Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PARADIGMA ILMU PENGETAHUAN ALAM: INTEGRASI PERSPEKTIF ISLAM DAN BARAT Nabila, Aura; Nurdiansyah, Nana Meily; Arief, Armai; Khofifah, Fadhiati; Rahmawati, Evi Kurnia
Kreatif: Jurnal Pemikiran Pendidikan Agama Islam Vol 23 No 2 (2025): Juli
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Tarbiyah IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/kreatif.v23i2.4820

Abstract

Artikel ini membahas klasifikasi dan perkembangan rumpun ilmu pengetahuan alam (IPA) dari perspektif Islam dan Barat, dengan tujuan menjelaskan sejarah, ruang lingkup, hakikat, serta landasan filosofis dari masing-masing pendekatan. Permasalahan yang diangkat mencerminkan kesenjangan epistemologis antara sains Islam dan Barat, khususnya dalam upaya integrasi nilai spiritual ke dalam sains modern. Islamisasi ilmu dipandang sebagai solusi atas sekularisasi pengetahuan yang telah mengabaikan dimensi sakral dalam memahami alam dan manusia. Penelitian ini bertujuan menjembatani pemahaman tersebut dengan mengkaji jenis, ciri-ciri, dan tokoh-tokoh kunci dalam perkembangan ilmu alam dari kedua paradigma. Metode yang digunakan adalah studi pustaka (library research) dengan pendekatan Systematic Literature Review (SLR). Data dikumpulkan melalui penelusuran berbagai sumber ilmiah daring, seperti jurnal, buku elektronik, dan artikel akademik yang relevan dengan topik epistemologi IPA dalam pandangan Islam dan Barat. Hasil kajian menunjukkan bahwa paradigma IPA dalam Islam menekankan keterpaduan ilmu dengan nilai wahyu dan etika, sementara paradigma Barat berfokus pada rasionalitas dan objektivitas empiris. Integrasi keduanya dapat memperkaya kurikulum IPA agar lebih humanis, etis, dan spiritual. Temuan ini relevan untuk mendukung rancangan pendidikan sains yang holistik dan transformatif. Kata Kunci: Islam, Barat, epistemologi, ilmu alam, integrasi ilmu
Pengaruh Pendidikan Terakhir Ayah Terhadap BMI Siswa di Desa Cibadak Maula, Kamila; Rey, Devina Faliza; Rahmawati, Evi Kurnia; Fitriana, Narti
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 6 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v5i6.2231

Abstract

The purpose of this study was to analyze the influence of parents' highest educational level, particularly fathers', on the Body Mass Index (BMI) of students in Desa Cibadak, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang. This study used a quantitative approach with a one-way ANOVA method. The independent and dependent variables that were the main determinants in this analysis were parents' highest educational level and students' BMI. The results of this study showed no significant difference between parents' highest educational level and students' BMI. This proves that formal education is not a factor in students' BMI. However, there are other factors that have a more significant influence, such as genetics, diet, and physical activity. Therefore, efforts to improve children's nutrition require a multicultural approach in collaboration with health facilities, schools, and the local community.ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh level pendidikan terakhir orang tua, khususnya ayah terhadap Body Mass Index (BMI) siswa di Desa Cibadak, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode ANOVA satu jalur. Variabel independen dan dependen yang menjadi penentu utama dalam analisis ini adalah pendidikan terakhir orang tua dan BMI siswa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak terdapat signifikansi antara level pendidikan terakhir orang tua dengan BMI siswa. Hal ini membuktikan bahwa pendidikan formal bukan menjadi faktor BMI siswa. Akan tetapi, ada faktor lain yang memiliki pengaruh yang lebih signifikan seperti genetika, pola makan dan aktivitas fisik. Sehingga upaya perbaikan gizi anak diperlukan menggunakan pendekatan multikultural dengan bekerja sama dengan fasilitas kesehatan, sekolah dan masyarakat setempat.