Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PERAMALAN PRODUKSI AIR LIMBAH INDUSTRI TAHU DAN TEMPE DI INDONESIA Mujayyanah, Zuhrotul
Jurnal Agroindustri Berkelanjutan Vol 4, No 1 (2025)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jab.v4i1.7099

Abstract

Peramalan produksi limbah cair industri tahu dan tempe di Indonesia bertujuan untuk mengetahui potensi pencemaran serta energi yang dapat dimanfaatkan.  Peramalan dilakukan dengan menggunakan software POM-QM for windows 4. Data yang digunakan merupakan konsumsi kedelai nasional  6 tahun terakhir, yaitu dari tahun 2018 sampai dengan 2023. Model peramalan menggunakan Time Series dengan metode berupa Moving Average dan Linear Regression. Berdasarkan nilai MAD, MSE, dan MAPE, metode terbaik untuk peramalan konsumsi kedelai nasional pada tahun 2024 yaitu Linear Regression dengan hasil peramalan sebanyak 1.846.288.000 kg.  Proyeksi produksi limbah cair industri tahu dan tempe di Indonesia pada tahun 2024 yaitu sebanyak 153.586.868,34 m3. Potensi gas metan (CH4) yang dihasilkan dari peramalan produksi limbah cair tahu dan tempe di Indonesia pada tahun 2024 yaitu sebesar 19.030.484.523.225,50 m3.
PERAMALAN PRODUKSI AIR LIMBAH INDUSTRI TAHU DAN TEMPE DI INDONESIA Mujayyanah, Zuhrotul
Jurnal Agroindustri Berkelanjutan Vol. 4 No. 1 (2025)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jab.v4i1.7099

Abstract

Peramalan produksi limbah cair industri tahu dan tempe di Indonesia bertujuan untuk mengetahui potensi pencemaran serta energi yang dapat dimanfaatkan.  Peramalan dilakukan dengan menggunakan software POM-QM for windows 4. Data yang digunakan merupakan konsumsi kedelai nasional  6 tahun terakhir, yaitu dari tahun 2018 sampai dengan 2023. Model peramalan menggunakan Time Series dengan metode berupa Moving Average dan Linear Regression. Berdasarkan nilai MAD, MSE, dan MAPE, metode terbaik untuk peramalan konsumsi kedelai nasional pada tahun 2024 yaitu Linear Regression dengan hasil peramalan sebanyak 1.846.288.000 kg.  Proyeksi produksi limbah cair industri tahu dan tempe di Indonesia pada tahun 2024 yaitu sebanyak 153.586.868,34 m3. Potensi gas metan (CH4) yang dihasilkan dari peramalan produksi limbah cair tahu dan tempe di Indonesia pada tahun 2024 yaitu sebesar 19.030.484.523.225,50 m3.
Evaluation of production efficiency and waste management in the Pak Imam tofu and tempeh industry using cleaner production methods Mujayyanah, Zuhrotul; Suroso, Erdi; Utomo, Tanto Pratondo; Suharyono, Suharyono; Hidayati, Sri; Nurmaisari, Melda
Journal of Tropical AgriFood Volume 8 Nomor 1 Tahun 2026
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35941/jtaf.8.1.2026.23223.85-94

Abstract

The Imam's tofu and tempeh industry in Central Lampung Regency produces two main types of products: tofu and tempeh. Additionally, the industry processes tofu dregs into a third product, gembus tempeh. This study aimed to identify the production performance and waste management of Imam's tofu and tempeh industry using the quick scan method. The data used are in the form of primary data and secondary data. The data obtained are presented in the form of mass balances and graphs. The research results show that improvements need to be made in the aspects of technology, management, production processes, and waste management. Water consumption in the Pak Imam industry is still relatively high, that is, 2,251.68 liters per day. This has an impact on the high volume of waste produced, which is 2,119.98 liters per day. Potential waste that has not been optimally utilized is found in the crushing stage (tempeh production) and extraction stage (tofu production). It is necessary to carry out maintenance on waste storage ponds due to silting. In addition, there are problems with the cleanliness of the place and equipment, so that the resulting product is less hygienic.