Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PEMANFAATAN SITUS GUNUNG JAMBU SEBAGAI SUMBER BELAJAR SEJARAH MATERI KERAJAAN HINDU DAN BUDHA (Studi Kasus Kelas X Di MA EL–Bayan Majenang) Astridha, Fanny; Kusmayadi, Yadi; Ratih, Dewi
J-KIP (Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan) Vol 6, No 2 (2025): JUNI
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/j-kip.v6i2.18894

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meneliti cagar budaya yang berada di Kecamatan Wanareja, Kabupaten Cilacap, Provinsi Jawa Tengah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara, dan dokumentasi/kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pembelajaran Sejarah di MA EL-Bayan Majenang cenderung menggunakan metode ceramah. Sumber Belajar yang dipakai oleh Guru juga hanya dari buku paket yang di sediakan oleh sekolah. Pemanfaatan Situs Gunung Jambu sebagai Sumber Belajar Sejarah dilakukan dengan menggunakan media Power Point sebagai alat bantu Pembelajaran Sejarah di Kelas. Kendala yang dihadapi dalam Pemanfaatan Situs Gunung Jambu sebagai Sumber Belajar adalah keterbatasan materi mengenai Situs Gunung Jambu, Kendala selanjutnya adalah keberadaan Situs Gunung Jambu yang berada di Puncak Gunung Jambu sehingga menyebabkan Peserta Didik tidak bisa melihat secara langsung Situs Gunung Jambu. Upaya yang dilakukan mengenai kendala tersebut adalah memaksimalkan materi dengan menjadikan sumber dari jurnal sebagai bahan ajar.Kata Kunci: Situs Gunung Jambu, Sumber Belajar, Sejarah
Tradisi Pengelolaan Tata Ruang Kampung Kuta Desa Karangpaninggal Kecamatan Tambaksari Kabupaten Ciamis Ratih, Dewi; Sudarto, Sudarto; Kusmayadi, Yadi; Nia, Ine Sinta; Astridha, Fanny; Alpian, Muhamad; Rahmillah, Salma
Jurnal Artefak Vol 13, No 1 (2026): April
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ja.v13i1.23902

Abstract

This study examines the spatial management traditions of the Kampung Kuta indigenous community in Ciamis, exploring the underlying cultural values and their implications for environmental sustainability. Using a qualitative descriptive case study approach, data were collected through observations, interviews, and documentation. The results reveal that Kampung Kuta’s spatial system is governed by local wisdom known as pamali, which functions as both a social norm and a spatial regulation. These rules dictate the use of natural materials for stilt houses and uniform settlement patterns that reflect simplicity and social cohesion. Furthermore, the strictly preserved sacred forest plays a vital role in maintaining ecosystem balance and water conservation. The study concludes that these traditions form an integrated socio-cultural and ecological system that serves as a model for sustainable spatial planning. Pamali operates simultaneously across normative, symbolic, and ecological dimensions, offering valuable insights for modern sustainable management.