Fifi, Fifi Fathia
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kesultanan Deli Sebagai Pusat Penyebaran Agama Islam di Sumatera Timur Jhon, Muhammad Ray Jhon; Fifi, Fifi Fathia; Mutiara, Mutiara Nazla Dalimunthe; Enjel, Enjel Adriani Br. Gurusinga; Yohana, Yohana Magdalena Siagian
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 02 (2025): Volume 10, Nomor 02 Juni 2025 publish
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i02.27805

Abstract

Kesultanan Deli adalah sebuah kerajaan Melayu Islam yang memiliki peran signifikan dalam menyebarkan agama Islam di Sumatera Timur, khususnya di daerah Medan dan sekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran Kesultanan Deli dalam proses penyebaran Islam melalui lembaga pendidikan, peran para ulama, serta pengintegrasian nilai-nilai Islam ke dalam budaya lokal. Metode yang diterapkan adalah analisis literatur yang mencakup sumber-sumber sejarah, arsip, dan karya ilmiah yang berhubungan dengan Kesultanan Deli serta pertumbuhan Islam di Sumatera. Hasil awal menunjukkan bahwa Kesultanan Deli merupakan pusat penting penyebaran Islam yang masih memiliki pengaruh hingga saat ini, khususnya melalui warisan budaya seperti Masjid Raya Al-Mashun, tradisi Melayu, dan sistem pendidikan Islam yang bersifat tradisional. Studi ini diharapkan dapat menjadi landasan untuk penelitian lebih mendalam mengenai peran kerajaan Islam dalam sejarah daerah Indonesia.
LUKA SEJARAH YANG TERSEMBUNYI: KISAH JUGUN IANFU DI MASA PENDUDUKAN JEPANG Rosmaida, Rosmaida Sinaga; Fifi, Fifi Fathia; Sarah, Sarah Clarissa Hutagalung; Tiarma, Tiarma Elisabet Nainggolan; Amelia, Amelia Anggi Owein Bintang
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i04.34126

Abstract

This article, titled “Hidden Historical Wounds: The Story of Jugun Ianfu during the Japanese Occupation,” analyzes the practice of sexual slavery against Indonesian women during the Japanese occupation (1942–1945). The Jugun Ianfu system was well organized through the establishment of comfort stations (ianjo) for the benefit of the Japanese military. The recruitment process was carried out through fraudulent means, such as deception, coercion, intimidation, and even kidnapping, which resulted in many Indonesian women—including those who were very young—suffering both physically and mentally. The consequences were not only related to sexual violence and prolonged trauma, but also the social stigma they faced after returning to their communities. Using historical, sociological, and narrative analysis approaches, this study attempts to uncover a tragedy that is often ignored as a “national disgrace.” The results of the study show that Jugun Ianfu was not only a manifestation of Japanese hegemony over women, but also left deep historical wounds and became an important lesson to prevent similar atrocities from recurring in the future.