Pongtiku, Arya Agung Permana
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

DAYA HAMBAT LARUTAN IRIGASI KUNYIT PUTIH (Curcuma Zedoaria) TERHADAP BAKTERI Enterococcus faecalis Paath, Stanny Linda; Aryanto, Mirza; Pongtiku, Arya Agung Permana
Jurnal Ilmiah dan Teknologi Kedokteran Gigi (JITEKGI) Vol 21, No 1 (2025): MEI 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/jitekgi.v21i1.5024

Abstract

Latar Belakang: Perawatan saluran akar bertujuan untuk menghilangkan bakteri dan mencegah terjadinya infeksi ulang. Namun, perawatan saluran akar bisa gagal karena bakteri di dalam akar, yaitu Enterococcus faecalis. Bakteri ini dapat dihilangkan dengan larutan NaOCl karena memiliki aktivitas antibakteri yang tinggi, tetapi memiliki kekurangan yaitu sitotoksik dengan aroma yang menyengat. Kunyit putih merupakan rempah-rempah dan sering digunakan sebagai obat tradisional. Ekstrak kunyit putih berpotensi menjadi alternatif bahan irigasi saluran akar karena mengandung bahan aktif yang bersifat antibakteri. Bahan dan Metode Penelitian: Penelitian dilakukan di 4 tempat berbeda yaitu laboratorium BPSI untuk pembuatan esktrak sampel kunyit putih, laboratorium kimia UI dan Yarsi untuk uji fitokimia, dan laboratorium bioteknologi PUSPIPTEK untuk uji daya hambat bakteri  Jenis penelitian eksperimental laboratorium yang menggunakan metode sumur/ zone well. Sampel berjumlah 28 sampel berupa biakan bakteri Enterococcus faecalis ATCC 29212 dalam media Mueller Hinton Agar (MHA). Empat kelompok perlakuan adalah ekstrak kunyit putih 80%, 100%, NaOCl 2,5%  dan akuades. Hasil Penelitian: Besar rata-rata daya hambat ekstrak kunyit putih (Curcuma zedoaria) konsentrasi 80% dan 100% adalah 1,69 mm dan 0,2686 mm, sedangkan pada NaOCl 2,5% sebesar 2,13 mm. Uji ANOVA  menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan  p=0,000 (p0,05). Pembahasan: Ekstrak Curcuma zedoaria 80% memiliki daya hambat terhadap E. faecalis yang lebih tinggi dibandingkan konsentrasi 100%. Makin tinggi konsentrasi tidak membuat daya hambatnya makin tinggi karena dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti difusi pada media agar dan tidak stabilnya ekstrak.  Kesimpulan: Ekstrak kunyit putih memiliki daya hambat yang rendah terhadap bakteri Enterococcus faecalis ATCC 29212 dibandingkan NaOCl 2,5%.