p-Index From 2021 - 2026
7.603
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

MEDIA LEAFLET, VIDEO DAN PENGETAHUAN SISWA SD TENTANG BAHAYA MEROKOK (Studi pada Siswa SDN 78 Sabrang Lor Mojosongo Surakarta) Ambarwati, Ambarwati; Umaroh, Ayu Khoirotul; Kurniawati, Fifit; Kuswandari, Tika Diah; Darojah, Saroh
Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 10, No 1 (2014)
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Keolahragaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Merokok merupakan kegiatan yang sering kita jumpai di masyarakat. Meskipun sebagian besar masyarakat mengetahui bahaya merokok, namun kebiasaan merokok tetap banyak dilakukan di masyarakat. Bahkan telah merambah ke siswa sekolah dasar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh media leaflet dengan video terhadap pengetahuan siswa SDN 78 Sabrang Lor Mojosongo tentang bahaya merokok. Jenis penelitian ini adalah eksperimen, dengan rancangan penelitian pretest and posttest without control group design. Sampel sebanyak 96 siswa kelas V dan VI SD Sabrang Lor Mojosongo yang ditentukan dengan tehnik total sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai pre test pengetahuan siswa SD pada kelompok leaflet sebagian besar, yaitu 30 orang (62,5%) dalam kategori baik dan pada kelompok video sebagian besar, yaitu 33 siswa (68,8%) dalam kategori cukup. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan ada pengaruh penggunaan media leaflet (p= 0,000≤ α=0,05) namun tidak ada pengaruh penggunaan media video (p= 0,328> α=0,05) terhadap pengetahuan siswa SDN 78 Sabrang Lor Mojosongo tentang bahaya merokok. Sehingga dapat dikatakan media leaflet lebih efektif dalam meningkatkan pengetahuan siswa SD tentang bahaya merokok dibandingkan video. Smoking is an activity that often be done by society. Although almost human know the negative effect of cigarette, but they still have cigarette smoking habit. In fact, the habit have cut down to students in elementary school. The aim of the research was to know the influence of health education with leaflet and film toward elementary school Sabrang Lor student’s knowledge about the negative effect of smoking. The study was experimental with pretest and posttest without control group design. Sample were 96 Sabrang Lor elementary school students that was given by total sampling technique. The result of the study showed, before intervention in leaflet group, the score of student’s knowledge majority was in good category= 30 students (62,5%) and in film group majority in enough category= 33 students (68,8%). After intervention, the score increased, in leaflet group there were 8 Students to be good category and in film group there were 3 students to be enough category. The conclu-sion of the research was : leaflet is more effective to increase the knowledge of Sabrang Lor elementary school students about the dangerous of smoking than film media.
MEDIA LEAFLET, VIDEO DAN PENGETAHUAN SISWA SD TENTANG BAHAYA MEROKOK (Studi pada Siswa SDN 78 Sabrang Lor Mojosongo Surakarta) Ambarwati, Ambarwati; Umaroh, Ayu Khoirotul; Kurniawati, Fifit; Kuswandari, Tika Diah; Darojah, Saroh
KEMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 10, No 1 (2014)
Publisher : Department of Public Health, Faculty of Sport Science, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kemas.v10i1.3064

