Vereenigde Oost-Indische Compagnie (VOC) hadir di Nusantara sejak awal abad ke-17 dengan tujuan utama menguasai perdagangan rempah-rempah. Namun, dalam perjalanannya VOC tidak hanya berfungsi sebagai perusahaan dagang, melainkan juga sebagai kekuatan politik dan militer yang menancapkan pengaruh mendalam dalam kehidupan masyarakat lokal. Melalui sistem monopoli perdagangan, pengendalian wilayah strategis, serta intervensi terhadap kerajaan-kerajaan lokal, VOC meletakkan fondasi awal kolonialisme yang kelak dilanjutkan oleh pemerintahan Hindia Belanda. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji warisan sejarah VOC dalam konteks kolonialisme serta implikasinya terhadap tumbuhnya nasionalisme Indonesia. Kajian dilakukan melalui pendekatan kualitatif dengan analisis literatur dari sumber-sumber akademik terkini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun VOC identik dengan praktik monopoli, korupsi, dan eksploitasi, keberadaannya juga secara tidak langsung mendorong perubahan struktural dalam bidang ekonomi, sosial, dan politik. Proses interaksi tersebut menjadi latar penting bagi munculnya kesadaran kolektif masyarakat untuk menentang kolonialisme. Temuan ini memperlihatkan bahwa VOC bukan hanya simbol kolonialisme awal, tetapi juga aktor historis yang meninggalkan jejak panjang dalam dinamika masyarakat Indonesia. Implikasi dari warisan VOC tercermin pada lahirnya kesadaran nasional yang berujung pada perjuangan kemerdekaan. Dengan demikian, studi ini berkontribusi dalam memperkaya pemahaman tentang akar-akar kolonialisme sekaligus bagaimana bangsa Indonesia menemukan identitas dan semangat persatuan dari pengalaman sejarahnya.
Copyrights © 2025