In the digital era, location-based platforms like LINE Nearby have gained popularity as tools for building new social connections. Self-disclosure, the gradual process of sharing personal information, plays a crucial role in interactions on such platforms. Social Penetration Theory explains how self-disclosure evolves from basic information to more intimate details, all while maintaining privacy boundaries. This study adopts a qualitative approach with a phenomenological method, gathering data through in-depth interviews with LINE Nearby users to explore their self-disclosure patterns. The results show that self-disclosure happens in four stages: orientation, emotional exploration, emotional exchange, and stable exchange. Factors influencing this process include trust, social motivations such as the desire to expand one’s network, and privacy management. This research offers practical insights for users to maintain a balance between openness and privacy, while also providing valuable feedback for app developers to enhance security and privacy features. The study contributes to a better understanding of digital social interactions in the context of privacy concerns. Dalam era digital yang semakin berkembang, platform berbasis lokasi seperti LINE Nearby menjadi semakin populer sebagai sarana untuk membangun hubungan sosial yang lebih luas dan bervariasi. Pengungkapan diri (self-disclosure) menjadi proses kunci dalam interaksi antar pengguna, di mana individu berbagi informasi pribadi secara bertahap. Teori Penetrasi Sosial digunakan dalam penelitian ini untuk menjelaskan bagaimana tingkat keterbukaan diri berkembang, dimulai dari informasi dasar hingga yang lebih pribadi, sambil tetap mempertimbangkan batasan privasi. Penelitian ini mengadopsi pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi, melalui wawancara mendalam terhadap pengguna LINE Nearby untuk menggali pola pengungkapan diri mereka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengungkapan diri terjadi dalam empat tahapan: orientasi, eksplorasi emosi, pertukaran emosional, dan pertukaran stabil. Faktor-faktor yang mempengaruhi proses ini mencakup tingkat kepercayaan, motivasi sosial seperti keinginan untuk memperluas jaringan, serta pengelolaan privasi yang bijaksana. Penelitian ini memberikan manfaat praktis berupa panduan bagi pengguna untuk menjaga keseimbangan antara keterbukaan diri dan privasi, serta memberikan masukan berharga bagi pengembang aplikasi untuk meningkatkan sistem keamanan dan privasi.