Abstract

Merokok merupakan kegiatan yang sering kita jumpai di masyarakat. Meskipun sebagian besar masyarakat mengetahui bahaya merokok, namun kebiasaan merokok tetap banyak dilakukan di masyarakat. Bahkan telah merambah ke siswa sekolah dasar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh media leaflet dengan video terhadap pengetahuan siswa SDN 78 Sabrang Lor Mojosongo tentang bahaya merokok. Jenis penelitian ini adalah eksperimen, dengan rancangan penelitian pretest and posttest without control group design. Sampel sebanyak 96 siswa kelas V dan VI SD Sabrang Lor Mojosongo yang ditentukan dengan tehnik total sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai pre test pengetahuan siswa SD pada kelompok leaflet sebagian besar, yaitu 30 orang (62,5%) dalam kategori baik dan pada kelompok video sebagian besar, yaitu 33 siswa (68,8%) dalam kategori cukup. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan ada pengaruh penggunaan media leaflet (p= 0,000≤ α=0,05) namun tidak ada pengaruh penggunaan media video (p= 0,328> α=0,05) terhadap pengetahuan siswa SDN 78 Sabrang Lor Mojosongo tentang bahaya merokok. Sehingga dapat dikatakan media leaflet lebih efektif dalam meningkatkan pengetahuan siswa SD tentang bahaya merokok dibandingkan video. Smoking is an activity that often be done by society. Although almost human know the negative effect of cigarette, but they still have cigarette smoking habit. In fact, the habit have cut down to students in elementary school. The aim of the research was to know the influence of health education with leaflet and film toward elementary school Sabrang Lor student’s knowledge about the negative effect of smoking. The study was experimental with pretest and posttest without control group design. Sample were 96 Sabrang Lor elementary school students that was given by total sampling technique. The result of the study showed, before intervention in leaflet group, the score of student’s knowledge majority was in good category= 30 students (62,5%) and in film group majority in enough category= 33 students (68,8%). After intervention, the score increased, in leaflet group there were 8 Students to be good category and in film group there were 3 students to be enough category. The conclu-sion of the research was : leaflet is more effective to increase the knowledge of Sabrang Lor elementary school students about the dangerous of smoking than film media.
GAMBARAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BULU KABUPATEN SUKOHARJO BULAN JANUARI-MARET 2015 Umaroh, Ayu Khoiratul; Hanggara, Heru Yuda; Choiri, Choiri
Jurnal Kesehatan Vol 9, No 1 (2016): Jurnal Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jurkes.v9i1.3375

Abstract

Latar belakang: Perilaku hidup bersih dan sehat seseorang sangat berkaitan dengan peningkatkan kesehatan individu, keluarga, masyarakat dan lingkungannya. Data Kementrian Kesehatan tahun 2013, bahwa rumah tangga di Indonesia yang mempraktekkan PHBS baru mencapai 55,6%, di Jawa Tengah sebesar 75,1%. Data Profil Kesehatan Kabupaten Sukoharjo tahun 2013, dari 114.140 rumah tangga yang diperiksa PHBS, sebanyak 96.922 (82,2%) rumah tangga yang sudah menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat dan kecamatan Bulu pada tahun 2013 sebesar 85,8%. Namun masih terdapat beberapa desa di kecamatan Bulu yang memiliki permasalahan kesehatan berkaitan dengan PHBS. Tujuan: mengetahui gambaran perilaku hidup bersih dan sehat di wilayah kerja Puskesmas Bulu (Desa Gentan, Desa Kedungsono, Desa Kamal). Metode: jenis penelitian deskriptif kuantitatif menggunakan teknik Total Sampling dan analisis data univariat dengan 26 JURNAL KESEHATAN, ISSN 1979-7621, Vol. 1, No. 1, Juni 2016: 25-31 bantuan software statistik. Hasil: Pencapaian hasil yang didapatkan desa Gentan (67,06%), desa Kedungsono (73,3%) dan desa Kamal (73,53%). Dari ketiga desa tersebut, terdapat empat indikator PHBS yang nilainya terendah, yakni ketersediaan tempat sampah (37,58%), kepemilikan JPK (49,43%), tidak merokok (52,81%), dan PSN (56,65%). Indikator PHBS dengan nilai tertinggi adalah tidak miras/narkoba (96,28%) dan ketersediaan air bersih (94,88%). Kesimpulan: pencapaian hasil PHBS di desa Gentan, Kedungsono, dan Kamal masih di bawah target nasional di tahun 2014-2019. Saran: mengaktifkan kader kesehatan di tiga desa tersebut oleh tenaga kesehatan terkait dan memberikan pendidikan kesehatan yang berkelanjutan dan komprehensif kepada masyarakat serta melakukan pendampingan terhadap perkembangan PHBSnya.
Pelayanan Rumah Sehat COVID-19 Inovasi Pengendalian Mortalitas dan Morbiditas: Studi Kasus di Kabupaten Sukoharjo, Indonesia Setiyadi, Noor Alis; Umaroh, Ayu Khoirotul; Wahdiyati, Yunia; Septiyanti, Rizma
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 2 No 1 (2021): JPPKMI: Juni 2021
Publisher : Asosiasi Institusi Pendidikan Tinggi Kesehatan Masyarakat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jppkmi.v2i1.47457

