Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Penggunaan Base Isolation System Tipe Lrb Pada Bangunan Gedung Rsud Kabupaten Lombok Barat (Analysis Of Lrb Type Base Isolation Systems In Building Rsud Kabupaten Lombok Barat) Lalu Ibrohim Burhan; Ni Nyoman Kencanawati; Buan Anshari
Journal Ilmiah Rinjani : Media Informasi Ilmiah Universitas Gunung Rinjani Vol. 11 No. 2 (2023): Journal Ilmiah Rinjani: Media Informasi Ilmiah Universitas Gunung Rinjani
Publisher : LPPM Universitas Gunung Rinjani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53952/jir.v11i2.481

Abstract

The hospital is a very vital building that functions as a public service both under normal conditions and during a disaster. In (SNI 1726-2012) for buildings with IV risk, it is recommended to use a base isolation system. The use of the base isolation system is able to minimize the earthquake forces received by the building structure. This journal will review the elastomeric isolation system. The mechanism of action of elastomeric rubber is to use rubber with steel plates inside. The use of rubber is to reduce earthquake vibrations, while steel plates are used to increase the stiffness of the rubber cushions so that the deflection and deformation of the building when resting on the rubber cushions are not large. This study was conducted to examine the effect of using base isolators when compared to buildings without them (fixed base structures). From the results of the study, it was concluded that the use of base isolators increased the natural period of the structure from 0.941 seconds for fix base to 1.456 seconds for LRB so as to reduce story drift in buildings
Analisa Penggunaan Base Isolation System Tipe Hdrb Pada Gedung Rumah Sakit Kabupaten Lombok Barat Lalu Ibrohim Burhan
Syntax Idea 6624-6632
Publisher : Ridwan Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/syntax-idea.v6i11.10068

Abstract

Rumah sakit adalah bangunan penting yang berfungsi sebagai layanan publik dalam lingkungan berbahaya dan normal. Untuk konstruksi dengan Resiko IV, disarankan sistem isolasi dasar (SNI 1726-2012, 2012). Sistem Isolasi Dasar dapat mengurangi kebisingan yang dihasilkan oleh struktur dasar. Jurnal ini akan membahas sistem isolasi elastomer. Dalam mekanisme kerja elastomer, tongkat dowel dengan tepi yang tajam digunakan. Sementara karet digunakan untuk mengurangi getaran gempa, lempengan baja meningkatkan karet bantalan, mengurangi deformasi dan cacat konstruksi ketika bantalan karet mendekati. Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak penggunaan dasar isolator dibandingkan dengan bangunan tanpa dasar yang dipasang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan basis isolator dapat mengurangi drift cerita selama konstruksi dengan mengubah struktur
Liquefaction potential study under Ijo Balit weir in East Lombok Indonesia Burhan, Lalu Ibrohim; Artati, Hanindya Kusuma; Makrup, Lalu; Saputra, Elvis
Teknisia Vol 30 No 1 (2025): Teknisia
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/teknisia.vol30.iss1.art3

Abstract

Liquefaction phenomenon can be occurred in the sandy soil. Caused by an earthquake shaking on the sandy soil so the shear stress of the soil will be lost and the soil seem like liquid. Liquefaction in a site can cause the building on soil surface in the site can be crack or collapse. Therefore, it is need to study to review the liquefaction potential that will be occurred under Ijo Balit weir East Lombok. In general, the liquefaction, trigger by the earthquake shaking. Based on this condition so can be developed the earthquake shaking in form of the earthquake acceleration for time history. The time history of the earthquake wave can be developed in ground surface based on the spectral-matching-procedure with the target spectrum is design spectrum. Based on ground surface time history then can be calculated liquefaction potential on the soil layer under the Ijo Balit weir East Lombok. The study result can be mention that the soil layer in the site is not experience liquefaction.
Peran Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Di Desa Lendang Nangka Dalam Pelaksanaan Pemerintahan Desa Burhan, Lalu Ibrohim; Zulhaedy, Lalu M
Jurnal Pengabdian Sosial Vol. 1 No. 5 (2024): Maret
Publisher : PT. Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/hjfhyv15

