Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Gambaran Subjective Well-Being Pada Wanita Yang Aktif Dalam Kegiatan Ngayah Di Bali Septiani Putri Widana, Ni Made Rajani; Wulandari, Nanda Yunika; Moordiningsih; Peristianto, Sheilla Varadhila; Dyah Arum, Angelina
PSIKOLOGI KONSELING Vol. 18 No. 1 (2025): Jurnal Psikologi Konseling
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/psikologikonseling.v18i1.66952

Abstract

Ngayah merupakan tradisi dari Bali yang berupa kegiatan gotong royong,dimana kegiatan ini bisa dilakukan dalam lingkup kepada tuhan maupun kepada manusia. Wanita yang sudah menikah akan memiliki tanggung jawab untuk ngayah di banjar (lingkungan) mereka, yang dimana wanita juga memiliki tanggung jawab untuk menjadi ibu rumah tangga, dan bekerja. Memiliki banyak tanggung jawab akan membuat beban kerja yang berat sehingga dapat mempengaruhi Subjective Well-Being. Subjective Well-Being merupakan perasaan seseornag tentang hidupnya termasuk perasaan positif, negatif serta mampu menilai kepuasan hidupnya. Penelitian ini dilakukan guna memahami lebih dalam lagi mengenai Subjective Well-Being pada wanita yang aktif dalam kegiatan ngayah terutama yang sudah menikah. Penelitian ini menggunakan metode fenomenologi kualitatif dan melibatkan tiga subjek yang aktif dalam kegiatan ngayah. Metode pengumpulan data menggunakan studi literatur dan wawancara dan dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yaitu melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesejahteraan subjektif setiap subjek berbeda-beda namun memiliki tingkat yang hampir sama yaitu saling berkesinambungan. Selain itu, tidak hanya kepuasan hidup, pengalaman bahagia, emosi negatif, dan penyelesaian masalah yang dapat dikatakan kesejahteraan subjektif, namun terdapat hubungan dengan penerimaan diri individu.
Mindfulness-Based Islamic Spiritual Therapy on Enhancing Subjective Well-Being in Married Women with Infertility Cholisoh, Feny; Moordiningsih
Psikologika: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi Vol. 29 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/psikologika.vol29.iss1.art4

Abstract

The inability of infertile women to have children and relevant social stigma is significantly effective in reducing subjective well-being. Therefore, this study aimed to determine the effect of mindfulness-based Islamic spiritual therapy on improving the subjective well-being of infertile married women. A non-randomized pretest posttest control group quasi-experimental design was implemented, with subjective well-being and mindfulness measured using the Subjective Well Being for Infertility Scale and Five Facet Questionnaire, respectively. A total of 10 participants were also selected and categorized into control and experimental groups. The results showed that the subjective well-being conditions of both groups were equal before therapy, regarding the Mann-Whitney U test with a value of Z = 0.000 and a 1.000 significance level (>0.05). The Mann Whitney U test was also implemented with a value of Z = -2.402 and a 0.016 significance level (<0.05), showing a difference in subjective well-being scores within the Control and Experimental Groups. Furthermore, the Wilcoxon Rank Test produced a Z-value and significance level of -2.023 and 0.043 (<0.05), respectively. This result showed an increase in subjective well-being scores within the experimental group after mindfulness-based Islamic spiritual therapy. The spiritual therapy was also used as an alternative psychotherapy to improve the subjective well-being of married women with infertility problems.
Leadership, psychological climate, and group decision-making performance Moordiningsih; Faturochman
Insight: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol. 25 No. 2 (2023): AUGUST 2023
Publisher : Universitas Mercu Buana Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26486/psikologi.v25i2.3370

Abstract

The psychological climate that occurs in a group becomes an important external factor that influences the success of the group's performance. The dimensions of the group's psychological climate include: (1) the leader’s caring; (2) cohesivity; (3) autonomy; and (4) pressure. This study purposes to examine the influence of the group's psychological climate, especially the leader's caring dimension, which can be interpreted as a form of leadership on group performance. This research was conducted with experiments to empirically test the influence of psychological climate on the group decision-making performance. The experimental design used was a post-treatment measurement design with a (2 x 2 x 2 factorial design which consisted of three independent variables with two levels:  leadership: (caring vs uncaring),; autonomy:(autonomous vs non-autonomous),; and pressure: (without time pressure vs with time pressure) using random assignment in group division. The results revealed that the interaction effect of group psychological climate had an effect of 10.3% (F = 3.126; p <0.05; ç2 = 0.103) on group decision-making performance. The influence of the leader's climate, which could also mean the process of leadership in the group gave an effect of 36.7% (F = 15.771; p < 0.01; ç2 = 0.367). on group decision-making performance. This indicated that the group performance was determined more by internal factors within the group, which were the psychological climates of the group, than external factors
Pengaruh Pelatihan Kesadaran (Mindfulness) Terhadap Penurunan Stres Korban Kekerasan Dalam Hubungan Pacaran (KDP) Fitriani Hidayah; Moordiningsih
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 3 No. 6: Oktober 2024
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v3i6.5817