Abstract

Salah satu inovasi yang dilakukan oleh pemerintah Kabupaten Sukoharjo dalam penanganan COVID-19 adalah mendirikan Rumah Sehat COVID-19 sebagai tempat isolasi khusus pasien terpapar virus COVID-19. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelayanan Rumah Sehat COVID-19 sebagai inovasi pengendalian mortalitas dan morbiditas COVID-19. Metode penelitian yakni kualitatif desain studi kasus. Pengambilan data dengan wawancara, sampel purposive yakni Kepala Dinas Kabupaten Sukoharjo dan petugas kesehatan RSC. Analisa data yakni analisis tematik. Hasil dari penelitian ini adalah 1) Aspek legal dari RSC adalah Perbup Sukoharjo No.19/2020; 2) Persyaratan pasien adalah semua orang yang terkonfirmasi positif COVID-19 dan sedang tinggal di Sukoharjo; 3) Bangunan dan fasilitas penunjang layak (rekam medis, pendanaan, APD, swab test); 4) Pemerintah melakukan pendekatan kepada masyarakat setempat agar dapat menerima keberadaan RSC; 5) Pasien merasa nyaman; 6) Petugas kesehatan masih memiliki rasa khawatir saat penanganan; 7) RSC memberikan dampak angka kesembuhan. Yang perlu ditingkatkan oleh RSC adalah pengadaan layanan PCR kepada pasien yang telah diizinkan pulang dan karantina mandiri di rumah serta memberikan early support dan after care pada petugas kesehatan untuk mengurangi rasa khawatir yang mereka rasakan. Kata kunci: RSC, Isolasi, COVID-19
HUBUNGAN ANTARA FAKTOR INTERNAL DAN FAKTOR EKSTERNAL DENGAN PERILAKU SEKSUAL PRANIKAH REMAJA DI INDONESIA Ayu Khoirotul Umaroh; Yuli Kusumawati; Heru Subaris Kasjono
Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 10, No 1 (2015): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas
Publisher : Faculty of Public Health, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24893/jkma.v10i1.165

Abstract

Kegiatan seksual yang tidak bertanggung jawab menempatkan remaja pada tantangan risiko terhadap berbagai masalah kesehatan reproduksi. Berdasarkan data SDKI 2012, remaja (15-24 tahun belum menikah) yang pernah melakukan hubungan seksual pranikah sebanyak 0,9% perempuan dan 8,7% laki-laki di daerah urban serta 1,0% perempuan dan 7,8% laki-laki di daerah rural. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui variabel yang paling berpengaruh terhadap perilaku seksual pranikah remaja di Indonesia berdasarkan data SDKI 2012. Metode penelitian ini menggunakan jenis kuantitatif analitis dengan desain cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 19.882. Analisis bivariat menggunakan Chi-Square dan analisis multivariat menggunakan Regresi Logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara faktor internal dan faktor eksternal terhadap perilaku seksual pranikah remaja di Indonesia. Faktor internal yakni tingkat pendidikan (p=0,000), pengetahun (p=0,000), sikap (p=0,000) dan gaya hidup (p=0,017). Faktor eksternal yakni sumber informasi (p=0,000), kelengkapan informasi (p=0,005), peran (p=0,000) dan tempat tinggal (0,000). Demikian pula hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa sikap memiliki nilai OR tertinggi sebesar 2,129 (95%CI : 1,963-2,309), artinya remaja dengan sikap tidak baik memiliki risiko 2,129 kali untuk melakukan perilaku seksual pranikah daripada remaja dengan sikap baikKata Kunci: Remaja, Perilaku Seksual, Faktor Internal dan Eksternal, SDKI 2012
Review Kebijakan Penanganan COVID-19 di Kota Surakarta dengan Pendekatan Segitiga Kebijakan dan Analisis SWOT Ayu Khoirotul Umaroh; Candra Kirana Mustahziyin; Paramita Boni Lestari; Zulfa Kevaladandra; Hadi Pratomo
Jurnal Kebijakan Kesehatan Indonesia Vol 10, No 1 (2021)
Publisher : Center for Health Policy and Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkki.60496

