Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Kesalahan Berbahasa Lisan Yang Terdapat Di Media Sosial Sipahutar, Rani Aryani; Nucifera, Prima; Sara, Cut; Fitri, Madu; Sari, Hafriana
Jurnal Komposisi Vol 9, No 2 (2024): JURNAL KOMPOSISI
Publisher : Universitas Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53712/jk.v9i2.2512

Abstract

Tujuan dari penelitian ini  adalah untuk mengidentifikasi dan msnganalisis kesalahan berbahasa pada vidio di dalam media sosial, khusus nya tik tok. Dengan adanya penelitian ini , penulis berharap dapat menjadi sumber referensi perbaikan kesalahan berbahasa lisan pada vidio di media sosial tik tok . Metode penelitian kualitatif adalah metode yang digunakan untuk meneliti pada kondisi objek yang alamiah, dimana peneliti adalah sebagai instrumen kunci. Teknik analisis data dilakukan dengan cara: (1) Mencatat secara hati hati apa yang terjadi dalam kesalahan berbahasa pada spanduk, Dan memperbaiki penulisan kata. (2) Dokumentasi dan observasi untuk mengamati dan mengumpulkan data dari kesalahan berbahasa pada spanduk (3) Menganalisis kesalahan berbahasa lisan pada media sisoal. Hasil dan pembahasan dalam penelitian ini adalah Kesalahan bahasa sering terjadi. menjadi salah satu dari bidang fonologi dan setiap tataran linguistik (kebahasaan). Salah satu jenis kesalahan linguistik di bidang fonologi adalah kesalahan yang Bunyi yang dihasilkan oleh alat ucapan manusia itu sendiri adalah bunyi bahasa yang umum dapat mempengaruhi kemungkinan adanya kesalahan yang disebabkan oleh hubungan antara fonemis dan fonetis sehingga dapat mengubah suara yang dihasilkan. Oleh karena itu, kesalahan kosa kata dalam bidang fonologi meliputi penambahan, penghapusan, dan perubahan fonem. Simpulan dan saran Bahasa yang digunakan di media sosial sering melanggar norma bahasa, baik dalam tulisan maupun lisan. Menghilangkan fonem, dan menambah fonem adalah beberapa kesalahan yang dapat mempengaruhi pemahaman dan efektifitas komunikasi. Oleh karena itu, analisis kesalahan berbahasa dalam penelitian ini dapat membantu meningkatkan kesadaran akan pentingnya penggunaan kesalahan berbahasa terutama di platfrom yang mengfasilitasi komunikasi media sosial. Penelitian  kesalahan berbahasa lisan pada media sosial dapat digunakan agar bisa digambarkan dan digunakan untuk membantu perbaikan pada penggunan bahasa lisan di media sosial.
EFEKTIVITAS BADAN KEPEGAWAIAN DAERAH SIMEULUE DALAM PELAKSANAAN TINDAKAN ADMINISTRATIF DAN HUKUMAN DISIPLIN TERHADAP PEGAWAI NEGERI SIPIL YANG MENGGUNAKAN IJAZAH PALSU Sara, Cut
Jurist Argumentum: Pemikiran Intelektual Hukum Vol 3, No 2 (2025)
Publisher : Prodi Ilmu Hukum, Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jjm.v3i2.14874

Abstract

The use of fake diplomas has become a problem that has attracted the attention of the public, where there are 112 civil servants who use fake diplomas in several Simeulue Regency regional government agencies when registering as CPNS or applying for positions. This research aims to look at the effectiveness of implementing administrative actions and disciplinary penalties against civil servants who use fake diplomas, as well as looking at the factors that influence the implementation of disciplinary penalties against civil servants who use fake diplomas in Simeulue Regency. This research uses empirical juridical methods with a statutory regulation approach and a case approach. The results of the research show that in Government Regulation Number 94 of 2021 concerning Civil Servant Discipline, Article 8 paragraph (1) states the levels and types of disciplinary punishment, namely: light, medium and heavy disciplinary punishment. The implementation of administrative actions and disciplinary penalties against civil servants who use fake diplomas in Simeulue Regency has not been effective, because it is influenced by several factors, namely humanitarian considerations and avoiding social impacts. With these considerations, disciplinary punishment is ineffective because it does not have a deterrent effect on the 112 civil servants and does not rule out the possibility of diploma falsification in the future. It is recommended that the Regional Government be morefirm in providing disciplinary punishments to employees who are proven to have used fake diplomas, so that the law can run effectively and be able to prevent acts of diploma forgery.