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh pelatihan kesadaran (mindfulness) terhadap penurunan stres pada korban kekerasan dalam hubungan pacaran (KDP) menggunakan metode eksperimen dengan desain pretest-posttest control group. Subjek penelitian adalah 12 mahasiswi di Yogyakarta yang berusia 19–25 tahun dan mengalami KDP, dengan 6 subjek dalam kelompok eksperimen dan 6 subjek dalam kelompok kontrol. Data dikumpulkan melalui skala stres dan dianalisis menggunakan uji statistik parametrik independent sample t-test serta paired sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat penurunan yang signifikan pada skor stres kelompok eksperimen setelah diberikan pelatihan mindfulness dibandingkan sebelum pelatihan. Pelatihan mindfulness terbukti efektif dalam menurunkan stres pada kelompok eksperimen. Mindfulness membantu individu untuk lebih menyadari dan menerima pikiran, perasaan, dan sensasi tubuh, yang berdampak pada penurunan gejala stres fisik dan psikologis. Subjek yang mempraktikkan mindfulness secara mandiri melaporkan perasaan lebih rileks dan mampu menerima kondisi diri dengan lebih baik.
PELATIHAN WELAS ASIH DIRI BERKESADARAN UNTUK MENURUNKAN KECEMASAN MASA DEPAN PADA SENIMAN PEREMPUAN Rahayu, Ni Luh Putu Diah Putri; Moordiningsih
JIP (Jurnal Intervensi Psikologi) Vol. 18 No. 1 (2026): JIP: Jurnal Intervensi Psikologi
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT: This study aimed to investigate the effect of mindful self-compassion training on future anxiety among female artists. A randomized pretest-posttest control group design was employed, involving 14 female artists in Bali who reported moderate to high levels of future anxiety. The participants were randomly assigned into two equal groups: an experimental group (n = 7) that received the mindful self-compassion training, and a control group (n = 7) that received no intervention. Data were collected using the Future Anxiety Scale developed by Al-Mashikhi. Data analysis using the Mann-Whitney U test revealed a significant difference between the experimental and control groups (Z = -3.137, p = .005). Furthermore, the Wilcoxon signed-rank test demonstrated a significant difference in anxiety scores before and after the intervention within the experimental group (Z = -2.371, p = .018). These findings indicate that mindful self-compassion training is effective in reducing future anxiety among female artists. Key words: Female artists, future anxiety, mindful self-compassion training.  ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh pelatihan welas asih diri berkesadaran terhadap kecemasan masa depan pada seniman perempuan. Desain eksperimen pretest-posttest control group digunakan dengan melibatkan 14 seniman perempuan di Bali yang memiliki tingkat kecemasan masa depan pada kategori sedang hingga tinggi. Seluruh partisipan dibagi secara acak ke dalam dua kelompok: kelompok eksperimen (n = 7) yang menerima pelatihan welas asih diri berkesadaran dan kelompok kontrol (n = 7) yang tidak diberi perlakuan. Instrumen yang digunakan adalah Future Anxiety Scale yang dikembangkan oleh Al-Mishikhi. Analisis data menggunakan uji Mann-Whitney menunjukkan perbedaan signifikan antara kelompok eksperimen dan kontrol (Z = -3.137, p = .005). Lebih lanjut, Uji Wilcoxon Signed Rank Test juga menunjukkan perbedaan signifikan skor kecemasan sebelum dan sesudah intervensi pada kelompok eksperimen (Z = -2,371 , p = .018). Hasil ini menunjukkan pelatihan welas asih diri berkesadaran efektif menurunkan kecemasan masa depan pada seniman perempuan.  Kata kunci: Kecemasan masa depan, pelatihan welas asih diri berkesadaran, seniman perempuan.
PELATIHAN WELAS ASIH DIRI BERKESADARAN UNTUK MENURUNKAN KECEMASAN MASA DEPAN PADA SENIMAN PEREMPUAN Rahayu, Ni Luh Putu Diah Putri; Moordiningsih
JIP (Jurnal Intervensi Psikologi) Vol. 18 No. 1 (2026): JIP: Jurnal Intervensi Psikologi
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT: This study aimed to investigate the effect of mindful self-compassion training on future anxiety among female artists. A randomized pretest-posttest control group design was employed, involving 14 female artists in Bali who reported moderate to high levels of future anxiety. The participants were randomly assigned into two equal groups: an experimental group (n = 7) that received the mindful self-compassion training, and a control group (n = 7) that received no intervention. Data were collected using the Future Anxiety Scale developed by Al-Mashikhi. Data analysis using the Mann-Whitney U test revealed a significant difference between the experimental and control groups (Z = -3.137, p = .005). Furthermore, the Wilcoxon signed-rank test demonstrated a significant difference in anxiety scores before and after the intervention within the experimental group (Z = -2.371, p = .018). These findings indicate that mindful self-compassion training is effective in reducing future anxiety among female artists. Key words: Female artists, future anxiety, mindful self-compassion training.  ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh pelatihan welas asih diri berkesadaran terhadap kecemasan masa depan pada seniman perempuan. Desain eksperimen pretest-posttest control group digunakan dengan melibatkan 14 seniman perempuan di Bali yang memiliki tingkat kecemasan masa depan pada kategori sedang hingga tinggi. Seluruh partisipan dibagi secara acak ke dalam dua kelompok: kelompok eksperimen (n = 7) yang menerima pelatihan welas asih diri berkesadaran dan kelompok kontrol (n = 7) yang tidak diberi perlakuan. Instrumen yang digunakan adalah Future Anxiety Scale yang dikembangkan oleh Al-Mishikhi. Analisis data menggunakan uji Mann-Whitney menunjukkan perbedaan signifikan antara kelompok eksperimen dan kontrol (Z = -3.137, p = .005). Lebih lanjut, Uji Wilcoxon Signed Rank Test juga menunjukkan perbedaan signifikan skor kecemasan sebelum dan sesudah intervensi pada kelompok eksperimen (Z = -2,371 , p = .018). Hasil ini menunjukkan pelatihan welas asih diri berkesadaran efektif menurunkan kecemasan masa depan pada seniman perempuan.  Kata kunci: Kecemasan masa depan, pelatihan welas asih diri berkesadaran, seniman perempuan.