Abstract

Pendahuluan: COVID-19 merupakan permasalahan serius yang berdampak multi-sektor. Berbagai kebijakan telah ditetapkan untuk mengatasi COVID-19 baik di tingkat pusat maupun Kota Surakarta. Tujuan: Mengidentifikasi kebijakan lintas sektor terkait COVID-19 di Kota Surakarta, membandingkan kecepatan respon kebijakan dengan pusat, dan memberikan rekomendasi model strategi. Metode: Penelitian ini merupakan Rapid Analysis dengan Media Content Analysis dengan data sekunder berupa kebijakan COVID-19 Kota Surakarta pada sektor pemerintahan, sosial, kesehatan, ekonomi, pendidikan, dan keagamaan, periode Maret-Mei 2020, dan dapat diakses publik melalui situs dan akun media sosial resmi pemerintah, media lokal dan nasional. Analisis dilakukan dengan model segitiga kebijakan dan SWOT. Hasil: Terdapat 22 kebijakan dengan aktor Walikota Surakarta, Dinas Pendidikan, dan Kementerian Agama Kota Surakarta serta konteks meliputi keenam sektor tersebut. Dirumuskan 5 model strategi utama: (1) Membentuk kebijakan turunan terkait sanksi pelanggaran; (2) Membentuk dan mensosialisasikan buku pedoman untuk masyarakat meliputi pencegahan dan penanggulangan COVID-19 beserta edukasi hukum; (3) Memfokuskan strategi pada pemberdayaan masyarakat dengan kerjasama stakeholder lain; (4) Membentuk situs/aplikasi khusus sebagai sarana informasi dan komunikasi risiko; dan (5) Memformulasikan kebijakan pada sektor ekonomi kreatif. Kesimpulan: Pemkot Surakarta telah responsif menetapkan kebijakan derivatif yang selaras dengan pemerintah pusat. Pemkot Surakarta dapat mengaplikasikan 5 model strategi utama untuk meningkatkan keberhasilan implementasi kebijakan.
Literasi Pencegahan Covid-19 melalui Gerakan Kader Sigap Covid (GESID) Desa Cipambuan Kabupaten Bogor Ayu Khoirotul Umaroh; Risa Laras Wati; Annisa Sayyidatul Ulfa; Dewi Ayu Puspitasari
WARTA LPM WARTA LPM, Vol. 24, No. 3, Juli 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/warta.v24i3.13465

