Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Respon Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Bawang Daun terhadap Tingkat Ketebalan Mulsa Organik Jerami Padi Djami Adi, Defiyanto; Choirunnisa, Jessyca Putri; Samul, Kristina Novera; Nongko , Marianus Veri; Ajud, Valentina Ernawati; Darling, Ardianus Rahmat; Nagut, Yohanes Krispianus
Agriprima : Journal of Applied Agricultural Sciences Vol 9 No 2 (2025): SEPTEMBER
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/agriprima.v9i2.718

Abstract

Bawang daun merupakan salah satu jenis komoditas hortikultura yang potensial dan memegang peran strategis dalam pembangunan sektor pertanian. Produksi bawang daun di Indonesia tidak stabil di beberapa tahun terakhir. Ketidakstabilan ini berpengaruh pada ketersediaan bawang daun segar sesuai dengan permintaan masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh ketebalan mulsa organik jerami padi terhadap pertumbuhan dan produksi bawang daun. Penelitian ini telah dilaksanakan di Kelompok Tani Spirit Soverdia (KWT) La’o, Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai pada bulan Desember 2024-April 2025. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan empat taraf perlakuan dan diulang sebanyak enam kali, sehingga terdapat 24 satuan percobaan. Perlakuan yang digunakan adalah P0 = tanpa mulsa jerami padi; P1 = ketebalan mulsa jerami padi 1 cm; P2 = ketebalan mulsa jerami padi 3 cm; P3 = ketebalan mulsa jerami padi 4,5 cm. Perlakuan ketebalan mulsa jerami padi tidak berbeda nyata pada parameter tinggi tanaman, jumlah daun, panjang daun, panjang akar, dan berat segar. Perlakuan tingkat ketebalan mulsa 3 cm berbeda nyata pada parameter jumlah anakan umur 6 minggu setelah tanam (MST). Rata-rata parameter pengamatan dengan perlakuan tingkat ketebalan mulsa tidak berbeda nyata, namun memberikan dampak positif pada jumlah anakan tanaman bawang daun. Perlakuan terbaik pada penelitian ini terdapat pada tingkat ketebalan mulsa jerami padi 3 cm.
Pelatihan Pembuatan Pellet Ternak Babi Fase Starter bagi Kelompok Tani Tungku Mose di Kabupaten Manggarai NTT Dalle, Nautus Stivano; Sikone, Hilarius Yosef; Djami Adi, Defiyanto
Jurnal Pengabdian UNDIKMA Vol. 6 No. 2 (2025): May
Publisher : LPPM Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jpu.v6i2.15434

Abstract

This community service activity aims to improve the knowledge and skills of farmer group members by providing education and practical training on pellet making for starter phase pig livestock. This activity was carried out at the Mose Furnace Farmers Group, Manggarai Regency, East Nusa Tenggara (NTT) which was attended by 21 group members. This activity was carried out with FGD (Focus Group Discussion) and provided a pretest and postest to measure the improvement of the ability of farmer group members. The results of this community service show that there is an 80% increase in the knowledge of farmer group members about making starter phase pig pellets and skills in calculating ration formulations for pigs using trial and error methods, mixing rations, molding and drying.
PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN PEMBUATAN PUPUK BOKASHI DARI LIMBAH PETERNAKAN UNTUK MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS JAGUNG DI KELOMPOK TANI ALONG KARYA Dalle, Nautus Stivano; Sikone, Hilarius Yosef; Djami Adi, Defiyanto; Sekar, Viktor Kevin; Jemahu, Kamel Kristian
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i1.35937

Abstract

Abstrak: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggota Kelompok Tani Along Karya di Kelurahan Tenda, Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam mengolah limbah peternakan menjadi pupuk bokashi yang bernilai guna. Metode pelaksanaan meliputi pelatihan teori, praktik lapangan pembuatan bokashi menggunakan bahan lokal, serta pendampingan proses fermentasi dan evaluasi hasil. Efektivitas kegiatan diukur melalui pretest dan posttest sebanyak 10 soal terhadap 25 peserta. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan tingkat pengetahuan dari 54,7% menjadi 87,3% setelah pelatihan. Bokashi yang dihasilkan memiliki karakteristik fisik yang baik dengan warna cokelat kehitaman, beraroma tanah segar, dan tidak berbau amonia. Aplikasi bokashi pada lahan jagung menunjukkan perbaikan struktur tanah, peningkatan kelembapan, serta kemudahan pengolahan lahan. Kegiatan ini berhasil meningkatkan kompetensi teknis dan kesadaran ekologis petani dalam menerapkan sistem pertanian terpadu berbasis zero waste farming. Hasil pelatihan diharapkan menjadi dasar bagi pengembangan penelitian terapan dan penerapan teknologi serupa di wilayah lain yang memiliki potensi limbah peternakan tinggi.Abstract: This community service program aimed to enhance the knowledge and practical skills of the Along Karya Farmers Group in Tenda Village, Langke Rembong District, Manggarai Regency, East Nusa Tenggara, in processing livestock waste into valuable bokashi fertilizer. The program was carried out through theoretical training, hands-on field practice using locally available materials, and mentoring throughout the fermentation and evaluation processes. Effectiveness was assessed through pretest and posttest involving 25 participants. The results showed a significant improvement in participants’ knowledge, from 54.7% to 87.3% after the training. The bokashi produced exhibited good physical maturity, characterized by a dark brown color, earthy aroma, and the absence of ammonia odor. Application of bokashi to maize fields improved soil structure, increased soil moisture retention, and enhanced tillage ease. This activity successfully strengthened farmers’ technical competence and ecological awareness in implementing integrated zero-waste farming systems. The outcomes are expected to serve as a foundation for further applied research and the development of similar community-based technologies in other regions with high livestock waste potential.