Saputra , Alfin
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Effective resolution of a post-ovariohysterectomy cutaneous abscess in a young female cat following antibiotic switch from amoxicillin to cefadroxil Handoko , Jully; Silaban , Berna Natalia Br; Saputra , Alfin
ARSHI Veterinary Letters Vol. 9 No. 1 (2025): ARSHI Veterinary Letters - February 2025
Publisher : School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avl.9.1.5-6

Abstract

Laporan kasus ini menyajikan penggunaan jahitan intradermal kontinyu yang pertama kali digunakan di Indonesia untuk mengobati abses kulit pasca ovariohisterektomi pada kucing muda, dengan penggantian antibiotik. Seekor kucing betina berumur 6 bulan, K (2,5 kg), mengalami abses kulit setelah ovariohisterektomi. Amoksisilin trihidrat (15 mg/kg setiap 12 jam) diberikan secara oral untuk terapi antimikroba pasca operasi. Pada hari ke 9, pemeriksaan fisik menunjukkan pembengkakan pada lokasi sayatan yang dijahit, suhu rektal meningkat (39,9°C), dan ekspresi meringis. Terapi antibiotik dilanjutkan dengan injeksi amoksisilin kerja panjang subkutan (15 mg/kg). Namun, pada hari ke 18, pemilik melaporkan keluar cairan bernanah dari area yang bengkak. Setelah pemeriksaan ulang, rejimen antibiotik disesuaikan dengan mengganti amoksisilin trihidrat dengan sefadroksil (35 mg/kg setiap 24 jam, per oral). Pada hari ke 21, penyembuhan yang signifikan terlihat dengan penurunan ukuran abses dan penghentian total keluarnya nanah. Pada hari-hari berikutnya, gejala klinis berangsur-angsur berkurang, dan kondisi K secara keseluruhan membaik, ditandai dengan kembalinya nafsu makan, perilaku, dan aktivitas normal. Lokasi sayatan yang dijahit sembuh dengan baik dan menyatu mulus dengan kulit di sekitarnya.