Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Peningkatan Dukungan Sosial Orang Tua dengan Anak Skizofrenia melalui Solution Focused Therapy Peristianto, Sheilla Varadhila; Lestari, Sri
Jurnal Psikologi Vol 45, No 1 (2018)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (453.099 KB) | DOI: 10.22146/jpsi.18114

Abstract

Intrusive parental behavior towards children with schizophrenia did not support an effort to prevent recurrence and achieve a good quality of life. This research was aimed to improve parental social support through Solution Focused Therapy in order to recover the quality of life for children with schizophrenia. Six parents who had a child with schizophrenia participated in this quasi-experimental research using a pretest-posttest control group design. The Social Support Scale which adapted from the Interpersonal Support Evaluation List was used to measure parental support. The participants were divided into an experimental and control group. The result of this research showed a difference in social support between the experimental and control group. Giving Solution Focus Therapy to parents can improve parental social support for children with schizophrenia. The improvement of parental social support was expected to preserve better quality life of children with schizophrenia in order to relapse prevention.
Peningkatan Dukungan Sosial Orang Tua dengan Anak Skizofrenia melalui Solution Focused Therapy Sheilla Varadhila Peristianto; Sri Lestari
Jurnal Psikologi Vol 45, No 1 (2018)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (453.099 KB) | DOI: 10.22146/jpsi.18114

Abstract

Intrusive parental behavior towards children with schizophrenia did not support an effort to prevent recurrence and achieve a good quality of life. This research was aimed to improve parental social support through Solution Focused Therapy in order to recover the quality of life for children with schizophrenia. Six parents who had a child with schizophrenia participated in this quasi-experimental research using a pretest-posttest control group design. The Social Support Scale which adapted from the Interpersonal Support Evaluation List was used to measure parental support. The participants were divided into an experimental and control group. The result of this research showed a difference in social support between the experimental and control group. Giving Solution Focus Therapy to parents can improve parental social support for children with schizophrenia. The improvement of parental social support was expected to preserve better quality life of children with schizophrenia in order to relapse prevention.
Dinamika Permasalahan Psikososial Masa Quarter Life Crisis Pada Mahasiswa Rahma Adellia; Sheilla Varadhila
Psikosains: Jurnal Penelitian dan Pemikiran Psikologi Vol 18 No 1 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/psikosains.v18i1.5316

Abstract

Each student show a different response to serve in stages of human development early adulthood. If student don’t serve well, a student will experience quarter life crisis which also causes psychosocial problems arise. The purpose of this study was to determine the dinamic of psychosocial problems in individual facing quarter life crisis. This study uses a qualitative method with a case study approach. The number of participants wa three people and three informants who were close friends of the participants. Data were collected using semi-structures interviews and observations made during the interview process as a complement. The data were analyzed by data reduction, data display, and conclusion drawing. The results show that the ynamics of psychosocial problems in students who are facing a quarter-life crisis begins with the existence of a situation or event encountered that disrupts the psychosocial condition of the participants. Then the participant will try to survive and live the condition until finally the participant cannot do anything. Furthermore, psychosocial problems in participants who face a quarter life crisis have a negative impact both physically and mentally. Responses or ways to deal with psychosocial problems for each participant varied from sleeping, social withdrawal, to smoking. However, the participants continued to live their lives according to their abilities.
Hubungan Dukungan Suami dengan Kecemasan Persalinan pada Wanita Hamil untuk Pertama Kali (Primigravida) Andi Hafsa; Sheilla Varadhila P
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2022): April 2022
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (156.97 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan suami dengan kecemasan persalinan pada wanita hamil untuk pertama kali (primigravida) di Puskesmas Kalasan Yogyakarta. Hipotesis dalam penelitian ini adalah ada hubungan negatif antara dukungan suami dengan kecemasan persalinan pada wanita hamil untuk pertama kali Penelitian ini melibatkan 40 orang wanita hamil untuk pertama kali dengan usia kehamilan 37-39 minggu di Puskesmas Kalasan Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan alat pengumpulan data berupa skala dukungan suami dan kecemasan persalinan. Data dianalisis menggunakan korelasi product moment dengan program SPSS v.17. Berdasarkan hasil analisis diperoleh rxy = -0.509 (p < 0,01). Hasil tersebut menunjukkan bahwa terdapat hubungan negatif yang signifikan antara dukungan suami dengan kecemasan pada wanita hamil untuk pertama kali di Puskesmas Kalasan Yogyakarta. Penelitian ini menunjukkan hipotesis diterima, yang berarti bahwa koefisien determinasi (R2) sebesar 0.259, hal tersebut menunjukkan bahwa dukungan suami memberikan sumbangan efektif sebesar 25.9% untuk tidak terjadi lagi kecemasan persalinan, dan sisanya 74.1% dipengaruhi oleh faktor lainnya seperti keadaan fisik, pengetahuan dan pendidikan yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Dalam penelitian ini diperoleh bahwa hasil analisis tambahan dengan menggunakan analisis regresi berganda menujukkan bahwa ternyata hanya dukungan emosional mempunyai pengaruh yang dominan serta signifikan terhadap kecemasan persalinan.
Hubungan Dukungan Suami dengan Kecemasan Persalinan pada Wanita Hamil untuk Pertama Kali (Primigravida) Hafsa, Andi; Varadhila P, Sheilla
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2022): 2022
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v6i1.3629

