Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PELATIHAN MANAJEMEN UKS BAGI GURU SMP PENANGGUNGJAWAB UKS DENGAN PEMANFAATAN SISTEM SISTAUKS DI BOYOLALI Khoirotul Umaroh, Ayu; Alis Setiyadi, Noor; Anitasari Indah K, Tanjung; Estu Werdani, Kusuma; Putri Zahira, Aura; Mukti Kusumaningtyas, Bethari; Rachma Agustin, Fanni; Oktaviana, Vindiani
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 4 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i4.1213-1220

Abstract

Guru memiliki peran yang penting dalam UKS, dengan adanya pembinaan yang dilakukan oleh guru dapat meningkatkan kesadaran siswa dalam berperilaku hidup sehat di Sekolah maupun di Rumah. Pengabdian masyarakat ini berbentuk kegiatan pelatihan manajemen UKS bagi guru SMP penanggungjawab UKS yang bertujuan untuk mewujudkan sekolah sehat di Kabupaten Boyolali dengan pemanfaatan sistem SistaUKS. Kegiatan pelatihan manajemen UKS dilaksanakan pada tanggal 11 Oktober 2023 di Gedung Pertemuan Dinas Pendidikan Kabupaten Boyolali. Kegiatan ini dihadiri oleh 6 perwakilan dari puskesmas, 91 guru penanggungjawab UKS, perwakilan dinas kesehatan, dan perwakilan dinas pendidikan. Pelatihan ini dibagi menjadi 2 sesi yakni (1) Sesi 1 penjelasan tentang Trias UKS dan Sekolah Sehat, serta (2) Sesi 2 tentang Manajemen UKS dengan menggunakan sistem SistaUKS. Setelah mengikuti pelatihan manajemen UKS dengan SistaUKS sebanyak 100% peserta jadi tahu tentang implementasi Trias UKS. Manajemen UKS yang baik dapat dilakukan sekolah dengan tahapan Asesmen UKS dengan sistem SistaUKS, lalu perencanaan kegiatan prioritas, kemudian pelaksanaan kegiatan, dan monev juga dapat dilakukan dengan sistem SistaUKS.
STRATEGI PENAMBAHAN TITIK BARCODE DAN NUDGING UNTUK MENINGKATKAN PARTISIPASI PASIEN DALAM SURVEI KEPUASAN DI RSKGM FKG UI Oktaviana, Vindiani; Suswardany, Dwi Linna; Putra, Nur Adi
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 10 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v10i1.51984

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan indikator proses berupa tingkat partisipasi dan persepsi kemudahan pengisian survei antara periode sebelum dan sesudah intervensi berupa penambahan titik barcode (QR) dan penerapan nudging pada sampel independen. Metode yang digunakan yakni kuasi-eksperimen kelompok non-ekuivalen (perbandingan kelompok statis) dengan sampel independen (pra n=10; pasca n=10). Intervensi meliputi desain ulang poster barcode dengan nudging serta penambahan titik penempatan di area strategis (CS lantai 1; kasir klinik lantai 2–4; mading/tangga lantai 2–3). Nudging yang diterapkan: (1) point-of-choice prompt (penempatan poster di titik keputusan pasien); (2) ajakan bertindak yang dibingkai, yakni “Ayo bantu kami meningkatkan pelayanan! Scan barcode, klik, isi survei”—untuk menonjolkan arti-penting dan mengarahkan langkah aksi (scan–klik–isi). Penelitian ini menggunakan desain kuasi-eksperimen perbandingan kelompok statis dengan metode campuran konvergen paralel pada sampel independen (pra n=10, pasca n=10), menggabungkan data kuantitatif survei Likert P1-P6 melalui barcode QR dan data kualitatif ulasan terbuka Google Form. Intervensi meliputi penambahan titik barcode strategis dan nudging "Ayo scan-klik-isi". Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor P1–P6 meningkat dari 17,4 menjadi 18,7 (Δ=+1,3), terbesar pada kemudahan menemukan barcode (P1) dan kejelasan informasi (P4). Partisipasi meningkat pada periode implementasi; Agustus tercatat 49 responden mengisi survei setelah perluasan titik barcode dan sosialisasi. Temuan kualitatif: barcode lebih mudah ditemukan dan proses lebih jelas (selaras dengan salience + simplifikasi). Dalam perbandingan sampel independen, periode pasca intervensi menunjukkan peningkatan kemudahan akses dan survei partisipasi dibandingkan pra intervensi di RSKGM FKG UI. Karena desain non-equivalent groups, inferensi kausal belum dapat ditegakkan; Diperlukan observasi berseri lebih panjang dan/atau kelompok kontrol (seperti: deret waktu terputus, perbedaan-dalam-perbedaan, atau irisan bertahap).