Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Evolusi Kurikulum Pesantren Musthafawiyah Mandailing Natal, 1915-2025 Bestli, Alpha; Rajaguk Guk, Dicky Alexander; Ramdani, Heri Agung; Damanik, Juan Andrian; Armadhany, Rofly; Sembiring, Quia Natasya br
Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary Vol 3, No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jerumi.v3i1.6473

Abstract

Pondok pesantren Musthafawiyah di Mandailing Natal merupakan salah satu lembaga pendidikan Islam tertua di Sumatera Utara yang telah mengalami perkembangan signifikan sejak abad ke-20 hingga kini. Penelitian ini bertujuan untuk: mengkaji transformasi kurikulum dan tradisi keilmuan yang diterapkan seiring perubahan zaman. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan historis dan analisis isi terhadap sumber-sumber primer dan sekunder terkait pesantren tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Pesantren Musthafawiyah didirikan pada awal abad ke-20 oleh Syekh Musthafa Husein al-Mandaili dan telah berkembang dari lembaga tradisional menjadi pesantren modern dengan integrasi sistem pendidikan formal dan nonformal. (2) Kurikulum pesantren mengalami diversifikasi, dari fokus utama pada ilmu agama (tafsir, fiqh, tasawuf) hingga memasukkan ilmu umum, teknologi, dan keterampilan sebagai respons terhadap tuntutan era globalisasi.
Evolusi Kurikulum Pesantren Musthafawiyah Mandailing Natal, 1915-2025 Bestli, Alpha; Rajaguk Guk, Dicky Alexander; Ramdani, Heri Agung; Damanik, Juan Andrian; Armadhany, Rofly; Sembiring, Quia Natasya br
Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary Vol 3, No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jerumi.v3i1.6473

Abstract

Pondok pesantren Musthafawiyah di Mandailing Natal merupakan salah satu lembaga pendidikan Islam tertua di Sumatera Utara yang telah mengalami perkembangan signifikan sejak abad ke-20 hingga kini. Penelitian ini bertujuan untuk: mengkaji transformasi kurikulum dan tradisi keilmuan yang diterapkan seiring perubahan zaman. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan historis dan analisis isi terhadap sumber-sumber primer dan sekunder terkait pesantren tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Pesantren Musthafawiyah didirikan pada awal abad ke-20 oleh Syekh Musthafa Husein al-Mandaili dan telah berkembang dari lembaga tradisional menjadi pesantren modern dengan integrasi sistem pendidikan formal dan nonformal. (2) Kurikulum pesantren mengalami diversifikasi, dari fokus utama pada ilmu agama (tafsir, fiqh, tasawuf) hingga memasukkan ilmu umum, teknologi, dan keterampilan sebagai respons terhadap tuntutan era globalisasi.
VOC dan Kolonialisme Hindia Belanda: Warisan Sejarah dan Implikasi bagi Nasionalisme Indonesia Sinambela, Indah Natalia; Siboro, Jenifer Mauli Stefani; Tarigan, Riana Debora Br; Armadhany, Rofly
Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary Vol 3, No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jerumi.v3i2.7161

Abstract

Vereenigde Oost-Indische Compagnie (VOC) hadir di Nusantara sejak awal abad ke-17 dengan tujuan utama menguasai perdagangan rempah-rempah. Namun, dalam perjalanannya VOC tidak hanya berfungsi sebagai perusahaan dagang, melainkan juga sebagai kekuatan politik dan militer yang menancapkan pengaruh mendalam dalam kehidupan masyarakat lokal. Melalui sistem monopoli perdagangan, pengendalian wilayah strategis, serta intervensi terhadap kerajaan-kerajaan lokal, VOC meletakkan fondasi awal kolonialisme yang kelak dilanjutkan oleh pemerintahan Hindia Belanda. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji warisan sejarah VOC dalam konteks kolonialisme serta implikasinya terhadap tumbuhnya nasionalisme Indonesia. Kajian dilakukan melalui pendekatan kualitatif dengan analisis literatur dari sumber-sumber akademik terkini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun VOC identik dengan praktik monopoli, korupsi, dan eksploitasi, keberadaannya juga secara tidak langsung mendorong perubahan struktural dalam bidang ekonomi, sosial, dan politik. Proses interaksi tersebut menjadi latar penting bagi munculnya kesadaran kolektif masyarakat untuk menentang kolonialisme. Temuan ini memperlihatkan bahwa VOC bukan hanya simbol kolonialisme awal, tetapi juga aktor historis yang meninggalkan jejak panjang dalam dinamika masyarakat Indonesia. Implikasi dari warisan VOC tercermin pada lahirnya kesadaran nasional yang berujung pada perjuangan kemerdekaan. Dengan demikian, studi ini berkontribusi dalam memperkaya pemahaman tentang akar-akar kolonialisme sekaligus bagaimana bangsa Indonesia menemukan identitas dan semangat persatuan dari pengalaman sejarahnya.