p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Dinamika
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penggunaan Batu Pecah Lokal dalam Konstruksi Srihayati, Baiq Virgia; Burhan, Lalu Ibrohim
DINAMIKA: Jurnal Teknik Sipil dan Lingkungan Vol. 1 No. 01 (2025): Inovasi Material dan Struktur Adaptif untuk Infrastruktur Masa Depan
Publisher : PT. Lalu Ibrohim Burhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63982/15dx8h49

Abstract

Penggunaan batu pecah dalam konstruksi merupakan topik yang penting dalam bidang teknik sipil, karena batu pecah merupakan salah satu material utama dalam pembuatan beton dan perkerasan jalan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kualitas dan kelayakan penggunaan batu pecah lokal dalam konstruksi, dengan fokus pada karakteristik fisik, mekanik, dan geologisnya. Metodologi penelitian melibatkan pengambilan sampel batu pecah dari berbagai lokasi penambangan, dilanjutkan dengan pengujian laboratorium untuk mengidentifikasi distribusi ukuran partikel, kekuatan tekan, ketahanan abrasi, komposisi mineralogi, dan reaktivitas alkali-silika. Hasil pengujian laboratorium menunjukkan variasi yang signifikan dalam sifat fisik dan mekanik batu pecah dari berbagai sumber lokal. Analisis gradasi agregat, kepadatan bulk, kekuatan tekan, ketahanan abrasi, komposisi mineralogi, dan reaktivitas alkali-silika memberikan pemahaman yang mendalam tentang kualitas material. Korelasi antara karakteristik geologi dan sifat mekanik dan fisik batu pecah menyoroti pentingnya mempertimbangkan aspek geologi dalam pemilihan material konstruksi. Evaluasi kelayakan batu pecah lokal menghasilkan rekomendasi penggunaan berdasarkan standar kualitas dan karakteristik geologi. Batu pecah dari sumber yang memenuhi standar direkomendasikan untuk digunakan dalam aplikasi konstruksi, sementara yang tidak memenuhi standar memerlukan perhatian lebih lanjut. Panduan praktis yang disusun memberikan pedoman yang berguna bagi praktisi konstruksi dalam pemilihan dan penggunaan batu pecah lokal, memastikan bahwa material yang dipilih sesuai dengan kondisi geologi setempat dan memenuhi persyaratan teknis yang diperlukan. Validasi lapangan memperkuat hasil penelitian dengan menunjukkan bahwa batu pecah yang memenuhi standar laboratorium juga menunjukkan performa yang baik di lapangan. Observasi dan umpan balik dari proyek konstruksi nyata memberikan pemahaman tambahan tentang kinerja material dalam situasi praktis. Berdasarkan hasil validasi lapangan, panduan pemilihan dan penggunaan batu pecah diperbarui untuk meningkatkan relevansi dan efektivitasnya dalam aplikasi lapangan. Dengan demikian, penelitian ini memberikan kontribusi yang signifikan dalam pemahaman tentang penggunaan batu pecah lokal dalam konstruksi dan mendukung pembangunan infrastruktur yang berkualitas dan berkelanjutan.
Kinerja dan Kerentanan Drainase Permukiman Kota Mataram pada Skenario RCP: Pendekatan SWMM–GIS Srihayati, Baiq Virgia; Burhan, Lalu Ibrohim
DINAMIKA: Jurnal Teknik Sipil dan Lingkungan Vol. 1 No. 2 (2025): Inovasi Material dan Struktur Adaptif untuk Infrastruktur Masa Depan
Publisher : PT LALU IBROHIM BURHAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63982/dinamika.tf8ja323

Abstract

Perubahan iklim yang meningkatkan intensitas dan variabilitas curah hujan menimbulkan tantangan serius bagi kapasitas drainase perkotaan; studi terdahulu jarang mengaitkan kapasitas saluran eksisting dengan proyeksi iklim berbasis skenario RCP sehingga prediksi kinerja jangka panjang masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi (to assess) kapasitas sistem drainase permukiman eksisting di Kota Mataram terhadap curah hujan aktual dan proyeksi iklim (RCP4.5, RCP8.5). Studi dilakukan di tiga kecamatan rentan (Ampenan, Cakranegara, Selaparang); data historis (2000–2020) dan proyeksi CMIP6 dikumpulkan dan didownscale, survei 120 segmen saluran dilakukan, serta pemodelan hidrologi–hidraulika dilakukan menggunakan SWMM dan analisis spasial di ArcGIS. Simulasi memperlihatkan intensitas puncak 1-jam median 42 mm·jam⁻¹ (10-tahun) dengan kenaikan ≈+12% (RCP4.5, 2030s) dan ≈+28% (RCP8.5, 2050s), yang mendorong Q_runoff naik ≈+14% (RCP4.5) dan ≈+33% (RCP8.5). Kapasitas median saluran Q_saluran = 1.12 m³·s⁻¹, exceedance segmen meningkat dari 24% (historis) menjadi 48% (RCP4.5) dan 72% (RCP8.5); kedalaman genangan median naik 0.18 → 0.38–0.62 m, luas terdampak 3.6% → 7.9–14.2%, dan durasi median 6 → 12–28 jam. Model divalidasi (NSE kedalaman 0.68; NSE debit 0.75; R² = 0.73; RMSE = 0.14 m). Penelitian ini shows that integrating downscaled RCP scenarios with SWMM–GIS provides robust, quantitative evidence for revising design standards, prioritizing retrofit (35–65% segmen) dan nature-based solutions (reduksi puncak 12–22%), serta memperkuat kerangka teoretis Hydrologic Continuity, Open-Channel Hydraulics, dan Resilience untuk perencanaan adaptif drainase perkotaan. Climate change–driven increases in rainfall intensity and variability pose critical risks to urban drainage capacity; prior studies seldom link existing channel capacity with downscaled RCP projections, limiting long-term performance forecasts. This study aimed to assess the capacity of existing residential drainage systems in Mataram (Indonesia) against observed and projected rainfall (RCP4.5, RCP8.5). The analysis was conducted in three high-risk districts (Ampenan, Cakranegara, Selaparang); historical (2000–2020) and CMIP6 projection data were downscaled, 120 channel segments were surveyed, and hydrologic–hydraulic modelling was performed using SWMM with GIS spatial analysis. Simulations showed a 1-hour design median intensity of 42 mm·h⁻¹ (10-yr) and projected increases of ≈+12% (RCP4.5, 2030s) and ≈+28% (RCP8.5, 2050s), yielding Q_runoff rises of ≈+14% and ≈+33% respectively. Median channel capacity Q_saluran = 1.12 m³·s⁻¹; segment exceedance rose from 24% (historical) to 48% (RCP4.5) and 72% (RCP8.5); median ponding depth increased 0.18 → 0.38–0.62 m, affected area 3.6% → 7.9–14.2%, and median duration 6 → 12–28 h. Model validation produced NSE(depth)=0.68, NSE(peak)=0.75, R²=0.73, RMSE=0.14 m. The study concludes that integrating downscaled RCP scenarios with SWMM–GIS yields actionable, quantitative evidence for updating design return periods, prioritizing phased retrofits and nature-based measures (peak reduction 12–22%), and advances theoretical understanding by operationalizing Hydrologic Continuity, Open-Channel Hydraulics and Resilience Theory for climate-adaptive urban drainage planning.