Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Pemberdayaan Kelompok Tani dalam Meningkatkan Hasil Panen Melalui Penerapan Teknologi Pompa Air Berbasis Energi Terbarukan Zuraidah Tharo; Maimunah Siregar; Eka Umi Kalsum
COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 8 (2024): COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/comserva.v4i8.2744

Abstract

Peningkatan hasil panen merupakan salah satu tujuan utama dalam pertanian yang berkelanjutan. Salah satu cara untuk mencapai tujuan tersebut adalah dengan memberdayakan kelompok tani melalui penerapan teknologi yang ramah lingkungan. Program ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pemberdayaan kelompok tani dalam meningkatkan hasil panen melalui penerapan teknologi pompa air berbasis energi terbarukan. Teknologi ini memanfaatkan sumber daya alam yang dapat diperbaharui, seperti energi surya, sebagai sumber energi utama untuk menggerakkan pompa air yang digunakan dalam irigasi lahan pertanian. Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi sosialisasi, pelatihan, pendampingan teknis, serta monitoring implementasi teknologi pada kelompok tani yang menjadi objek pada program ini. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa penerapan teknologi pompa air berbasis energi terbarukan tidak hanya mampu meningkatkan produktivitas pertanian secara signifikan, tetapi juga mengurangi biaya operasional yang dikeluarkan oleh petani. Di samping itu, teknologi ini membantu meningkatkan kesadaran petani terhadap pentingnya energi terbarukan dan keberlanjutan lingkungan. Pemberdayaan kelompok tani melalui pendekatan teknologi ini diharapkan dapat menjadi solusi yang efektif dalam menghadapi tantangan pertanian modern dan mendukung ketahanan pangan jangka panjang
Sistem Pakar Diagnostik Penyakit Pohon Aren dengan Pendekatan Certainty Factor Nadya Andhika Putri; Maimunah Siregar; Ika Devi Perwitasari; Siska Mayasari
Jurnal Minfo Polgan Vol. 13 No. 2 (2024): Artikel Penelitian
Publisher : Politeknik Ganesha Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33395/jmp.v13i2.14256

Abstract

Pohon aren (Arenga pinnata) merupakan salah satu tanaman penting dalam sektor pertanian yang memiliki nilai ekonomi tinggi di berbagai wilayah. Namun, produksi dan kualitas pohon aren sering kali terganggu oleh serangan penyakit. Proses identifikasi dan diagnosis penyakit pada pohon aren memerlukan keahlian khusus yang seringkali tidak dimiliki oleh semua petani atau tenaga ahli di lapangan. Oleh karena itu, sistem pakar berbasis teknologi dapat menjadi solusi efektif dalam memberikan diagnosis awal serta rekomendasi pengendalian penyakit.Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem pakar diagnostik penyakit pada pohon aren menggunakan metode certainty factor (CF). Metode CF dipilih karena mampu mengukur derajat kepastian dalam penentuan diagnosis berdasarkan gejala yang teramati, sehingga menghasilkan output diagnosis yang lebih akurat dan sesuai dengan kondisi nyata di lapangan. Sistem pakar ini dirancang untuk menganalisis berbagai gejala yang diinput pengguna dan memberikan kemungkinan jenis penyakit serta tingkat keparahan berdasarkan nilai CF yang dihitung dari aturan dan bobot kepercayaan pakar.Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem pakar ini mampu mengidentifikasi jenis penyakit pohon aren dengan tingkat akurasi yang baik, serta memberikan kemudahan bagi pengguna dalam mengakses informasi terkait gejala dan solusi pengendalian penyakit. Diharapkan, sistem pakar ini dapat membantu petani dan penyuluh pertanian dalam melakukan diagnosis dini, sehingga langkah-langkah pencegahan dan penanganan penyakit dapat diterapkan dengan lebih tepat.
Response of Celery Plant Growth and Production (Apium Graveolens L.) to Liquid Organic Fertilizer Goat Urine Maimunah Siregar; Suryani Sajar; Brendy Matalauta gm
Journal of Information Technology, computer science and Electrical Engineering Vol. 1 No. 3 (2024): October 2024
Publisher : Yayasan Sinergi Multidimensi Kreatif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61306/jitcse.v1i3.87

Abstract

The increase in population has a great influence on the availability of land. As a result, there is a lot of degradation of productive land that should still be able to carry out agricultural activities. Along with the development of technology and the advancement of human civilization, humans began to look for solutions so that narrow yard land was still able to support family income. The purpose of this study is to determine the effect of liquid organic fertilizer of goat urine on the growth and production of Celery plants (Apium graveolens L.). The results of the study on the effect of the application of goat urine liquid organic fertilizer on the growth and production of celery plants had a real effect on the height of plants aged 1 and 2 MSPT, but had a very real effect on the age of 3 MSPT, The results of the variegated fingerprints showed a real effect on the application of goat urine liquid organic fertilizer on the number of seedlings, wet weight per sample and consumption weight per sample. Celery plants develop uniformly, thus allowing for better absorption of nutrients to encourage their growth. This shows that the application of Liquid Organic Fertilizer (POC) concentration is the most effective in encouraging plant growth and production
Pemanfaatan Kunyit Putih (Curcuma Alba) Sebagai Tanaman Obat Keluarga Di Desa Kelambir V Kebun Zamriyetti Zamriyetti; Refnizuida Refnizuida; Maimunah Siregar; Akhamad Rifai Lubis
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2021): April 2021
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jpstm.v1i1.653