Abstract

Badan Kesehatan Dunia atau WHO telah menetapkan Covid-19 sebagai pandemi di seluruh dunia termasuk Indonesia. Di Indonesia terdapat tiga wilayah kasus tertinggi Covid-19 salah satunya adalah Provinsi Jawa Barat. Sebaran Covid-19 di Jawa Barat paling banyak terdapat di Kota Depok, Kota Bekasi, Kota Bandung, Kabupaten Bogor, dan Kabupaten Bekasi. Salah satu upaya pencegahan penyebaran covid-19 adalah dengan meningkatkan daya tahan tubuh. Peningkatan daya tahan tubuh dapat dilakukan dengan mengkonsumsi makanan bergizi dan tetap menjaga Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Desa Cipambuan merupakan salah satu daerah di Kabupaten Bogor yang memiliki kader kesehatan yang dapat memberikan informasi untuk pencegahan Covid-19 kepada warga. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan gizi seimbang dan PHBS sebagai langkah pencegahan Covid-19 melalui kader kesehatan di Desa Cipambuan. Metode yang digunakan adalah dengan kegiatan sosialisasi pemberian materi edukasi Covid-19, gizi seimbang, dan PHBS kepada kader kesehatan sejumlah 21 orang melalui WhatsApp. Program dilaksanakan pada tanggal 1-3 Desember 2020 selama 1,5 jam/hari. Luaran dari program ini yakni terbentuk kelompok GESID yang kemudian dilanjutkan dengan diskusi kesehatan terutama Covid-19 di WA Grup yang telah dibentuk serta publikasi kegiatan di media nasional. Untuk mengukur perubahan pengetahuan dilakukan pre-test dan post-test pada kegiatan pemberian materi edukasi. Hasil dari kegiatan pengabdian didapatkan secara kuantitatif tidak ada perbedaan antara sebelum dan sesudah sosialisasi, namun lebih banyak yang pengetahuan baik. Hal ini berbeda dengan hasil kualitatif yang memperlihatkan bahwa peserta merasa mendapatkan pengetahuan dan wawasan baru, sehingga ingin menyebarkan materi yang didapatkan ke Ibu lainnya, dan ingin mempraktikkan materi yang telah didapatkan. Dengan adanya kegiatan pengabdian ini kepada ibuibu kader kesehatan Desa Cipambuan, maka terbentuknya kelompok GESID ditandai dengan adanya kelompok WhatsApp grup. Grup ini akan menjadi grup informasi terkait bidang kesehatan, khususnya masalah tentang Covid-19.
GAMBARAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BULU KABUPATEN SUKOHARJO BULAN JANUARI-MARET 2015 Ayu Khoiratul Umaroh; Heru Yuda Hanggara; Choiri Choiri
Jurnal Kesehatan Vol 9, No 1 (2016): Jurnal Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jk.v9i1.3375

Abstract

Praktek Cuci Tangan dan Penggunaan Masker dalam Pencegahan COVID- 19 pada Lansia di Jawa Tengah Chayanita Sekar Wijaya; Ayu Khoirotul Umaroh; Naibul Umam Ekosakti
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 12th University Research Colloquium 2020: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (139.715 KB)

Abstract

Latar belakang: Lansia merupakan kelompok usia yang memilikikerentanan lebih tinggi terhadap COVID-19 karena kapasitasfungsional organ-organ lansia mengalami penurunan akibat prosespenuaan. Tujuan: mendeskripsikan distribusi frekuensi lansia yangmencuci tangan pakai sabun dan menggunakan masker di wilayahJawa Tengah. Metode: Jenis penelitian deskriptif dengan pendekatankuantitatif. Teknik pengambilan sampel menggunakan incidentalsampling. Total responden 97 lansia yang berasal dari berbagaidaerah di Jawa Tengah. Teknik pengumpulan data menggunakankuesioner yang diunggah ke dalam google formulir dan observasilangsung ke rumah responden. Hasil: sebanyak 87% lansia sudahbenar dalam menggunakan maskernya. Hanya ada 13% lansia yangbelum bisa dan tidak benar dalam mempraktekkan caramenggunakan masker. Sejumlah 70% lansia sudah benar dalampraktek cuci tangan menggunakan sabun, hanya 30% yang belumtahu langkah-langkah cuci tangan menggunakan sabun.Kesimpulan: untuk meningkatkan jumlah lansia yang mampumencuci tangan dan menggunakan masker dengan benar diajarkanberulang oleh orang yang tinggal serumah atau tetangga terdekatbila lansia tersebut tinggal sendiri.
OPTIMALISASI PERAN KADER KESEHATAN DENGAN METODE DINAMIKA KELOMPOK PADA PROGRAM PENANGANAN STUNTING DI DESA KUJON, KLATEN Ayu Khoirotul Umaroh; Aldise Zulianing Dewi; Aura Putri Zahira
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 5 (2022): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v6i5.10538

