Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

SOSIALISASI PEMANFAATAN HERBAL TOGA PADA PENYAKIT OSTEOARTHRITIS DI DESA GEDANGANAK, KEC. UNGARAN TIMUR, KAB SEMARANG Yusuf, Yuzar Khasan; Putri, Fanisa Kurnia; Lestarini, Desak Ayu; Prihatiningrum, Gabby Zulya; Roni, Abdul; Suyudi, Salsabiela Dwiyudrisa
ABDI MAKARTI Vol 4, No 1 (2025): ABDI MAKARTI
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi AMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52353/abdimakarti.v4i1.839

Abstract

Osteoarthritis is a degenerative disease caused by joint cartilage damage, often resulting in pain and limited mobility. The high number of public complaints regarding joint pain serves as the background for this socialization activity. This activity aims to provide health awareness regarding the use of family medicinal plants TOGA as an alternative treatment for Osteoarthritis. The event was held in RT 02, RW 04, Mijen, Gedanganak Village, East Ungaran District, Semarang Regency, focusing on the utilization of turmeric, ginger, and lemongrass, which have natural anti-inflammatory and analgesic properties. The socialization method included lectures, interactive discussions, and an evaluation of participants' understanding through pre-tests and post-tests. A total of 13 participants attended the event, starting with a pre-test to measure their initial understanding of Osteoarthritis and the benefits of TOGA. After the educational session, participants took a post-test to assess their improved understanding. The evaluation results showed a significant increase, with the average pre-test score of 4,17 (41,67%). rising to 9.17 (91,67%) in the post-test. This data indicates that the socialization successfully enhanced participants' understanding of Osteoarthritis treatment using TOGA. Thus, the socialization of TOGA utilization has proven effective in increasing public knowledge about alternative Osteoarthritis treatments. It is hoped that the community can apply the use of herbal plants as a natural therapy in daily life. The sustainability of similar programs is highly needed to expand its benefits to a broader community.
KARAKTERISTIK, AKTIVITAS ANTIOKSIDAN, DAN FORMULASI EMULGEL EKSTRAK JAHE EMPRIT (Zingiber officinale var Amarum) Suyudi, Salsabiela Dwiyudrisa; Vifta, Rissa Laila; Trisnaningsih, Hanifah
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 3 No. 3 (2024): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v3i3.362

Abstract

Jahe emprit (Zingiber officinale var Amarum) memiliki kandungan senyawa fenolik. Penangkalan radikal bebas oleh senyawa fenolik dapat membantu kulit dalam melindungi tubuh. Emulgel merupakan basis dengan karakteristik bentuk yang stabil dan menyenangkan untuk digunakan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui aktivitas antioksidan ekstrak dan formulasi emulgel ekstrak jahe emprit. Metode penelitian yaitu karakteristik simplisia dan ekstrak etanol jahe emprit, uji aktivitas antioksidan metode 1,1-diphenyl-2-picrylhydrazil (DPPH), formulasi, karakteristik, dan stabilitas emulgel. Hasil menunjukkan ekstrak berwarna hijau kehitaman, terdapat senyawa fenol, flavonoid, tanin, dan alkaloid. Kadar air simplisia 9,51%, kadar abu simplisia 2,8%, kadar sari larut air simplisia dan ekstrak 9% dan 4%, kadar sari larut alkohol simplisia dan ekstrak 0,2% dan 10%. Aktivitas antioksidan ekstrak jahe emprit diperoleh IC50 dengan nilai 92,31±0,002 (µg/mL) dengan kategori kuat. Formulasi I, II, dan III berwarna coklat muda, kental, dan bau khas dengan nilai pH 4,84±0,44; 4,80±0,02; dan 4,70±0,03. Hasil uji daya sebar formula I, II, dan III berturut-turut adalah 2,87±0,01cm, 2,7±0,03 cm, dan 2,66±0,07 cm, daya lekat formula I, II, dan III adalah 2,0±0,10 detik, 2,4±0,25 detik, dan 2,6±0,15 detik. Viskositas formula I, II, dan III yaitu 2.640±0,02cPs, 3.132±0,01cPs, dan 3.216±0,005cPs. Sediaan emulgel menunjukkan tidak mengalami perubahan selama 30 hari dibuktikan dengan nilai P > 0,05 dengan metode uji paired sampel t-test dan Wilcoxon.
EVALUASI RASIONALITAS PERESEPAN OBAT ANTIHIPERTENSI DI APOTEK KARUNIA SEHAT BARU Iskandar, Billy; Ni’mah, Zaidatun; Fitriani, Nur; Karminingtyas, Sikni Retno; Suyudi, Salsabiela Dwiyudrisa
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i1.51714

