Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Tantangan Dakwah Islam di Tengah Keberagaman Budaya Indonesia Agus Maulana Qosim; Muhammad Ihsan
Sujud: Jurnal Agama, Sosial dan Budaya Vol. 1 No. 3 (2025): JUNI-SEPTEMBER 2025
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/gka92d61

Abstract

Artikel ini membahas tantangan yang dihadapi oleh dakwah Islam di tengah keragaman budaya Indonesia yang sangat luas. Sebagai negara multikultural dengan berbagai kelompok etnis, bahasa, tradisi, dan sistem kepercayaan, Indonesia menghadirkan kompleksitas yang unik untuk upaya dakwah yang efektif. Studi ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui penelitian pustaka, yang diambil dari buku, jurnal, dan artikel ilmiah untuk menganalisis bagaimana dakwah dapat beradaptasi dengan konteks sosial dan budaya yang beragam. Temuan penelitian menyoroti bahwa dakwah Islam yang sukses membutuhkan pemahaman kontekstual, keterampilan komunikasi antarbudaya, dan adaptasi strategis. Metode seperti penggunaan kebijaksanaan (bil hikmah), persuasi damai, dan penggabungan nilai-nilai budaya lokal ditekankan sebagai hal yang penting. Selain itu, penelitian ini menunjukkan bahwa isu-isu kontemporer—seperti hak asasi manusia, kesetaraan gender, dan kesadaran lingkungan—juga harus ditangani dalam pendekatan dakwah modern. Pada akhirnya, strategi yang peka terhadap budaya dan inklusif dapat meningkatkan penerimaan dan dampak ajaran Islam, yang menumbuhkan harmoni dalam masyarakat pluralistik Indonesia.
Ensuring Substantive Justice in Islamic Inheritance Law: The Role of Religious Courts in Protecting Vulnerable Heirs in Indonesia Nur Azizah; Lestari, Dila Purwa; Agus Maulana Qosim
Berasan: Journal of Islamic Civil Law Vol. 4 No. 1 (2025)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Curup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29240/berasan.v4i1.14773

Abstract

This study examines how substantive justice is ensured in the application of Islamic inheritance law through the role of religious courts in protecting vulnerable heirs. The research aims to analyze judicial reasoning in resolving inheritance disputes and to assess how religious courts balance normative faraidh provisions with the need for equitable legal protection. Employing doctrinal legal research with a case law approach, this study analyzes Decision Number 164/Pdt.G/2025/PA.Amt of the Amuntai Religious Court, supported by statutory analysis of the Compilation of Islamic Law and relevant Qur’anic provisions. The findings indicate that the court did not merely apply inheritance formulas textually, but exercised judicial discretion to uphold substantive justice, particularly by recognizing the legal status of vulnerable heirs, appointing guardianship arrangements, and imposing provisional seizure to prevent the misuse of inherited assets. This approach demonstrates the court’s active role in safeguarding the rights and interests of heirs who are structurally disadvantaged within family disputes. The study concludes that religious courts function not only as normative law enforcers, but also as key institutions in bridging the gap between formal Islamic inheritance rules and substantive justice. This contributes to broader discussions on the dynamic interpretation of Islamic family law in contemporary legal practice.