Tirai Niscaya Harefa
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Doktrin Allah Dalam Prespektif Louis Berkhof dan Relevansinya Bagi Dialog Antar Agama di Indonesia Tirai Niscaya Harefa
Jurnal Shema Vol. 8 No. 01 (2024): Jurnal Shema: Jurnal Teologi dan pendidikan agama Kristen
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Shema Cianjur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk membahas doktrin Allah dalam perspektif Louis Berkhof dan relevansinya bagi dialog antaragama di Indonesia. Dalam konteks pluralisme agama yang terdiri atas enam agama utama yang dianut oleh masyarakat Indonesia, penting untuk memahami konsep Allah. Keberagaman agama menjadi tantangan dalam kehidupan beragama di masyarakat Indonesia karena terdapat perbedaan pandangan tentang ajaran Tuhan. Pluralisme agama di Indonesia menuntut adanya upaya dialog antaragama yang melibatkan semua pihak, termasuk umat Kristen. Berkhof menekankan bahwa Allah adalah pusat dari segala sesuatu, dan pemahaman tentang doktrin Allah dapat menjadi landasan untuk membangun hubungan yang harmonis antarumat beragama. Melalui pengakuan akan kesamaan nilai-nilai atribut spiritual, intelektual, dan moral yang ada dalam diri manusia, dialog antaragama dapat difasilitasi. Anugerah umum Allah (common grace) memungkinkan semua agama memiliki persamaan. Oleh sebab itu, doktrin Allah dalam perspektif Berkhof tidak hanya memperkaya pemahaman teologis tentang Allah, tetapi juga berfungsi sebagai jembatan untuk menciptakan dialog antaragama dan menjadi dasar dalam membangun hubungan dialog antar agama.
Studi Naratif Bilangan 27:1-11 Transformasi Hak Waris Perempuan di Desa Lauri Arniwati Bu’ulolo; Tirai Niscaya Harefa
Jurnal Shema Vol. 8 No. 01 (2024): Jurnal Shema: Jurnal Teologi dan pendidikan agama Kristen
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Shema Cianjur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini menjelaskan narasi kitab Bilangan 27:1-11, yang mengisahkan anak-anak perempuan Zelafehad yang memperjuangkan hak waris atas tanah ayah mereka dalam budaya Israel yang patriarkal. Teks ini menunjukkan transformasi budaya di mana Allah melalui Musa mengakui hak waris perempuan ketika tidak ada ahli waris laki-laki. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dalam Bilangan 27:1-11, dengan menganalisis plot, karakter, dan setting, serta membandingnya dengan kasus dalam konteks budaya patrilineal di Desa Lauri, Nias. Hasil penelitian menunjukkan bahwa narasi Bilangan 27:1-11 tidak hanya menegaskan keadilan ilahi bagi perempuan tetapi juga menjadi inspirasi untuk menantang ketidakadilan hak waris perempuan di Desa Lauri. Budaya Nias yang menempatkan laki-laki sebagai pewaris utama mencerminkan ketimpangan gender yang serupa dengan Israel kuno. Melalui pendekatan teologis, studi ini menawarkan perspektif transformatif tentang kesetaraan gender dalam hak waris, menekankan peran pemimpin agama dan tokoh masyarakat dalam menerapkan keadilan sesuai prinsip Alkitab.