Latar belakang: Fraktur dapat mengancam integritas seseorang, yang biasanya merupakan kelainan tulang akibat benturan keras, baik secara langsung maupun tidak langsung. Pasien fraktur yang datang ke unit gawat darurat sering mengalami nyeri. Salah satu metode nonfarmakologis untuk meredakan nyeri adalah penggunaan kompres dingin. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan apakah pemberian kompres dingin pada pasien fraktur di IGD dapat mengurangi tingkat ketidaknyamanan mereka. Metode: Sesuai dengan kriteria inklusi yang telah ditentukan, 18 dari 34 pasien fraktur yang datang ke unit gawat darurat pada bulan Januari dan Februari 2025 dipilih secara konsekutif menggunakan kuasi-eksperimen dengan pendekatan desain pra-tes-pasca-tes satu kelompok. Uji Wilcoxon, yang berguna untuk membandingkan dua kelompok data berpasangan, digunakan dalam analisis data. Hasil: Sebelum intervensi, sebagian besar responden (66,7%) melaporkan ketidaknyamanan sedang, tetapi setelah intervensi, persentase ini turun tajam menjadi 16,7%. Setelah kompres dingin, terdapat penurunan ketidaknyamanan yang signifikan, sebagaimana ditunjukkan oleh nilai p uji Wilcoxon sebesar 0,000. Kesimpulan: Dengan nilai p <0,05, kompres dingin secara statistik berhasil menurunkan nyeri pada pasien IGD dengan fraktur. Penelitian lebih lanjut perlu mencakup aspek psikologis, tingkat aktivitas fisik, atau pola makan pasien.