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan suami dengan kecemasan persalinan pada wanita hamil untuk pertama kali (primigravida) di Puskesmas Kalasan Yogyakarta. Hipotesis dalam penelitian ini adalah ada hubungan negatif antara dukungan suami dengan kecemasan persalinan pada wanita hamil untuk pertama kali Penelitian ini melibatkan 40 orang wanita hamil untuk pertama kali dengan usia kehamilan 37-39 minggu di Puskesmas Kalasan Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan alat pengumpulan data berupa skala dukungan suami dan kecemasan persalinan. Data dianalisis menggunakan korelasi product moment dengan program SPSS v.17. Berdasarkan hasil analisis diperoleh rxy = -0.509 (p < 0,01). Hasil tersebut menunjukkan bahwa terdapat hubungan negatif yang signifikan antara dukungan suami dengan kecemasan pada wanita hamil untuk pertama kali di Puskesmas Kalasan Yogyakarta. Penelitian ini menunjukkan hipotesis diterima, yang berarti bahwa koefisien determinasi (R2) sebesar 0.259, hal tersebut menunjukkan bahwa dukungan suami memberikan sumbangan efektif sebesar 25.9% untuk tidak terjadi lagi kecemasan persalinan, dan sisanya 74.1% dipengaruhi oleh faktor lainnya seperti keadaan fisik, pengetahuan dan pendidikan yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Dalam penelitian ini diperoleh bahwa hasil analisis tambahan dengan menggunakan analisis regresi berganda menujukkan bahwa ternyata hanya dukungan emosional mempunyai pengaruh yang dominan serta signifikan terhadap kecemasan persalinan.
Organizational involvement, academic procrastination, and emotional exhaustion in college students Peristianto, Sheilla Varadhila; Widyana, Rahma
Insight: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol. 27 No. 1 (2025): FEBRUARY 2025
Publisher : Universitas Mercu Buana Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26486/psikologi.v27i1.4008

Abstract

Student activists are actively engaged in organizational activities both within and beyond their university. While such involvement offers benefits such as enhanced social skills and personal development, it can also have negative consequences, including tardiness or absenteeism in classes, a decline in academic performance, and difficulties in completing assignments on time. One manifestation of these challenges is academic procrastination. This study aims to examine the relationship between organizational involvement and academic procrastination, with emotional exhaustion as a mediating variable among college students. The study sample comprised 80 student activists in Yogyakarta, selected using a purposive sampling method. Using path analysis with bootstrapping (1,000 resamples) in IBM® SPSS® AMOS™ 21, the findings reveal a significant mediating effect of emotional exhaustion on the relationship between organizational involvement and academic procrastination. The results indicate that the duration of organizational involvement is associated with higher levels of academic procrastination, mediated by emotional exhaustion. These findings highlight the need for universities to implement programs that help students balance organizational engagement with academic responsibilities, thereby reducing emotional exhaustion and mitigating procrastination. Keyword: Academic procrastination, duration of organizational involvement, emotional exhaustion, organizational activity.
Gambaran Subjective Well-Being Pada Wanita Yang Aktif Dalam Kegiatan Ngayah Di Bali Septiani Putri Widana, Ni Made Rajani; Wulandari, Nanda Yunika; Moordiningsih; Peristianto, Sheilla Varadhila; Dyah Arum, Angelina
PSIKOLOGI KONSELING Vol. 18 No. 1 (2025): Jurnal Psikologi Konseling
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/psikologikonseling.v18i1.66952

Abstract

Ngayah merupakan tradisi dari Bali yang berupa kegiatan gotong royong,dimana kegiatan ini bisa dilakukan dalam lingkup kepada tuhan maupun kepada manusia. Wanita yang sudah menikah akan memiliki tanggung jawab untuk ngayah di banjar (lingkungan) mereka, yang dimana wanita juga memiliki tanggung jawab untuk menjadi ibu rumah tangga, dan bekerja. Memiliki banyak tanggung jawab akan membuat beban kerja yang berat sehingga dapat mempengaruhi Subjective Well-Being. Subjective Well-Being merupakan perasaan seseornag tentang hidupnya termasuk perasaan positif, negatif serta mampu menilai kepuasan hidupnya. Penelitian ini dilakukan guna memahami lebih dalam lagi mengenai Subjective Well-Being pada wanita yang aktif dalam kegiatan ngayah terutama yang sudah menikah. Penelitian ini menggunakan metode fenomenologi kualitatif dan melibatkan tiga subjek yang aktif dalam kegiatan ngayah. Metode pengumpulan data menggunakan studi literatur dan wawancara dan dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yaitu melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesejahteraan subjektif setiap subjek berbeda-beda namun memiliki tingkat yang hampir sama yaitu saling berkesinambungan. Selain itu, tidak hanya kepuasan hidup, pengalaman bahagia, emosi negatif, dan penyelesaian masalah yang dapat dikatakan kesejahteraan subjektif, namun terdapat hubungan dengan penerimaan diri individu.
The effect of rasa rumangsa (self-awareness and empathy) on the subjective burden of families caring for individuals with schizophrenia: Social support as a mediator Peristianto, Sheilla Varadhila; Subandi, M. A.; Utami, Muhana Sofiati
Psikohumaniora: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 10 No. 1 (2025)
Publisher : Faculty of Psychology and Health - Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/pjpp.v10i1.25099