Abstract

Hipertensi termasuk penyakit tidak menular yang prevalensinya terus meningkat di Indonesia serta berkontribusi besar terhadap kematian akibat penyakit kardiovaskular secara global. Penelitian ini difokuskan untuk menelaah tingkat rasionalitas peresepan obat antihipertensi di Apotek Karunia Sehat Baru selama periode Oktober 2024 hingga Maret 2025. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah deskriptif observasional dengan desain retrospektif terhadap 166 resep pasien dewasa yang memuat setidaknya satu obat antihipertensi. Penilaian rasionalitas dilakukan berdasarkan kesesuaian indikasi, ketepatan dosis, serta potensi interaksi obat dengan mengacu pada pedoman WHO, JNC 8, PERHI, ESC/ESH, dan AHA/ACC. Hasil analisis menunjukkan bahwa seluruh resep telah memenuhi kriteria tepat indikasi dengan persentase 100%. Ketepatan dosis tercapai pada 96,99% resep, sedangkan evaluasi interaksi obat menunjukkan 98,19% resep berada pada kategori aman, dengan interaksi yang bersifat ringan. Pola terapi yang dominan adalah penggunaan kombinasi obat, terutama ARB dan CCB, yaitu amlodipin dan valsartan, yang sejalan dengan rekomendasi terkini untuk pengendalian tekanan darah yang optimal. Sebagian besar pasien menerima terapi kombinasi atau politerapi (71,1%), mencerminkan kebutuhan pengendalian hipertensi yang lebih intensif. Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa praktik peresepan obat antihipertensi di Apotek Karunia Sehat Baru telah menunjukkan tingkat rasionalitas yang sangat baik dan konsisten dengan prinsip penggunaan obat secara rasional sesuai pedoman klinis yang berlaku.
Upaya pencegahan dan pengobatan diabetes melitus di RPLSU Wening Wardoyo Kabupaten Semarang Ramadhani, Melati Aprilliana; Suyudi, Salsabiela Dwiyudrisa; Pradana, Andi; Untari, Untari; Maulana, Muhammad Rifqi; Hikmawati, Septiana Rohama Ria; Ramadhani, Afni Nadya
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 1 (2026): February (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i1.34125

Abstract

Abstrak Era modern saat ini dan struktur masyarakat yang juga berubah seiring dengan berjalannya waktu menyebabkan terjadinya masa transisi dari pola hidup masyarakat agraris menuju masyarakat industri. Adanya perubahan tersebut maka terjadilah perubahan pada pola makan dan aktivitas fisik di masyarakat, yang menyebabkan terjadi penyakit gangguan metabolisme, salah satunya Diabetes Mellitus (DM). Rumah Pelayanan Sosial Lanjut Usia (RPLSU) Wening Wardoyo merupakan mitra pada program PkM ini, dimana banyak lansia yang memiliki riwayat penyakit DM. Tujuan kegiatan PkM ini adalah meningkatkan pengetahuan tentang pencegahan dan pengobatan DM melalui usaha pembuatan jamu secara sederhana yang dapat digunakan untuk membantu mengatasi kadar gula darah yang tinggi, serta makanan dan minuman yang perlu diwaspadai. Metode pelaksanaan pengabdian ini adalah dilakukan dengan tatap muka secara langsung dengan sasaran bapak ibu lansia. Tahapan pelaksanaan kegiatan meliputi sosialisasi, persiapan, partisipasi mitra, pelaksanaan pretest, edukasi dan pelatihan, serta pendampingan dan evaluasi. Hasil pengabdian ini adalah terdapat kenaikan pengetahuan peserta, dengan % rata-rata peningkatan pengetahuan adalah 33,92%. Setiap pertanyaan terdapat peningkatan pengetahuan secara signifikan antara hasil pretest dan postest. Pertanyaan nomor 1 dan 2 memiliki persentase pengetahuan yang paling tinggi yaitu 91,67%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa kegiatan pengabdian ini dapat meningkatkan pengetahuan peserta tentang cara-cara yang dapat digunakan untuk untuk mengontrol kadar gula. Kesimpulan pengabdian ini adalah kegiatan ini memberikan manfaat kepada peserta tentang diabetes melitus, pola makan yang perlu diwaspadai, dan pembuatan herbal secara sederhana terlihat dari peningkatan presentase pada kuisioner posttest. Kata kunci: diabetes mellitus; pengobatan herbal; lansia; peningkatan pengetahuan. Abstract The modern era and the changing structure of society over time have led to a transition from an agrarian lifestyle to an industrial one. This change has resulted in changes in dietary patterns and physical activity in society, leading to metabolic disorders, one of which is diabetes mellitus (DM). The Wening Wardoyo Elderly Social Service Centre (RPLSU) is a partner in this PkM programme, where many elderly people have a history of DM. The aim of this PkM activity is to increase knowledge about the prevention and treatment of DM through the simple preparation of herbal medicine that can be used to help control high blood sugar levels, as well as foods and drinks that need to be watched out for. The implementation method of this community service was conducted through direct face-to-face interactions with the elderly participants. The stages of the activity included socialisation, preparation, partner participation, pre-test implementation, education and training, as well as mentoring and evaluation. The results of this community service showed an increase in participants' knowledge, with an average knowledge improvement rate of 33.92%. Each question shows a significant increase in knowledge between the pre-test and post-test results. Questions 1 and 2 have the highest knowledge percentage, namely 91.67%. The results indicate that this community service activity increased participants' knowledge of methods for controlling blood sugar levels. The conclusion is that this community service activity provided participants with valuable information about diabetes mellitus, dietary concerns, and simple herbal preparations, as evidenced by the increased percentage of participants on the post-test questionnaire Keywords: diabetes mellitus; herbal medicine; elderly;, knowledge enhancement.