Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peran Lingkungan Sosial Dalam Penanganan Anak Tuna Wicara Menggali Keterlibatan Komunitas Dan Dukungan Kaluarga Wijaya, Sastra; Sopiaturida, Siti; Sulistiawati, Sulistiawati; Fadliansyah, Fauzi; Roji, Muhamad Abdul
Sulawesi Tenggara Educational Journal Vol 5 No 1: April (2025)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54297/seduj.v5i1.865

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mengumpulkan data langsung dan bisa memperluas wawasan mahasiswa/i calon tentang penanganan anak tuna wicara. Penelitian ini memberikan sebuah tantangan yang dihadapi oleh guru dalam mencegah bullying, yang sering terjadi pada faktor lingkungan sekolah. Penelitian terhadap penanganan anak yang berkebutuhan khusus, yang mencakup pertumbuhan otak, dan kesehatan mental, menjadi sangat penting untuk memahami kebutuhan anak pada pendidikan inklusi dan menciptakan sebuah tantangan yang mendukung kebutuhan anak tuna wicara yang baik. Hasil penelitian ini disusun oleh kelompok 6 sebagai bagian dari tugas mata kuliah pendidikan inklusi. Penelitian ini menjelaskan pentingnya menangani anak tuna wicara dengan lingkungan sosial yang baik. Gambaran umum penelitian akan diberikan. Hal ini menekankan pentingnya pendidikan inklusif dalam menciptakan kesempatan yang sama bagi anak-anak berkebutuhan khusus, terutama mereka yang memiliki keterbatasan bahasa. Penelitian ini merupakan studi kasus yang dilaksanakan di SDN Batok Bali kota Serang yang fokus pada karakteristik anak gangguan bahasa dan bagaimana guru menyikapi anak tersebut. Metode penelitian meliputi pendekatan kualitatif seperti wawancara, observasi, dan dokumentasi. Studi ini juga menyelidiki tantangan yang dihadapi oleh guru ketika menangani anak-anak dengan gangguan bahasa dan bertujuan untuk memberikan wawasan guna meningkatkan pendidikan dan dukungan bagi anak-anak tersebut dalam lingkungan inklusif.
Penerapan Model Pembelajaran Diskusi Untuk Meningkatkan Aktivitas dan Pemahaman Siswa dalam Pembelajaran IPAS di SDN Bendungan 1 Cilegon ., Siti Sopiaturida; Hummaira, Salwa Tsabitah; Sulistiawati, Sulistiawati; Roji, Muhamad Abdul; ., Empat Sunisti; ., Henny Setiani
Sulawesi Tenggara Educational Journal Vol 5 No 2: Agustus (2025)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54297/seduj.v5i2.1236

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara menyeluruh berbagai model pembelajaran yang dapat diterapkan dalam dunia pendidikan, khususnya pada jenjang sekolah dasar dan menengah. Model pembelajaran merupakan kerangka konseptual yang digunakan guru untuk merancang proses pembelajaran secara sistematis dan terarah demi mencapai tujuan pendidikan. Dalam artikel ini, penulis membahas beberapa model utama seperti model pembelajaran langsung, model pembelajaran tidak langsung, model pembelajaran berbasis diskusi dalam kerangka Problem Based Learning (PBL), model pembelajaran kooperatif, dan model pembelajaran kontekstual. Setiap model dianalisis berdasarkan karakteristik utama, tahapan pelaksanaan, peran guru dan siswa, serta kelebihan dan keterbatasannya. Misalnya, model pembelajaran langsung lebih cocok untuk materi yang bersifat faktual dan prosedural, sedangkan model pembelajaran berbasis masalah mendorong keterampilan berpikir kritis dan pemecahan masalah. Selain itu, model kooperatif seperti Think-Pair-Share, Jigsaw, dan Numbered Heads Together dinilai mampu meningkatkan kolaborasi dan partisipasi aktif siswa dalam proses pembelajaran. Pentingnya pemilihan model pembelajaran yang tepat berdasarkan konteks kelas, gaya belajar siswa, serta tujuan pembelajaran yang ingin dicapai. Penyesuaian strategi pembelajaran terhadap kebutuhan siswa dan lingkungan belajar akan memberikan dampak signifikan terhadap motivasi, keaktifan, dan hasil belajar siswa. Dengan demikian, pemahaman mendalam terhadap ragam model pembelajaran dapat menjadi bekal penting bagi guru dalam merancang pembelajaran yang efektif, menarik, dan bermakna.