Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pencegahan Fenomena Memviralkan Kasus Perselingkuhan Rumah Tangga Di Media Sosial Berdasarkan Maqashid Syariah Nurfath, Muhammad Faathur; Usman, Musyafi
SANGAJI: Jurnal Pemikiran Syariah dan Hukum Vol 9 No 1 (2025)
Publisher : Fakultas Syariah IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/sangaji.v9i1.4487

Abstract

Fenomena memviralkan kasus perselingkuhan rumah tangga melalui media sosial menunjukkan gejala krisis etika digital dalam masyarakat Muslim. Penelitian ini bertujuan menganalisis dampak sosial dari tindakan tersebut serta menelaahnya melalui pendekatan maqāṣid al-syarī‘ah. Menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan fenomenologis, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap enam informan, termasuk pelaku, saksi, pengguna media sosial, dan tokoh agama. Hasil penelitian menunjukkan lima dampak utama: dorongan psikologis yang spontan, kerusakan reputasi dan trauma sosial, normalisasi ghibah, terganggunya hubungan keluarga besar, serta rendahnya literasi digital dan pemahaman nilai keislaman. Semua dampak ini berkaitan langsung dengan pelanggaran prinsip ḥifẓ al-‘irḍ, ḥifẓ al-nafs, ḥifẓ al-‘aql, dan ḥifẓ ad-dīn. Analisis maqāṣid menunjukkan bahwa tindakan memviralkan aib merupakan pelanggaran struktural terhadap syariat. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan preventif dan kuratif: edukasi pranikah, penguatan etika bermedia sosial, serta peran tokoh agama dan lembaga keagamaan dalam menyelesaikan konflik secara tertutup dan bermartabat. Penelitian ini menegaskan bahwa maqāṣid al-syarī‘ah dapat menjadi panduan normatif dan etis dalam merespons tantangan moral di era digital.
Pengelolaan Zakat, Infak, dan Sedekah dalam Perspektif Maqasid Syariah: Studi Kasus LAZDA RIZKI Jember Ginanjar Permana, Eka; Usman, Musyafi
Kartika: Jurnal Studi Keislaman Vol. 5 No. 2 (2025): Kartika: Jurnal Studi Keislaman (Agustus)
Publisher : Lembaga Pendidikan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPT NU) PCNU Kabupaten Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59240/kjsk.v5i2.292

Abstract

Indonesia, with a population of 284.4 million as of March 2024, continues to face poverty challenges, with 25.22 million people (9.03%) living below the poverty line. Zakat, Infak, and Sedekah (ZIS) possess substantial potential as instruments for poverty alleviation and socio-economic empowerment, yet their implementation remains suboptimal. This study aims to analyze the management of ZIS, covering collection, distribution, and utilization, examine strategies for improving community welfare, and assess their alignment with the principles of Maqasid al-Shariah as formulated by Imam al-Syatibi. Employing a descriptive qualitative method with sociological and normative approaches, the research draws on primary data obtained through interviews and observations at LAZDA RIZKI Jember, complemented by secondary data from institutional documents and relevant literature. The findings reveal that the ZIS management at LAZDA RIZKI, including innovative programs such as the Creative Empowerment Center (Balai Kreatif), systematically reflects the realization of the five core objectives of Maqasid al-Shariah: protection of religion, life, intellect, progeny, and wealth. This study contributes to the discourse on ZIS governance from a Maqasid-based perspective and offers practical insights for zakat institutions in optimizing their role in advancing social welfare.