Azmi Wiantina, Nur
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PROFIL TUGAS PERKEMBANGAN SISWA SD SHIGOR DAARUL QUR’AN PUTRA Jauhar Nafisah, Syifa; Azmi Wiantina, Nur; Putri Kartika Dewi, Nirmala
JIEGC Journal of Islamic Education Guidance and Counselling Vol. 4 No. 1 (2023): JIEGC Journal of Islamic Education Guidance and Counselling
Publisher : Institut Daarul Qur'an Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51875/jiegc.v4i2.256

Abstract

Penelitian ditujukan untuk mengetahui gambaran profil capaian tugas perkembangan siswa kelas IV SD Shigor Daarul Qur’an pada sepuluh aspek tugas perkembangan. Desain pada penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian melibatkan 16 siswa kelas IV. Instrumen yang digunakan sebagai pengumpul data yaitu Inventori Tugas Perkembangan (ITP) kemudian dilakukan analisis data menggunakan software ATP. Hasil penelitian menunjukkan gambaran profil siswa kelas IV berada pada tingkat perlindungan diri (pld) dengan rata-rata tingkat perkembangan 2,96. Olehkarena itu, perlu ada tindak lanjut dari hasil temuan lapangan melalui kegiatan bimbingan dan konseling yang tepat agar siswa mampu mencapai tingkat perkembangan konformistik (kon) hingga sadar diri (sdi)
MENERAPKAN NILAI-NILAI MULTIKULTURAL DI PESANTREN Fadzilah, Sarah; Azmi Wiantina, Nur
JIEGC Journal of Islamic Education Guidance and Counselling Vol. 4 No. 1 (2023): JIEGC Journal of Islamic Education Guidance and Counselling
Publisher : Institut Daarul Qur'an Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51875/jiegc.v4i1.271

Abstract

Peran Pesantren sebagai lembaga pendidikan keagamaan diharapkan mampu memberikan ilmu keislaman dan nilai-nilai lingkungan. Baik santri laki-laki maupun perempuan memiliki pandangan ekologi di Pesantren lintas budaya organisasi. Unsur budaya organisasi Pesantren yang digunakan untuk meningkatkan kesadaran ekologis di kalangan santri diimplementasikan melalui fenomena verbal dan perilaku. Jika budaya organisasi Pesantren mendorong santri untuk ikut serta dalam pengelolaan masalah lingkungan hidup, maka kekurangannya adalah dalam pengelolaan lingkungan hidup terdapat semacam pembagian wilayah antara santri perempuan dan laki-laki akibat dari harmonisasi peran Pesantren.