Abstract

Untuk mencapai pemerintahan desa yang demokratis, jujur, bersih, dan bebas dari korupsi, penyelenggaraan pemerintahan desa, termasuk Desa Lendang Nangka, harus mengacu pada tujuan masyarakat secara keseluruhan. Dengan demikian, penyelenggaraan  pemerintahan desa yang di dampingi oleh Badan Permusyawaratan Desa (BPD) akan tersusun dan terarah dengan baik, bahkan lebih maju. Untuk mencapai pemerintahan desa yang demokratis, jujur, bersih, dan bebas dari korupsi.  Oleh karena itu, untuk menjalankan pemerintahan desa, termasuk Desa Lendang Nangka, setiap orang harus memperhatikan peraturan pemerintah, seperti Permendagri Nomor 110 Tahun 2016, Undang - Undang Nomor 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintahan Daerah, Undang - Undang Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Desa. Pasal 32 Tentang Badan Permusyawaratan Desa mengingatkan sistem pemerintahan yang lebih efisien.. Penelitian ini menggunakan penelitian hukum empiris untuk menjelaskan peran dan fungsi Badan Permusyawaratan Desa dalam menjaga nilai demokrasi di Desa Lendang Nangka. Setelah data dikumpulkan, analisis dilakukan menggunakan metode perundang-undangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasal 55 Undang - Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa menjelaskan fungsi Badan Permusyawaratan Desa. Menurut penelitian ini, BPD telah berhasil melaksanakan tugas dan fungsinya meskipun masih dalam tahap orientasi. Sejak tahun 2019 hingga 2023, BPD telah bekerja sama dengan pemerintah desa Lendang Nangka untuk membuat 20 Perdes dan pembangunan di desa tersebut. Semua tanggapan yang dihasilkan dari penelitian tentang peran BPD dalam menampung dan memenuhi aspirasi masyarakat di Desa Lendang Nangka menunjukkan hasil yang positif. Salah satu tugas BPD adalah mempromosikan prinsip demokrasi Pancasila kepada masyarakat desa secara keseluruhan dan pelaksanaan pemerintahan desa secara khusus
Pengaruh Model Pembelajaran Problem Based Learning terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa SMP di Daerah Terpencil Lalu Muktar; Lalu Ibrohim Burhan
CENDEKIA : Jurnal Pendidikan Terintegrasi Vol. 1 No. 1 (2025): Transformasi Pendidikan Inklusif Berbasis Kearifan Lokal dan Digitalisasi Pembe
Publisher : PT. LIB Research Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63982/77hts140

Abstract

Kesenjangan kualitas pendidikan antara wilayah perkotaan dan daerah terpencil masih menjadi tantangan serius dalam pengembangan keterampilan berpikir kritis siswa. Di sisi lain, model pembelajaran inovatif seperti Problem Based Learning (PBL) telah terbukti mampu meningkatkan partisipasi aktif siswa dan mendorong kemampuan berpikir tingkat tinggi, namun implementasinya di daerah dengan keterbatasan infrastruktur belum banyak diteliti. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model PBL terhadap kemampuan berpikir kritis siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) di daerah terpencil. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kuasi eksperimen non-equivalent control group design yang melibatkan dua kelas, yaitu kelas eksperimen yang menggunakan model PBL dan kelas kontrol yang menggunakan metode pembelajaran konvensional. Instrumen utama berupa tes kemampuan berpikir kritis yang telah divalidasi dan diuji reliabilitasnya. Data dikumpulkan melalui pre-test dan post-test, kemudian dianalisis menggunakan uji-t (paired dan independent sample t-test) pada taraf signifikansi 0,05. Hasil menunjukkan bahwa terdapat peningkatan signifikan kemampuan berpikir kritis pada kelompok eksperimen dibandingkan kelompok kontrol. Kesimpulan utama dari temuan ini adalah bahwa PBL terbukti efektif meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa meskipun diterapkan di daerah terpencil dengan keterbatasan sarana. Kontribusi penelitian ini terletak pada penyediaan bukti empiris bahwa strategi pembelajaran berbasis masalah dapat menjadi alternatif yang relevan, adaptif, dan inklusif dalam peningkatan kualitas pembelajaran di wilayah dengan tantangan geografis dan sosial.
Hubungan Antara Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah dan Kinerja Guru di Sekolah Dasar Negeri Kota Mataram Khairul Azmi; Lalu Ibrohim Burhan
CENDEKIA : Jurnal Pendidikan Terintegrasi Vol. 1 No. 1 (2025): Transformasi Pendidikan Inklusif Berbasis Kearifan Lokal dan Digitalisasi Pembe
Publisher : PT. LIB Research Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63982/myxvxc64