Abstract

Abstract: Plants are a storehouse that has a million benefits including medicine for various diseases. Communities must have an awareness that grows along with the development of knowledge about their natural environment. Family Medicinal Plants (TOGA) are basically plants planted in the yard, garden or plot of land that are used as a place for cultivating medicinal plants in order to meet the family's need for medicines. Knowledge about the use of home yards by cultivating various medicinal plants is expected to increase public knowledge about the usefulness and efficacy of several medicinal plants that can be developed in the residential environment and can also be used to increase family income, at least it can be used to maintain family health. To be able to realize these expectations, community service activities are carried out in the form of: 1. Lectures and discussions. 2. Demonstration of making a health drink made from white turmeric. With this activity, it is hoped that the goals to be achieved at the end of the program, namely: "the community can optimize the use of their yards by cultivating family medicinal plants and can process them into nutritious drinks / foods" can be realized. Keywords: Medicinal plants; Utilization of the yard; White turmeric.  Abstrak: Tumbuhan adalah gudang yang memiliki sejuta manfaat termasuk untuk obat berbagai penyakit. Masyarakat harus memiliki kesadaran yang tumbuh seiring dengan berkembangnya pengetahuan tentang lingkungan alam mereka. Tanaman Obat Keluarga (TOGA) pada dasarnya adalah tanaman yang ditanam dihalaman rumah, kebun atau sebidang tanah yang dimanfaatkan sebagai tempat budidaya tanaman yang berkhasiat obat dalam rangka memenuhi kebutuhan keluarga akan obat-obatan. Pengetahuan tentang pemanfaatan pekarangan rumah dengan membudidayakan berbagai tanaman obat diharapkan dapat menambah pengetahuan masyarakat tentang kegunaan dan khasiat beberapa tanaman berkhasiat obat yang dapat dikembangkan pada lingkungan tempat tinggal dan juga dapat digunakan untuk menambah penghasilan keluarga, sekurang-kurangnya dapat digunakan untuk menjaga kesehatan keluarga. Untuk dapat mewujudkan harapan tersebut maka dilaksanakan kegiatan pengabdian pada masyarakat dalam bentukCeramah dan diskusi, Demonstrasi pembuatan minuman kesehatan berbahan dasar kunyit putih.  Dengan adanya kegiatan ini diharapkan tujuan yang ingin dicapai pada akhir program yaitu: “masyarakat dapat mengoptimalkan penggunaan lahan pekarangan dengan budidaya tanaman obat dan dapat mengolahnya menjadi minuman/makanan berkhasiat” dapat terwujud. Kata kunci : Kunyit putih; Pemanfaatan pekarangan; Tanaman obat.      
Efektivitas Aplikasi Pupuk Kascing dengan Berbagai Media Tanam terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Okra (Abelmoschus esculentus L.) Diana Ananta Syaputri; Najla Lubis; Maimunah Siregar
JINGLER : Jurnal Teknik Pengolahan Pertanian Vol. 4 No. 1 (2026): Juni : JINGLER : Jurnal Teknik Pengolahan Pertanian
Publisher : Politeknik Kampar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59061/jingler.v4i1.1542

Abstract

Okra (Abelmoschus esculentus L.) is a horticultural commodity with high economic potential, but its production in Indonesia is still not optimal. One of the obstacles in okra cultivation is the use of inappropriate planting media and less than optimal fertilization. This study aims to determine the effectiveness of vermicompost application with various planting media on the growth and production of okra plants. This study used a Factorial Randomized Block Design (RAK) consisting of 2 factors with 16 treatment combinations and 3 replications. Factor I is the planting media: K0 = topsoil / control; K1 = topsoil + TKKS (1:1); K2 = topsoil + rice husk (1:1); K3 = topsoil + rice husk charcoal (1:1). Factor II is the dose of vermicompost fertilizer consisting of 4 levels, namely M0 = (control / no treatment); M1 = 100 g / polybag; M2 = 200 g / polybag; M3 = 300 g / polybag. Observed parameters included plant height, stem diameter, number of fruits per plot, number of fruits per sample, fruit weight per plot, and fruit weight per sample. The results of this study indicate that the best growing medium treatment was the combination of K1 = topsoil + TKKS (1:1), which affected several growth parameters and fruit number. The vermicompost fertilizer treatment at a dose of 300 g/polybag (M3) consistently provided the best results for most plant growth and yields.