Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Transformasi Pembelajaran Bahasa: Analisis Penerimaan “Duolingo” Menggunakan Model TAM pada Program GWEP Setiyani, Lila; Dedih, Dedih; Fajar Wati, Devi
TIN: Terapan Informatika Nusantara Vol 5 No 11 (2025): April 2025
Publisher : Forum Kerjasama Pendidikan Tinggi (FKPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47065/tin.v5i11.7177

Abstract

This research was conducted at Horizon University of Indonesia in order to implement the Global Workplaces English Program (GWEP), which encourages the development of students' foreign language skills through technology integration. Duolingo, as one of the digital language learning applications, is widely used by students to support this programme. The purpose of this study is to analyse the level of user acceptance of Duolingo using the Technology Acceptance Model (TAM), which involves the constructs of Perceived Ease of Use (PEOU), Perceived Usefulness (PU), Attitude Toward Use (ATU), and Behavioral Intention to Use (BIU). Data were collected through a survey of 152 active Duolingo users, and analysed using descriptive statistics and multiple linear regression approaches. Descriptive results showed that all constructs had an average score above 4 (Likert scale 1-5), reflecting positive perceptions of the ease of use and usefulness of the app. Linear regression analysis showed that PEOU and PU had a significant effect on ATU, with coefficients of 0.508 and 0.447, respectively, and R² = 0.857. That is, 85.7% of the variation in user attitudes can be explained by perceived ease and usefulness. These findings provide strategic implications for educational institutions and application developers in optimising the use of digital technology for foreign language learning in the global era.
Optimalisasi Efisiensi Bisnis Melalui Upskill BPM dan Solusi Web bagi Siswa SMA/SMK Setiyani, Lila; Dedih; Fajar Wati, Devi
ABDIMAS Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): ABDIMAS JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Research and Community Service INSTITUT TEKNOLOGI DAN BISNIS KALBIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53008/dma67361

Abstract

Kemajuan teknologi dan perkembangan ekosistem digital menuntut generasi muda untuk memiliki kompetensi praktis dalam merancang solusi berbasis teknologi informasi. Namun, siswa tingkat SMA/SMK sering kali mengalami kesenjangan antara pembelajaran teoretis di sekolah dengan keterampilan yang dibutuhkan oleh dunia industri dan startup. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pelatihan praktis melalui workshop bertema “Optimizing Business Efficiency: Practical Approaches to Business Process Management and Web Solutions” kepada siswa SMAN 1 Telagasari dan SMK Wirasaba di Kabupaten Karawang. Upskill difokuskan pada tiga kompetensi utama: pemetaan proses bisnis menggunakan pendekatan Business Process Management (BPM), perancangan solusi web berbasis CMS (Wix/WordPress), serta pengenalan teknik analisis sistem yang sederhana. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif berbasis proyek (project-based learning) dengan kegiatan yang mencakup penyampaian materi, studi kasus, praktik langsung, dan presentasi hasil kerja kelompok. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test, observasi partisipatif, kuesioner umpan balik, serta wawancara guru pendamping. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta secara signifikan di semua aspek: skor rata-rata pemahaman BPM meningkat dari 56,2 menjadi 78,5; desain web dari 48,6 menjadi 80,1; dan analisis sistem dari 51,3 menjadi 75,0. Selain itu, lebih dari 85% peserta menyatakan pelatihan sangat relevan dengan minat dan kebutuhan mereka untuk mempersiapkan karir berbasis teknologi. Kegiatan ini memberikan dampak positif tidak hanya pada penguatan literasi digital siswa, tetapi juga mendukung integrasi pembelajaran praktis di sekolah mitra. Luaran kegiatan berupa artikel ilmiah ini diharapkan dapat menjadi rujukan dalam mengembangkan model pelatihan teknologi terapan yang kontekstual, replikatif, dan sesuai kebutuhan lokal. Dengan demikian, pengabdian ini turut berkontribusi dalam meningkatkan kesiapan siswa menghadapi tantangan dunia kerja dan mendorong semangat technopreneurship sejak dini.