Abstract

Gaya kepemimpinan kepala sekolah merupakan faktor strategis dalam menciptakan iklim kerja yang produktif dan mendukung kinerja guru di lingkungan sekolah dasar. Di tengah tuntutan transformasi pendidikan dan implementasi Kurikulum Merdeka, kepemimpinan yang visioner dan partisipatif menjadi semakin relevan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara gaya kepemimpinan kepala sekolah, khususnya gaya transformasional, dan kinerja guru di Sekolah Dasar Negeri Kota Mataram. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Sampel berjumlah 100 guru dipilih secara purposive dari berbagai SDN di Kota Mataram berdasarkan kriteria tertentu. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner berskala Likert yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner serta observasi terbatas dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan uji korelasi Pearson dengan syarat asumsi normalitas dan linearitas terpenuhi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif dan signifikan antara gaya kepemimpinan transformasional kepala sekolah dengan kinerja guru (r = 0,65; p < 0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah semakin tinggi kualitas gaya kepemimpinan transformasional, maka semakin tinggi pula kinerja guru yang dihasilkan. Temuan ini berkontribusi pada penguatan literatur empiris mengenai pentingnya pengembangan kapasitas kepemimpinan kepala sekolah sebagai fondasi peningkatan mutu pendidikan dasar
Efektivitas Blended Learning dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Mahasiswa Pendidikan di Masa Pascapandemi Lalu Ibrohim Burhan
CENDEKIA : Jurnal Pendidikan Terintegrasi Vol. 1 No. 1 (2025): Transformasi Pendidikan Inklusif Berbasis Kearifan Lokal dan Digitalisasi Pembe
Publisher : PT. LIB Research Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63982/p8pspz63

Abstract

Pandemi COVID-19 telah mendorong transformasi besar dalam sistem pendidikan tinggi, terutama dalam adopsi pembelajaran daring yang berdampak pada penurunan motivasi belajar mahasiswa. Pascapandemi, blended learning muncul sebagai pendekatan alternatif yang menggabungkan pembelajaran daring dan luring guna menjawab tantangan fleksibilitas, personalisasi, dan efektivitas pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas blended learning dalam meningkatkan motivasi belajar mahasiswa program studi pendidikan di masa pascapandemi. Pendekatan yang digunakan adalah mixed method dengan desain sequential explanatory. Tahap kuantitatif dilakukan melalui survei menggunakan instrumen Motivated Strategies for Learning Questionnaire (MSLQ) pada mahasiswa dari tiga universitas, dengan teknik stratified random sampling. Tahap kualitatif dilanjutkan dengan wawancara mendalam menggunakan teknik purposive sampling terhadap mahasiswa yang aktif menggunakan platform digital. Data kuantitatif dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan uji ANOVA, sementara data kualitatif dianalisis secara tematik. Triangulasi metode dilakukan untuk memastikan validitas dan memperkuat hasil. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan motivasi belajar pada mahasiswa yang aktif mengikuti pembelajaran digital berbasis blended learning, terutama karena fleksibilitas waktu, pemberian umpan balik cepat, dan adanya kontrol terhadap proses belajar. Blended learning terbukti efektif sebagai strategi pembelajaran jangka panjang di era pascapandemi, dengan catatan bahwa kesiapan infrastruktur dan kompetensi pedagogis dosen perlu terus ditingkatkan. Penelitian ini memberikan kontribusi penting bagi pengembangan sistem pembelajaran tinggi yang adaptif, inklusif, dan berorientasi pada peningkatan motivasi serta hasil belajar mahasiswa secara berkelanjutan.
Pengaruh Penggunaan Media Interaktif Berbasis Augmented Reality terhadap Hasil Belajar IPA Siswa SMP Lalu Usman Ali; Lalu Ibrohim Burhan
CENDEKIA : Jurnal Pendidikan Terintegrasi Vol. 1 No. 1 (2025): Transformasi Pendidikan Inklusif Berbasis Kearifan Lokal dan Digitalisasi Pembe
Publisher : PT. LIB Research Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63982/g26qzt07