Abstract

Abstrak: Stunting menjadi masalah prioritas. Kabupaten Klaten menjadi salah satu kabupaten prioritas. Terdapat 10 lokus stunting. Prevalensi tertinggi adalah Desa Kujon sebanyak 20%. Program ini bertujuan meningkatkan pengetahuan kader tentang stunting. Metode dinamika kelompok digunakan dengan pendekatan teori Pengembangan Kelompok yang terdiri tahapan forming, norming, storming, performing, dan adjouring dengan media Buku Saku, Integrated Card, dan kertas Flipchart. Hasil program menunjukkan bahwa dari 10 soal pretest dan posttest yang diberikan kepada kader kesehatan, terdapat pertanyaan dengan jumlah penjawab benar pada posttest lebih banyak dibandingkan pretest terdapat 5 butir, yakni pada pertanyaan Istilah untuk kader untuk penanganan stunting, Pengertian stunting, Program penanganan stunting pada ibu hamil, Isi piringku, dan Cara memotong makanan. Terdapat 64,7% mengalami peningkatan pengetahuan dan 29,4% nilai pengetahuannya tetap. Diharapkan adanya program pelatihan kapasitas kader yang lebih spesifik, seperti identifikasi temuan stunting, komunikasi efektif, dan teknik konseling.Abstract: Stunting is a priority issue. Klaten Regency is one of the priority districts. There are 10 stunting location. The highest prevalence is Kujon Village about 20%. This program aimed increase the knowledge of cadres about stunting and train team cohesiveness in formulating programs. The group dynamics method is used with a group development theory approach which consists of the stages of forming, norming, storming, performing, and adjouring with the media of Pocket Book, Integrated Card, and Flipchart paper. The results of community service showed that of the 10 pretest and posttest questions given to health cadres, there were questions with more correct answers in the posttest than in the pretest, there were 5 items: The terms for cadres for handling stunting, Definition of stunting, stunting management program in pregnant women, Fill my plate, and How to cut food. There was 64,7% who experienced an increase in knowledge about stunting and 29,4% who had the same value. It is hoped that there will be more specific cadre capacity training programs, such as identification of stunting findings, effective communication, and counseling techniques.
Co-Authors - Suramto, - Adinda Dwi Septyasari Pratama Agus Triyono Ahmad Fatih Fauzi Aldise Zulianing Dewi Almira Almira Ambarwati Andriani, Puput Angelita Noor Ramadhini Anggi Putri Aria Gita Anisa Catur Wijayanti Anitasari Indah K, Tanjung Annisa Kurniawati Annisa Sayyidatul Ulfa Anton Sujarwo, Anton Arif Pristianto Arodah, Nike Indah Arya Veda Setyanindito Astutiatmaja, Mulyani Adi Aulia Febriani Aura Putri Zahira Aura Safitri Azkiya, Najwa Azzam Alifian Aziz Bacharuddin Akbar Berliana, Rahma Novita Bethari Mukti Kusumaningtyas Bethari Mukti Kusumaningtyas Kusumaningtyas Burhannudin Ichsan Candra Kirana Mustahziyin Chalada, Sri Chayanita Sekar Wijaya Choiri Choiri Choiri Choiri, Choiri cindy prastika Cindy Prastika Daffana Ifnadia Imron Daffana Ifnadia Imron Destianna Destianna Dewanti, Ririn Cahya Dewi Ayu Puspitasari Dewi, Aldise Zulianing Diah Priyawati Dian Purworini Dini Amalia Putri Dwinata Windya Putri Dziya Safira