Saleh Nasution, Rachmad
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Evaluasi Peran Dewan Pengawas Syariah di Indonesia Hamka Lubis, Rusdi; Saleh Nasution, Rachmad
Al-Tasyree: Jurnal Bisnis, Keuangan dan Ekonomi Syariah Vol. 15 No. 02 (2023): Al-Tasyree: Jurnal Bisnis, Keuangan dan Ekonomi Syariah
Publisher : Prodi Ekonomi Syariah, Fakultas Syariah dan Hukum, Universitas PTIQ Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59833/c3e0sz28

Abstract

This research discusses the evaluation of the Sharia Supervisory Board's (DPS) role in the context of Islamic finance in Indonesia through a bibliometric approach. The research focuses on the development of literature related to DPS and its impact on Islamic finance. The rapidly evolving literature in Islamic finance (Siddiqui, 2016; Hasan, 2014) highlights the need for evaluating the role of DPS to ensure its effectiveness (Hasan et al., 2020). The study employs bibliometric methods to identify research trends, main topics, and the impact of literature on DPS. Key references include Siddiqui's work (2016) on the development of Islamic finance in Southeast Asia and Hasan's study (2014) on Sharia governance in Islamic banks. Additionally, Khan (2018) and Kettell (2011) provide indepth insights into Islamic business ethics and the introduction of Islamic finance. Research findings from this analysis reveal literature gaps and affirm the relevance of bibliometric methods in measuring research impact, identifying trends, and addressing literature gaps. The implications support further research development with a focus on underexplored aspects, including regional exploration and cross-country comparisons. Recommendations involve developing alternative evaluation methods, practitioner case studies, and contributions to policy development related to the role of DPS, utilizing specific performance indicators, and exploring technology implementation in the context of Islamic finance. These suggestions are expected to guide future researchers in developing more indepth and relevant studies in this continuously evolving domain.
Analisis Yuridis Kontrak Sewa Menyewa atau Jual Beli Akun Bisnis E-Commerce Di Indonesia Alif Pratama, Dito; Saleh Nasution, Rachmad
Al-Tasyree: Jurnal Bisnis, Keuangan dan Ekonomi Syariah Vol. 16 No. 01 (2024): Al-Tasyree: Jurnal Bisnis, Keuangan dan Ekonomi Syariah
Publisher : Prodi Ekonomi Syariah, Fakultas Syariah dan Hukum, Universitas PTIQ Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59833/xj40v385

Abstract

Penelitian Penelitian ini mengkaji dampak hukum dan ekonomi dari praktik sewa menyewa akun bisnis e-commerce dari perspektif yuridis dan syariah. Analisis menunjukkan bahwa regulasi hukum yang ada saat ini belum sepenuhnya mengakomodasi kompleksitas praktik ini. Meskipun UU ITE dan peraturan terkait transaksi elektronik memberikan kerangka dasar, kekurangan spesifikasi mengenai sewa menyewa akun menyebabkan ketidakpastian hukum bagi penyewa dan pemilik akun. Penyewa menghadapi risiko pelanggaran kontrak dan masalah hukum terkait penggunaan identitas pihak lain, sementara pemilik akun dapat kehilangan kontrol atas aktivitas akun mereka dan menghadapi konsekuensi hukum dari tindakan penyewa. Banyak pelaku bisnis mengabaikan atau tidak sepenuhnya mematuhi peraturan karena kurangnya penegakan hukum yang efektif dan jelas. Dari perspektif ekonomi, sewa menyewa akun bisnis e-commerce menawarkan manfaat signifikan bagi kedua belah pihak. Penyewa dapat mengakses pasar yang lebih luas dan meningkatkan kredibilitas bisnis mereka, sementara pemilik akun mendapatkan pendapatan pasif dari biaya sewa. Namun, risiko kerugian finansial tetap ada jika akun yang disewa mengalami masalah atau diblokir oleh platform e-commerce. Pemilik akun juga berisiko kehilangan pendapatan jika akun mereka diblokir akibat pelanggaran oleh penyewa. Pandangan ulama ekonomi syariah menekankan kejujuran dan keadilan dalam transaksi, menghindari ketidakpastian (gharar). Hadis melarang jual beli yang mengandung gharar (HR. Muslim). Regulasi seperti UU ITE dan UU Perlindungan Konsumen juga melarang akses ilegal dan transaksi menyesatkan. Penelitian ini menyoroti pentingnya regulasi yang lebih spesifik dan perlindungan hukum yang lebih kuat. Kepatuhan terhadap regulasi perlu ditingkatkan, serta kontrak yang jelas dan mekanisme perlindungan finansial harus disusun untuk mengelola risiko. Dengan demikian, praktik sewa menyewa akun bisnis e-commerce dapat berjalan lebih aman dan efisien, memberikan manfaat ekonomi optimal bagi semua pihak yang terlibat.