Abstract

Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) kerap menghadapi kesulitan dalam menjelaskan konsep-konsep abstrak dan visual kompleks, seperti struktur atom dan sistem organ manusia. Keterbatasan media konvensional dalam memfasilitasi visualisasi materi berdampak pada rendahnya pemahaman konseptual siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas media interaktif berbasis Augmented Reality (AR) terhadap hasil belajar IPA siswa SMP dibandingkan dengan media pembelajaran konvensional. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen semu (quasi-experimental design) dan rancangan Posttest-Only Control Group Design. Populasi penelitian adalah siswa kelas VIII di salah satu SMP, dengan dua kelas sebagai sampel yang ditentukan secara purposif; satu kelas sebagai kelompok eksperimen menggunakan media AR dan satu kelas sebagai kelompok kontrol menggunakan media konvensional. Instrumen penelitian berupa tes hasil belajar kognitif yang telah divalidasi oleh ahli. Analisis data dilakukan menggunakan uji-t independen untuk membandingkan hasil belajar antar kelompok. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, dengan nilai rata-rata yang lebih tinggi pada kelompok yang menggunakan media AR. Temuan ini menunjukkan bahwa media AR efektif dalam meningkatkan pemahaman konsep IPA, terutama pada materi yang bersifat visual dan abstrak. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan strategi pembelajaran berbasis bukti yang mendorong integrasi AR dalam kurikulum IPA serta pelatihan guru guna mendukung pemanfaatan teknologi pendidikan secara optimal.
Mengukur Literasi Digital Guru SMK sebagai Dasar Pengembangan Model Pelatihan Kontekstual dalam Pembelajaran Daring Lalu Muktar; Lalu Ibrohim Burhan
CENDEKIA : Jurnal Pendidikan Terintegrasi Vol. 1 No. 2 (2025): Transformasi Pendidikan Inklusif Berbasis Kearifan Lokal dan Digitalisasi Pembe
Publisher : PT. LIB Research Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63982/mva80r68

