Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Dampak Masalah Gizi Ganda Terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Benua Asia: Tinjauan Pustaka Syafitri, Anzilika Avia; Khabibi, Arsila; Venaprilla, Syarifa Gadis; Puspikawati, Septa Indra
Calvaria Medical Journal Vol 3 No 1 (2025): Edisi Juni 2025
Publisher : Institute for Research and Community Services (LPPM) of University of Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30742/cmj.v3i1.194

Abstract

Latar belakang: Masalah gizi ganda, yang mencakup kekurangan gizi (under-nutrition) dan kelebihan gizi (over-nutrition), telah menjadi tantangan global yang semakin mengkhawatirkan. Beban gizi ganda tidak hanya berdampak pada kesehatan individu tetapi juga memiliki konsekuensi ekonomi dan sosial yang luas. Asia menyumbang 70% kasus wasting dan 52% kasus stunting global pada anak, terutama di negara berpenghasilan rendah. Tujuan: Untuk memahami dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi terutama di negara-negara Asia. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kajian pustaka sistematis untuk merangkum dan menganalisis berbagai penelitian yang relevan dengan topik tertentu. Dalam penelitian ini, pencarian literatur dilakukan dengan menggunakan pedoman PRISMA. Pencarian dilakukan melalui basis data Science Direct dan Google Scholar. Setelah proses seleksi, tersisa 15 artikel yang dianalisis lebih lanjut berdasarkan judul, penulis, tahun publikasi, metode, dan hasil penelitian. Hasil: Masalah gizi ganda memberikan dampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Asia, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Studi menunjukkan bahwa tingginya prevalensi stunting dapat menyebabkan kerugian ekonomi sekitar 2-3% dari PDB setiap tahun. Kesimpulan: Dengan demikian, masalah gizi ganda tidak hanya berdampak pada kesehatan individu, tetapi juga menjadi hambatan besar bagi pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Untuk mengatasi masalah gizi ganda yang berdampak pada pertumbuhan ekonomi di Asia, diperlukan strategi komprehensif yang melibatkan berbagai pihak, termasuk pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat.
Sosialisasi CERDAS (Cegah Rokok, Dukung Anak Sehat) di SDN 1 Licin Banyuwangi Septiani, Cindi Tri; Sari , Jayanti Dian Eka; Hidayat, Nadranabila Intani; Wulandari, Ni Putu Citra; Alifia, Hilyana; Fitriana, Destia Ika; Khabibi, Arsila; Siswoko, Kezia Cathrine; Anggreana, Heca; Arizahro, Lia Nita; Muttaqien, Asma Fajar
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 5 No. 2 (2026): Mei
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/bnvj1d36

Abstract

Upaya menjaga dan meningkatkan kesehatan siswa di sekolah memerlukan peran aktif pemerintah,terutama dalam menangani masalah kebiasaan merokok yang kini semakin marak di kalangan anak-anak dan remaja. Untuk mengatasi hal ini, penting untuk memberikan edukasi sejak dini tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan bahaya rokok bagi kesehatan. Tujuan kegiatan sosialisasi ini dilaksanakan guna menumbuhkan kesadaran serta pemahaman peserta didik tingkat sekolah dasar mengenai nilai penting menjaga kebersihan diri dan lingkungan sekitar, menerapkan pola hidup sehat, serta memahami bahaya merokok bagi kesehatan, sehingga siswa dapat mengimplementasikan PHBS dalam aktivitas sehari-hari. Metode menggunakan pendekatan ceramah interaktif yang dilengkapi dengan media visual dan eksperimen bahaya merokok untuk menarik minat peserta. Untuk mengukur pemahaman siswa digunakan metode One Group Pretest-Posttest Design guna mengevaluasi hasil sosialisasi tersebut. Berdasarkan hasil kegiatan menunjukkan peningkatan dalam pemahaman peserta didik, dengan rata-rata skor pre-test (70,30) meningkat menjadi (91,21) pada post-test.  Temuan ini menunjukkan bahwa kegiatan sosialisasi yang dilakukan mampu meningkatkan pengetahuan siswa terkait PHBS dan bahaya merokok. Oleh karena itu, program edukasi kesehatan di sekolah perlu dilaksanakan secara berkelanjutan dengan dukungan sekolah, masyarakat, dan pemerintah melalui penguatan program promosi kesehatan serta penyediaan sarana edukasi yang memadai guna mendorong terbentuknya perilaku hidup sehat sejak dini.