Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Effect of Doses of Clover Leaves Extract (Syzygium Aromaticum) on Death of Culex Sp Mosquito Larva Ela Amelia; Aryl Alfath Muhamad Iqbal; Siti Fatimah; Kurnia Afrianti; Dhiny Isma
Formosa Journal of Multidisciplinary Research Vol. 3 No. 5 (2024): May 2024
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/fjmr.v3i5.9226

Abstract

The clove plant (Syzygium Aromaticum) is a medicinal plant that has various uses. One of its uses is as a biopesticide (larvicide). Clove leaves contain toxic substances for insects such as several chemical compounds eugenol, saponins, flavonoids and tannins.This research is an experiment, in terms of the aim of this research it is classified as verification research with the aim of determining the effect of clove leaf extract (Syzygium Aromaticum) dosage on the death of Culex Sp mosquito larvae. In this study, 5 containers were used, each container contained 10 larvae out of 150 larvae, 4 containers were given clove leaf extract at a dose of 5ml, 10ml, 15ml and 20ml in 1 container as a control (without treatment). The data obtained was tested using the Anova test.Data from statistical analysis research between 0 milli control (without treatment) with a calculated F value of 7.867 and this significant value is smaller than α=0.05, so the research hypothesis is accepted, meaning that with 3 repetitions with doses of 5ml, 10ml, 15ml and 20ml there is a significant effect in killing Culex Sp larvae. Clove Leaf Extract (Syzygum Aromaticum) can inhibit the growth of Culex Sp mosquito larvae.
PROFIL PENGGUNAAN OBAT GASTRITIS PADA RESEP PASIEN Ela Amelia; Dewi Aprian Lasmini
Jurnal Kesehatan Farmasi Manajemen Vol 3 No 1 (2025): JURNAL ILMU KESEHATAN FARMASI, KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : JURNAL KESEHATAN FARMASI MANAJEMEN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Gastritis adalah peradangan pada mukosa atau dinding lambung yang dapat diakibatkan oleh pola makan yang tidak teratur, konsumsi OAINS, stress, maupun infeksi helicobackter pylori. Penatalaksanaan gastritis melibatkan penggunaan berbagai golongan obat, baik secara tunggal maupun kombinasi. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil penggunaan obat gastritis di Apotek Sumber Milik Cibadak periode Juli hingga Desember 2024 berdasarkan golongan obat, bentuk sediaan, pola kombinasi serta karakteristik pasien yang meliputi usia dan jenis kelamin. Metode Penelitian : Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan restrosepktif menggunakan data sekunder dari 93 lembar resep pasien. Hasil : Hasil penelitian menunjukan bahwa antasida (47.59%) adalah golongan obat yang paling banyak digunakan, bentuk sediaan terbanyak adalah suspensi (51.72%), dan pola peresepan terbanyak adalah kombinasi khususnya kombinasi antara antasida + PPI (30.11%). Pasien dengan jenis kelamin perempuan (62.37%) dan kelompok usia 55-65 tahun (22.58%) merupakan kelompok yang paling banyak mendapatkan pengobatan gastritis. Kesimpulan : Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar pertimbangan dalam pengelolaan dan penyediaan obat gastritis di apotek guna mendukung pelayanan kefarmasian yang lebih optimal
UJI EFEKTIVITAS EKSTRAK DAUN TOMAT (SOLANUM LYCOPERSICUM L) TERHADAP KEMATIAN LARVA NYAMUK AEDES AEGYPTI Ela Amelia; Dewi Aprian Lasmini
JURNAL KESEHATAN FARMASI MANAJEMEN Vol. 1 No. 1 (2023): JURNAL KESEHATAN, FARMASI, MANAJEMEN
Publisher : Akademi Farmasi Persada Sukabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit DBD disebabkan oleh Virus Dengue,jumlah penderita DBD di Kabupaten Sukabumi pada tahun 2020 , terhitung sepanjang Januari sampai Oktober 2020, telah ditemukan lebih dari 1000 kasus DBD. Dari hasil pengamatan larva atau jentik di Desa Warnasari Wilayah kerja Puskesmas Karawang dengan menggunakan visual larvae methode ditemukan House Index jumlah rumah (+) larva ada 12 buah dari 25 rumah yang diperiksa. Sedangkan pada Container Index jumlah kontainer (+) larva ada 11 buah dari 19 kontainer yang diperiksa. Sehingga Density Figure 7,5 (Daerah merah,derajad penularan penyakit oleh larva tinggi, perlu pengendalian segera). Penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas ekstrak daun tomat (Solanum Lycopersicum) terhadap kematian larva Aedes Aegypti. Rancangan penelitian yang digunakan penelitian ini adalah true experimental design dan merupakan penelitian verifikatif. Populasi dan sampel pada penelitian ini 110 ekor larva. Dengan melakukan 3 perlakuan dengan 6 kali pengulangan. Dan analisa yang digunakan adalah analisa univariat dan bivariat dengan menggunakan spss.Berdasarkan hasil analisa univariat uji efektivitas ekstrak daun tomat (Solanum Lycopersicum) terhadap kematian larva Aedes Aegypti dengan konsentrasi 10% dengan jumlah rata-rata kematian larva 1 ekor dari 10 ekor larva perkontainer, konsentrasi 20% dengan jumlah rata-rata kematian larva 2 ekor dari 10 ekor larva perkontainer dan konsentrasi 30% dengan jumlah rata-rata kematian larva 4 ekor dari 10 ekor larva perkontainer setelah kontak selama 1 jam. Berdasarkan hasil analisa bivariat one way anova diperoleh Sig 0,000 < 0,05, maka H0 ditolak berarti menunjukkan ada efektivitas ekstrak daun tomat (Solanum Lycopersicum) terhadap kematian larva Aedes Aegypti.Diharapkan setelah penelitian ini desa warnasari atau warga kabupaten Sukabumi pada umumnya dapat menggunakan ekstrak daun tomat untuk mengendalikan kepadatan larva
Pelatihan Kompetensi Guru Melalui Public Speaking Dan Pembelajaran Berbasis Teknologi: Pengabdian Rian, Riandi; Dewi Dawan; Nelly Amunizah; Ela Amelia; Hidayatul Mufidah Daulay
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 Tahun 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.5421

