Putri, Nabila Athayazahra
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

GAMBARAN POSISI GIGI IMPAKSI MOLAR KETIGA DENGAN KANALIS MANDIBULA BERDASARKAN USIA DAN JENIS KELAMIN Kurniati, Novi; Putri, Nabila Athayazahra
Jurnal Ilmiah dan Teknologi Kedokteran Gigi (JITEKGI) Vol 21, No 1 (2025): MEI 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/jitekgi.v21i1.4483

Abstract

Latar Belakang: Gigi molar ketiga merupakan gigi yang paling sering mengalami impaksi. Perawatan gigi impaksi dapat dilakukan dengan odontektomi. Odontektomi dapat mengakibatkan komplikasi seperti cedera saraf (2,6%-30,9%) akibat kurangnya pengetahuan terhadap hubungan akar gigi molar ketiga dengan kanalis mandibula. Mengetahui posisi gigi impaksi molar ketiga melalui radiografi panoramik sangat penting untuk mengurangi komplikasi yang akan terjadi untuk mengetahui hubungan antara gigi impaksi dengan kanalis mandibula menurut Rood dan Shehab. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran posisi gigi impaksi molar ketiga dengan kanalis mandibula berdasarkan usia dan jenis kelamin. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional dengan desain penelitian cross sectional menggunakan teknik total sampling. Sampel dari penelitian ini adalah seluruh data foto radiografi panoramik RSKGM-P UPDM(B) dari bulan Juli 2023 hingga Januari 2024  sebanyak 387 gigi dari 206 foto radiografi panoramik digital. Hasil: Dari 387 gigi impaksi molar ketiga rahang bawah, sebanyak 310 gigi berelasi dengan kanalis mandibula. Pada perempuan sebanyak 239 gigi (81,8%) dan pada laki-laki sebanyak 71 gigi (74,4%). Relasi paling banyak adalah relasi A atau akar menggelap sebanyak 180 gigi (46,5%). Kesimpulan: Prevalensi gigi impaksi yang berelasi dengan kanalis mandibula adalah sebesar 80,1% dan relasi yang paling sering ditemukan adalah akar menggelap (46,5%). Tingkat kejadian berdasarkan jenis kelamin lebih banyak pada perempuan dengan relasi akar menggelap (75%) dan tingkat kejadian berdasarkan usia paling banyak terjadi pada usia 24 tahun dengan relasi akar menggelap (36,1%).