredakan nyeri adalah penggunaan kompres dingin. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan apakah pemberian kompres dingin pada pasien fraktur di IGD dapat mengurangi tingkat ketidaknyamanan mereka. Metode: Sesuai dengan kriteria inklusi yang telah ditentukan, 18 dari 34 pasien fraktur yang datang ke unit gawat darurat pada bulan Januari dan Februari 2025 dipilih secara konsekutif menggunakan kuasi-eksperimen dengan pendekatan desain pra-tes-pasca-tes satu kelompok. Uji Wilcoxon, yang berguna untuk membandingkan dua kelompok data berpasangan, digunakan dalam analisis data. Hasil: Sebelum intervensi, sebagian besar responden (66,7%) melaporkan ketidaknyamanan sedang, tetapi setelah intervensi, persentase ini turun tajam menjadi 16,7%. Setelah kompres dingin, terdapat penurunan ketidaknyamanan yang signifikan, sebagaimana ditunjukkan oleh nilai p uji Wilcoxon sebesar 0,000. Kesimpulan: Dengan nilai p <0,05, kompres dingin secara statistik berhasil menurunkan nyeri pada pasien IGD dengan fraktur. Penelitian lebih lanjut perlu mencakup aspek psikologis, tingkat aktivitas fisik, atau pola makan pasien.