Abstract

Setiap guru sebagai penyedia pembelajaran di era digital memiliki keahlian komunikasi yang berbeda-beda dalam menjalani profesinya. Kemampuan berkomunikasi yang baik dan keterampilan memanfaatkan teknologi secara optimal memegang peran penting dalam proses pembelajaran. Keterampilan berbicara di depan umum atau public speaking adalah salah satu bentuk komunikasi yang memerlukan keahlian khusus, Keterampilan pembelajaran berbasis teknologi mengacu pada kemampuan peserta dalam menggunakan teknologi digital dalam proses pembelajaran. Pelatihan public speaking dan pembelajaran berbasis teknologi ini dilaksanakan sebagai bagian dari pengabdian masyarakat, difokuskan kepada guru dan kepala sekolah di Paud Kasih Bunda dan Sekolah Dasar Negeri Kadubadak, Kabupaten Pandeglang. Pelatihan ini diikuti oleh 16 peserta yang terdiri dari guru paud dan guru sd, dengan tujuan untuk meningkatkan kemampuan mereka dalam berbicara di depan umum, memahami dasar-dasar public speaking, serta pemanfaatan media digital untuk mendukung pembelajaran yang efektif. Pelatihan berlangsung selama 1 hari, mencakup pemaparan materi dasar dan praktik langsung, dengan proses awal berupa observasi dan diskusi. Hasil yang diperoleh menunjukkan adanya peningkatan kompetensi peserta, terutama dalam peningkatan rasa percaya diri dan penguasaan teknik komunikasi saat berbicara di depan umum serta dapat menjadi alternatif efektif untuk mendorong profesionalisme guru dan kesiapan mereka dalam menghadapi tuntutan pembelajaran.
TINGKAT PENGETAHUAN SWAMEDIKASI PENGUNJUNG TERHADAP INDIKASI DAN ATURAN PAKAI OBAT DI APOTEK SEKARWANGI KABUPATEN SUKABUMI Ela Amelia; Achmad Zainuri; Eneng Rahmatilah
JURNAL KESEHATAN FARMASI MANAJEMEN Vol. 4 No. 1 (2026): JURNAL KESEHATAN FARMASI MANAJEMEN
Publisher : Akademi Farmasi Persada Sukabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Swamedikasi adalah penggunaan obat yang dilakukan secara mandiri untuk mengatasi keluhan atau gejala penyakit. Sekitar 72,19% penduduk Indonesia melakukan swamedikasi, angka ini terus melonjak setiap tahunnya. Tindakan pengobatan mandiri dapat berisiko tinggi, terutama jika dilakukan tanpa pertimbangan yang tepat. Implementasi yang tidak tepat dapat menimbulkan risiko Kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui swamedikasi, khususnya terkait indikasi dan aturan pakai obat. Rancangan penelitian ini adalah deskriptif dengan teknik survei melalui kuesioner daring. Penelitian dilakukan di Apotek Sekarwangi Kabupaten Sukabumi. Data diambil menggunakan metode purposive sampling dari kuesioner yang dibagikan ke pengunjung Apotek pada periode Juli-Agustus 2025. Subjek penelitian adalah pengunjung yang bersedia mengisi kuesioner. Hasil penelitian diperoleh sebanyak 67 orang yang memenuhi kriteria. Tingkat pengetahuan pengunjung secara keseluruhan mengenai swamedikasi tergolong baik (91,04%), begitu pula pengetahuan mengenai indikasi obat (89,55%). Namun, pengetahuan mengenai aturan pakai obat teridentifikasi cukup baik (43,28%). Kesimpulannya, sebagian besar pengunjung Apotek Sekarwangi Kabupaten Sukabumi telah memiliki pemahaman umum swamedikasi yang baik. Namun, pemahaman spesifik mengenai aturan pakai obat masih perlu dilakukan edukasi lebih intensif dari tenaga kefarmasian untuk meningkatkan penggunaan obat yang aman dan rasional.