Abstract

Families caring for schizophrenic individuals experience pressure due to their associated roles and responsibilities, a situation known as subjective burden. Cultural values influence decision-making related to caretaking behavior, including that based on the Javanese value of rasa rumangsa as an adaptive coping mechanism in caregiving contexts. Social support is a factor that helps to reduce the subjective burden of families taking care of schizophrenic individuals. This study examines social support as a mediator in the role of rasa rumangsa in relation to such subjective burden. The quantitative research used surveys for the data collection method, with 112 carer families of schizophrenic individuals chosen for the study by purposive sampling. The questionnaires used were 1) the Rasa Rumangsa Scale; 2) the Interpersonal Support Evaluation List (ISEL); and 3) the Zarit Burden Interview (ZBI). The hypothesis was tested using Jamovi version 2.6.13 with the medmod module, following Model 4 of Hayes' simple mediation framework. The results indicate that social support fully mediates the relationship between rasa rumangsa and the subjective burden of families caring for individuals with schizophrenia (indirect effect: ß = -.1137, p < .05, 95% CI = -.2186, -.0105). The implication of studying rasa rumangsa as a cultural coping mechanism can be an alternative way of explaining its relationship with the subjective burden of such families. In addition, the findings could also be used to develop mental health programs to improve social support, which will ultimately reduce the subjective burden.
DUKUNGAN SOSIAL DAN KECEMASAN PADA ORANG TUA DENGAN ANAK DISABILITAS Agustin, Trias Putri Agustin; Peristianto, Sheilla Varadhila
PSIKOLOGI KONSELING Vol. 17 No. 2 (2024): Jurnal Psikologi Konseling
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/psikologikonseling.v17i2.69418

Abstract

Orang tua dengan anak disabilitas mengalami kecemasan yang besar terutama karena kekhawatiran terhadap pandangan orang lain terhadap anak, diasingkan saat bersosialisasi, dan terhadap kemandirian anak. Dukungan sosial yang diberikan oleh orang lain membantu orang tua menghadapi kecemasan yang timbul dari mengasuh anak dengan disabilitas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji hubungan antara dukungan sosial dengan kecemasan pada orang tua dengan anak disabilitas. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan sampel 63 orang tua berusia 20-65 tahun yang memiliki anak disabilitas. Sampel diambil menggunakan teknik purposive sampling. Data didapatkan melalui kuisioner yang diberikan secara langsung kepada responden menggunakan skala DASS 42 (Depression Anxiety Stress Scales) dan skala MSPSS (Multidimensional Scale of Perceived Social Support). Teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan Pearson Product Moment Corellation dengan bantuan software jamovi. Hasil analisis dari penelitian ini menunjukkan dukungan sosial memiliki hubungan negatif dengan kecemasan, ini berarti semakin besar dukungan sosial yang diterima, maka semakin rendah Tingkat kecmasan yang dialami. Temuan ini menekankan pentingnya peran dukungan sosial dalam mengelola kecemasan dan implikasinya sebagai rujukan referensi pada konteks komunitas marginal, dalam hal ini adalah disabilitas.
Work-Life Balance Pada Wanita Karier Yang Menikah Muda Pratiwi, Elfira; Peristianto, Sheilla Varadhila; Efendy, Mamang
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 1 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i1.7964

Abstract

Dinamika kegiatan ekonomi saat ini, wanita karier tidak hanya menargetkan pencapaian kemandirian finansial melalui pengembangan karier, tetapi juga berperan signifikan dalam mendorong roda perekonomian. Namun, tantangan muncul ketika wanita karier memilih untuk menikah, khususnya di usia muda, di mana proses penyesuaian diri dengan peran baru sebagai istri dan ibu seringkali menimbulkan konflik dan tekanan. Keseimbangan antara kehidupan dan pekerjaan ini disebut dengan work-life balance. Proposal penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran work-life balance pada wanita karier yang menikah muda. Dalam penelitian ini menggunakan tipe penelitian kualitatif dengan menggunakan metode pendekatan fenomenologi. Pengambilan sample dalam penelitian kualitatif menggunakan purposive sampling. Teknik penggalian data yang digunakan adalah teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Proses pengumpulan data dilakukan dengan mewawancarai 3 wanita karier yang menikah muda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Subjek KR dan T memiliki Work-Life Balance yang baik dalam menyeimbangkan peran yang dijalaninya sedangkan, subjek S belum memiliki work-life balance yang baik terlihat masih terfokus hanya dalam satu pekerjaan dan seringkali keteteran dalam menjalankan tugas sebagai wanita karier dan ibu rumah tangga.