Abstract

Perkembangan teknologi digital dalam dunia pendidikan menuntut guru, khususnya di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), untuk memiliki literasi digital yang memadai dalam mengelola pembelajaran daring. Ketiadaan data empiris mengenai kompetensi digital guru SMK menjadi kendala dalam merancang pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan pendidikan vokasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat kemampuan literasi digital guru SMK sebagai dasar pengembangan program pelatihan yang kontekstual dan berbasis praktik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif terhadap 50 guru SMK di Kabupaten Lombok Timur yang dipilih secara purposive. Instrumen penelitian berupa kuesioner berbasis empat domain literasi digital: akses, evaluasi informasi, penggunaan alat digital, dan kreasi konten. Validitas isi diperoleh melalui expert judgment dan data dianalisis menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar guru memiliki kemampuan tinggi dalam mengakses teknologi dan menggunakan platform pembelajaran dasar, namun masih lemah dalam mengevaluasi informasi dan menciptakan konten digital. Temuan ini menegaskan adanya kesenjangan antara keterampilan dasar dan lanjutan. Penelitian ini berkontribusi dalam menyediakan peta kemampuan literasi digital guru SMK sebagai rujukan dalam merancang intervensi pelatihan yang lebih tepat sasaran.   The development of digital technology in education demands that teachers, particularly in Vocational High Schools (SMK), possess adequate digital literacy to manage online learning effectively. The absence of empirical data on SMK teachers' digital competence poses challenges in designing training aligned with vocational education needs. This study aims to assess the digital literacy level of vocational teachers as a foundation for designing contextual and practice-based training programs. A quantitative descriptive approach was employed to study 50 vocational teachers in East Lombok Regency, who were selected purposively. The research instrument consisted of a questionnaire that covered four domains of digital literacy: access, information evaluation, digital tool usage, and content creation. Content validity was ensured through expert judgment, and data were analyzed using descriptive statistics. The results reveal that most teachers exhibit strong capabilities in accessing digital technology and using basic educational platforms. Yet, they face difficulties in critically evaluating digital information and creating interactive content. These findings highlight a significant gap between basic and advanced digital skills. This study contributes by offering a competency map of vocational teachers' digital literacy to guide the design of more targeted professional development programs.  
Pendekatan Kontekstual Berbasis Nilai untuk Pendidikan Toleransi: Studi Kualitatif pada Sekolah Multikultural Lalu Muktar; Lalu Ibrohim Burhan
CENDEKIA : Jurnal Pendidikan Terintegrasi Vol. 1 No. 2 (2025): Transformasi Pendidikan Inklusif Berbasis Kearifan Lokal dan Digitalisasi Pembe
Publisher : PT. LIB Research Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63982/1kwq1h20

Abstract

Pendidikan karakter menjadi aspek krusial dalam penguatan nilai-nilai kemanusiaan di sekolah multikultural, terutama di tengah tantangan keberagaman sosial budaya yang kompleks. Namun, hingga kini masih terdapat kekosongan literatur terkait strategi pembelajaran kontekstual yang diterapkan guru untuk menanamkan karakter toleransi secara nyata di ruang kelas. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis strategi pembelajaran yang digunakan guru dalam membangun karakter toleransi siswa di sekolah menengah pertama multikultural. Pendekatan penelitian ini adalah kualitatif deskriptif, dengan subjek enam guru yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui observasi kelas, wawancara mendalam, dan dokumentasi pembelajaran. Analisis data menggunakan model Miles & Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan verifikasi. Hasil utama menunjukkan bahwa strategi dominan yang digunakan guru meliputi metode cerita lintas budaya, proyek sosial kolaboratif, dan diskusi reflektif. Strategi ini terbukti efektif dalam menumbuhkan sikap empatik, kesadaran kritis, dan kolaborasi antaridentitas. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pembelajaran kontekstual berbasis nilai sangat relevan dalam membentuk karakter toleransi siswa. Temuan ini berkontribusi pada penguatan kebijakan pendidikan karakter serta pengembangan pelatihan guru berbasis konteks sosial-budaya. Abstract  Character education is a crucial component in reinforcing humanitarian values in multicultural schools, particularly amid the challenges of complex socio-cultural diversity. However, a literature gap remains regarding the contextual teaching strategies that teachers employ to foster tolerance within the classroom environment. This study aims to identify and analyze the teaching strategies used by teachers to develop students' tolerance in multicultural junior high schools. A qualitative descriptive approach was applied, involving six purposively selected teachers as participants. Data collection techniques included classroom observation, in-depth interviews, and instructional documentation. Data analysis followed the Miles and Huberman model, encompassing data reduction, display, and verification. The principal findings indicate that teachers predominantly employed cultural storytelling, collaborative social projects, and reflective discussions. These strategies effectively promote empathy, critical awareness, and cross-cultural collaboration among students. The study concludes that value-based contextual teaching is highly effective in shaping students' tolerance in multicultural settings. These findings contribute to strengthening character education policy and guide the development of culturally responsive teacher training programs.