Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Pemanfaatan Poster Digital QR (Quick Response) dalam Pembelajaran Agama di Madrasah Diniyah At- Takmiliyah Al- Ula Al-Huda Karangrejo Arie Rachmat Sunjoto; Arly Zahra; Safira Vatya; Ghina Berliana
Jurnal Ragam Pengabdian Vol. 2 No. 2 (2025): Mei-Agustus "The Role of Community Service in Increasing Children's Educational
Publisher : Lembaga Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/1ebf2831

Abstract

Madrasah diniyah yang berada di Karangrejo terdapat beberapa permasalahan yang rumit untuk dipecahkan, seperti kurangnya kebijakan pemerintah desa yang mendukung, dana yang kurang memadai, motivasi orang tua ke pada anak yang rendah untuk belajar yang kemudian menyebabkan madrasah diniyah ini tidak berjalan dengan baik. Tujuan pengabdian ini adalah untuk menjalankan kembali kegiatan dan menulusuri faktor masalah dari madrasah diniyah sehingga harapan dari tokoh masyarakat terhadap keberlangsungan madrasah diniyah agar berjalan dengan baik sebagaimana mestinya. Dengan tujuan pengabdian diatas diharap dapat memberikan kemudahan kepada pengurus atau pihak yang terlibat didalamnya dalam mengurus madrasah diniyah. Besar harapan dengan hadirnya peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) sebagai pengabdian dari tim ini dapat memberikan solusi atas permasalahan yang ada di madrasah diniyah tersebut.
Internalisasi Nilai Karakter Santriwati melalui Program Fiqhunnisa: Studi Kasus di Pondok Modern Darussalam Gontor Putri 1 Arly Zahra Maulida; Cecep Sobar Rochmat; Idam Mustofa; Syarifah Syarifah
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) Vol. 5 No. 4: Juli 2026
Publisher : Najah Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to describe the process of internalising character values among female students through the Fiqhunnisa Programme at Pondok Modern Darussalam Gontor Putri 1, as well as to identify the character values instilled in the programme. The Fiqhunnisa Programme is a learning activity designed to equip female students with an understanding of women’s fiqh whilst instilling Islamic character values relevant to daily life. This study employs a qualitative approach using a case study design. Data were collected through observation, in-depth interviews with mentors and female students, and documentation of activities. Data analysis was conducted through the stages of data reduction, data presentation, and drawing conclusions, whilst data validity was tested using source and method triangulation techniques. The research findings indicate that the internalisation of character values within the Fiqhunnisa Programme is carried out through several stages, namely the imparting of an understanding of values, setting a good example, habit formation, supervision, and evaluation. The character values internalised include religiosity, responsibility, discipline, positive modesty, politeness, cleanliness, and self-awareness as Muslim women. The internalisation of these values takes place not only through the delivery of material but also through direct practice in the daily lives of the female students within the boarding school environment. The Fiqhunnisa programme contributes to shaping the character of female students so that they possess noble morals, understand their role and identity as women in accordance with Islamic teachings, and are able to implement these values in both their personal and social lives.
Nilai Pesantren Melalui Halaqah Himayyah: Etnografi Pendidikan di Gontor Putri 1 Arly Zahra Maulida; Sabila Pangestuti; Yolanda Arsita; Azmi Zarkasyi; Syarifah
PIJAR: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol. 4 No. 3 (2026): Agustus
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/pijar.v4i3.2109

