Latar belakang: Apendiktomi ialah cara penanganan pengangkatan usus buntu yang mengalami infeksi dengan tindakan operasi. Setelah tindakan tersebut dilakukan, menyebabkan nyeri. Salah satu pengurangan nyeri secara nonfarmakologi dapat diberikan dengan latihan relaksasi autogenik.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh teknik relaksasi autogenik terhadap nyeri pada pasien apendiktomi.Metode: Penelitian ini menggunakan quasi experimental dengan desain one group pretest-post-test design. Sebesar 40 orang di Rumah Sakit Umum Melati Perbaungan sebagai populasi. Teknik pengambilan sampel menggunakan consecutive sampling sebanyak 17 orang sampel dengan kriteria inklusi pasien post apendiktomi tanpa perporasi, hari kedua dengan skala 4-6 serta bersedia menjadi responden dan dengan eksklusi meliputi pasien apendiks perporasi dan tidak bersedia menjadi responden. Teknik pengumpulan data dengan cara observasi, wawancara, dokumentasi, dan pengisian instrumen Numeric Rating Scale (NRS).Hasil: Hasil diperoleh nilai mean saat pretest 5,9, standar deviasi 0,74 dan mean saat post-test 3,2 dan standar deviasi 0,81 pada 13 orang skala nyeri ringan, hal ini menjelaskan mayoritas responden mengalami nyeri ringan sebanyak 76,5%, dengan nilai p-value 0,001 menggunakan uji wilcoxon.Kesimpulan: Terdapat pengaruh latihan relaksasi autogenik yang signifikan terhadap penurunan intensitas nyeri post apendiktomi. Kata kunci: Latihan Relaksasi Autogenik; Nyeri; Pasca Operasi Apendiktomi.