Abstrak Jurnal ini berisi tentang pendampingan pembuatan NIB dan P-IRT bagi pelaku UMKM di Desa Ranugedang, Kabupaten Probolinggo. Pembuatan kedua izin sertifikat ini dilakukan secara online melalui sistem OSS (Online Single Submssion). Izin sertifikat ini bermanfaat untuk meningkatkan kredibilitas usaha, memperluas pemasaran dan menumbuhkan kepercayaan konsumen. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan pendampingan legalitas ini adalah observasi, wawancara dan triangulasi data, dengan menggunakan teknik pengumpulan data yang dilaksanakan kurang lebih selama satu bulan. Sasaran kegiatan adalah pelaku UMKM Desa Ranugedang yang belum memiliki NIB dan P-IRT. Kegiatan ini melibatkan lima pelaku UMKM. Hasil yang dicapai selama kegiatan berlangsung, yaitu pembuatan NIB kepada dua pelaku usaha dan pembuatan P-IRT kepada lima pelaku usaha, serta berhasil memeperluas pemasaran ke beberapa pusat oleh-oleh di Kota Probolinggo, yaitu Bolinggo, Dewi Rengganis dan tempat wisata Songa Rafting. Dengan demikian, pembuatan NIB dan P-IRT dapat dijadikan sebagai strategi bagi pelaku usaha makanan rumahan untuk mengembangkan usahanya secara berkelanjutan. Kata kunci: NIB; P-IRT; pengabdian; strategi pemasaran; produk UMKM Abstract This journal discusses the assistance provided in obtaining NIB and P-IRT for Micro, Small, and Medium Enterprises operators in Ranugedang Village, Probolinggo Regency. The process of acquiring these two certificates was conducted online through the OSS system. These certificates are beneficial for enhancing business credibility, expanding marketing opportunities, and fostering consumer trust. The methods used in implementing this legal assistance included observation, interviews, and data triangulation, with data collection techniques carried out over approximately one month. The target participants of this activity were MSME in Ranugedang Village who had not yet obtained NIB and P-IRT. The activity involved five MSME operators. The results achieved during the activity included the issuance of NIBs for two business operators and P-IRT certificates for five business operators, as well as the successful expansion of marketing to several souvenir centers in Probolinggo City, namely Bolinggo, Dewi Rengganis, and the Songa Rafting tourist destination. Thus, the processing of NIB and P-IRT can be used as a strategy for home-based food business owners to develop their business in a sustainable manner. Keywords: NIB; P-IRT; community service; marketing strategy; SME product