S.ST., M.Kes, Irmawati
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

FAKTOR KEJADIAN ABORTUS DI RUMAH SAKIT TADJUDDIN CHALID MAKASSAR TAHUN 2022 S.ST., M.Kes, Irmawati
Public Health and Medicine Journal Vol 1 No 3 (2023): PAMA Edisi Oktober
Publisher : Institute Laboratory of Research and Statistics Centre

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abortus merupakan masalah dunia yang mempengaruhi kesehatan, kesakitan dan kematian serta kelangsungan reproduksi wanita. Survei Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI) 2013 menunjukkan, angka kematian ibu (AKI) meningkat dari tahun-tahun sebelumnya yaitu mencapai 359 per 100.000 kelahiran hidup. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kejadian abortus di Rumah Sakit Tadjuddin Chalid Makassar Periode Januari-Desember 2022. Jenis penelitian yang digunakan adalah metode survey deskriptif hal ini dimaksudkan untuk melihat faktor-faktor yang mempengaruhi abortus di Rumah Sakit Tadjuddin Chalid Makassar Periode Januari- Desember 2022. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu hamil yang dirawat di Rumah Sakit Tadjuddin Chalid Makassar periode Januari-Desember Tahun 2022. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 675 ibu yang melahirkan di Rumah Sakit Tadjuddin Chalid Makassar Periode Januari-Desember 2022, yang mengalami kejadian abortus ternyata yaitu 276 kasus (40, 89%) dan yang tidak mengalami abortus yaitu 399 kasus (59,11%), dari 276 kasus abortus ternyata angka tertinggi dari faktor umur ibu adalah pada umur < 20 Tahun dan > 35 Tahun sebanyak 179 kasus (64,86%) dan yang terendah pada umur 20-35 tahun sebanyak 97 kasus (35,14%), faktor tingkat pendidikan ibu adalah tingkat pendidikan SLTP yaitu sebanyak 155 kasus (56,16%), sedangkan yang terendah pada tingkat pendidikan SLTA yaitu sebanyak 121 kasus (43,84%), dan didapatkan dari 31 kasus abortus ternyata angka tertinggi dari faktor paritas ≥ 4 yaitu sebanyak 165 kasus (59,78%), dan terendah pada paritas < 3 yaitu sebanyak 8 kasus (40,22%).