Hakim Edi Susanto Ega Tanaya Ekosakti, Naibul Umam Elisabet, Belinda Meliana Ellyza Rahmawati Elvina Safarinda Endang Setyaningsih Erina Adriana Paramitha Estu Werdani, Kusuma Fadillah Zuhroh Choirunnisa Faiza, Salsabila Alif Faizah Betty Rahayuningsih Fajrin, Rahmawati Fassha Rahmadina Mauliza Sihar Fathoni, Sidik Faturohit Rois Imron Santoso Feby Margareta Ferina, Frecilia Friskha Fifit Kurniawati Finna Rachma Agustin Firda Dwi Anggriany Firmansyah Firmansyah Frahestina Frahestina Gita, Anggi Putri Aria H Herawati H Herawati Hadi Pratomo Hadi Pratomo Hadi Pratomo Hanggara, Heru Yuda Hanifah, Endah Nur Haryanti, Maharani Nurul Haryudha Hattapradit, Faron Henky Atorik Gimnastiar Herawati Herawati Heru Subaris Kasjono Heru Yuda Hanggara Hidayah, Lissa Nur Hidayat, Wahyu Tri Himati Syahidah Husna, Qisty Dzakiyyatu Inas Marwaa Dzakiya Irma Jauza Heriaskalma Irma Yuliana Istianah Nur Adila Ivana Dewi Solihah Izzatul Arifah Janah, Riyakhul Karjoso, Tri Krianto Kharisma Puja Kusuma Khasanah, Devi Jantika Nur Khoirunnisa, Salma Kussudyarsana Kusumaningtyas, Bethari Mukti Kusumawati, Maharani Ayu Laili, Ramadani Nur Livia, Wardhatul Luthfi Alfian Mesya Ade Karuniawati Muhadzib, Muhammad Arkan Muhamad Taufik Hidayat Muhammad Irfan Zahran Mukti Kusumaningtyas, Bethari Mulyono, Afieina Maulida Murtiningrum, Chrisna Muti'ah Diniyati Nabilla, Nur Jihan Luthfia Nabita Regina Intan Nadhiira Dwi Amri Nadila Anti Nur Khoiriyah Nadira Jihan Fitria Naibul Umam Ekosakti Nanda Hani Nur Pertiwi Noor Alis Setiyadi Novyanti Setiyo Rini Novyanti Setiyo Rini Nugrahani, Yuniar Kusuma Nugroho, Purwo Setiyo Nur Agustina Widyaningrum Nur Lailatul Muhlishoh Nuristiqomah Dwi Putri Nurkhansa, Thifal Nurul Hidayati Nurul Latifatul Inayati Oktaviana, Vindiani Paramita Boni Lestari Pradhana Satria Pinandhita Prameswari, Alifia prastika, cindy Pratama, Muhammad Raditya Arva Pratiwi, Fitria Sandra Prihandana, Sadar Puput Andriani Puput Mardiani Puri Larasati Puspitasari, Anita Putri Zahira, Aura Putri, Hanan Aliya Putri, Nabila Lutfiana Putri, Vella Arneta Qisty Dzakiyyatu Husna Qisty Dzakiyyatu Husna Rachma Agustin, Fanni Radi Tia Sintia Dewi Rahma Novita Berliana Rahma, Mislaillatul Khollifah Ratna Yustisiani Refansa Desfa Dinata Renaya Amelta Sahda Rio Alviani Ari Setiawan Risa Laras Wati Riyakhul Janah Rizki Nisaa'uljanah Sabrina Cantika Putri Sandrana Salsabila Purnamasari Saputri, Inez Ramadhana Sari, Nur Ayu Sekar Arum Saroh Darojah Septiana Ratnawati Septiyanti, Rizma Serilda Alya Madaniyah Setia Asyanti Shabrina, Farah Alifa Nur Shafira Nuril Hidaya Shafira Nuril Hidaya Shandy Yusril Fadlullah Sheena Ramadhia Asmara Dhani Sintia Dewi, Radi Tia Siska Ningtyas Prabasari Siti Soekiswati Snow, Rachel C. Soleha, Azza Rhohidatus Sri Chalada Sri Chalada Sri Indra Kurnia Sudrajah Warajati Kisnawaty Syifa, Asy Tanjung Anitasari Indah K Tanjung Anitasari Indah Kusumaningrum Tika Diah Kuswandari Trijaya Trijaya Trijaya Tya Handayani Vina Alviana Vindiani Oktaviana Vindiani Oktaviana Wahdiyati, Yunia Wanda Averillia Wijaya, Chayanita Sekar Windi Wulandari Wita Oktaviana Yeni Indriyani Yuli Kusumawati Yustisiani, Ratna Zalfa Nur Eka Safira Zavier Ferodova Al Fitroh Zulfa Kevaladandra Zulia Setiyaningrum