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan internalisasi nilai-nilai pesantren melalui Program Halaqah Himayyah di Pondok Modern Darussalam Gontor Putri 1 dengan perspektif etnografi pendidikan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif etnografi yang dilaksanakan selama enam bulan dengan melibatkan 25 ustadzah pembimbing dan 20 santriwati sebagai partisipan penelitian. Data dikumpulkan melalui observasi partisipan, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model etnografi Spradley yang meliputi analisis domain, taksonomi, komponensial, dan tema budaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa internalisasi nilai-nilai utama pesantren, yaitu keikhlasan, kedisiplinan, tanggung jawab, kesederhanaan, kemandirian, dan ukhuwah Islamiyah, berlangsung melalui keteladanan ustadzah, pembiasaan dalam kehidupan asrama, interaksi sosial yang dialogis, serta budaya Halaqah Himayyah sebagai ruang refleksi. Tema budaya yang ditemukan meliputi belajar melalui contoh, nilai menjadi kebiasaan, pendidikan berlangsung dua puluh empat jam, ruang refleksi budaya, dan pembinaan berbasis kekeluargaan. Kebaruan penelitian ini terletak pada pemaknaan Halaqah Himayyah sebagai praktik budaya pesantren, bukan sekadar program pembinaan rutin. Temuan penelitian menunjukkan bahwa Halaqah Himayyah membentuk karakter dan identitas santriwati melalui pengalaman hidup sehari-hari di lingkungan pesantren.
Manajemen Pendidikan Akhlak Melalui Kegiatan Safari Burdah Di Pondok Pesantren Nurul Salis Alamin; Arly Zahra Maulida; Rosendah Dwi Maulaya
TADBIR MUWAHHID Vol. 10 No. 1 (2026): Tadbir Muwahhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji manajemen pendidikan akhlak melalui kegiatan Safari Burdah di Pondok Pesantren Daarul Mukhlishiin Temulus Ngawi sebagai upaya menanamkan nilai-nilai akhlak di tengah tantangan kemerosotan moral remaja. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi, serta analisis data melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan Safari Burdah dikelola secara sistematis melalui tahapan perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, serta pengawasan dan evaluasi yang berkelanjutan, sehingga efektif dalam menumbuhkan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW serta membentuk karakter religius santri dan masyarakat. Oleh karena itu, disarankan agar pengelolaan kegiatan Safari Burdah terus dimatangkan guna meningkatkan kualitas pendidikan akhlak di pesantren dan menjadi rujukan bagi pengembangan manajemen kegiatan keagamaan selanjutnya.
Implementation of Experiential Learning-Based Edupreneurship through Student Cooperatives to Cultivate the ‘Santripreneur’ Spirit in Islamic Boarding Schools Arly Zahra Maulida; Qonita Rahmawati; Amiirotul Majidah; Cecep Sobar Rochmat
Edusoshum : Journal of Islamic Education and Social Humanities Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Ikatan Cendikiawan Ilmu Pendidikan Islam (ICIPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52366/edusoshum.v6i2.621

Abstract

Developments in the world of education require Islamic boarding schools (pesantren) not only to produce graduates who excel in religious studies but also to provide opportunities for developing entrepreneurial competencies aligned with Islamic values. This study aims to analyze the implementation of experiential learning-based edupreneurship through the Student Cooperative (Kopel) division of the Pondok Modern Student Organization (OPPM) and to describe the development of the “santripreneur” spirit at Modern Islamic Boarding School Darussalam Gontor for Girls 1st Campus. This study employed a descriptive qualitative approach. Data were collected through participatory observation, in-depth interviews with three informants consisting of Kopel mentors/advisors and Kopel administrators, and documentation of cooperative activities and administrative records. Data were analyzed using the Miles and Huberman interactive model through data condensation, data display, and conclusion drawing and verification. Data credibility was established through source and technique triangulation. The findings indicate that edupreneurship through Kopel is implemented through planning, management, service, and evaluation activities that directly involve students in cooperative operations. These activities provide students with experiential learning opportunities in leadership, responsibility, decision-making, problem-solving, financial management, teamwork, and service. The findings also show that students’ involvement in cooperative activities is associated with the development of santripreneur characteristics, including independence, discipline, responsibility, creativity, collaboration, and integrity, which are practiced within the framework of Islamic values. Thus, Kopel functions not only as a business unit but also as a practical learning environment for developing entrepreneurial competencies and Islamic character among students.
Internalization of Keputrian Values through Examinations among Female Students Haliza Nur Azkiya; Amirotul Majidah; Arly Zahra; Syarifah; Abu Darda
Al Mabhats : Jurnal Penelitian Sosial Agama Vol 11 No 1 (2026): Al Mabhats : Jurnal Penelitian Sosial Agama
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat IAIN Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47766/almabhats.v11i1.8006

Abstract

The internalization of keputrian values constitutes an important aspect of character formation among female students in Islamic boarding schools, encompassing knowledge, attitudes, and practical skills. This study aims to analyze the process of internalizing keputrian values through the keputrian examination among female students at Pondok Modern Darussalam Gontor Putri Campus 1. The study employed a qualitative case study approach guided by Muhaimin’s concept of value internalization, which comprises three stages: value transformation, value transaction, and value internalization. Data were collected from June to July 2026 through interviews, observations, and documentation, and were analyzed using the interactive model of Miles, Huberman, and Saldaña. The findings show that the internalization process takes place progressively through three interconnected stages. Value transformation occurs through the transmission of knowledge and fundamental principles of keputrian education. Value transaction develops through educational interaction, guidance, role modeling, and direct practice during the examination preparation and implementation. Value transinternalization is reflected in the habituation and application of values across four examination domains: culinary arts, household management, beauty and makeup, and clothing and fashion. The process reveals the integration of practical competencies with the cultivation of discipline, responsibility, independence, cleanliness, precision, and social awareness. A distinctive finding of this study is that the keputrian examination functions not merely as an assessment of practical competencies but as a pedagogical space in which knowledge, practice, habituation, educational interaction, and role modeling are integrated into a continuous process of value internalization. Thus, the examination can be understood descriptively as a structured medium for reinforcing keputrian values rather than as evidence of the effectiveness of value internalization.