Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Implementasi Manajemen Berbasis Sekolah Dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan di SMAN 3 dan SMKN 3 Banjarbaru Kalimantan Selatan Muhammad Ihsan; Jarkawi Jarkawi; Muhammad Yuliansyah; Kasypul Anwar
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 9 No 3 (2023): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.995 KB) | DOI: 10.5281/zenodo.7625002

Abstract

This study aims to find out: (1) the principal's steps in preparing a work plan in an effort to influence teachers and staff to want to work together so that they want to take actions and actions in achieving common goals, (2) the principal's activities in implementing work plans, evaluation activities and monitoring, and (3) factors that support and hinder school principals in leading SMAN 3 and SMKN 3 Banjarbaru. This research is a descriptive qualitative research, namely research that seeks to capture symptoms holistically and contextually through collecting data from the subjects studied as a direct source with the researcher's own key instruments, namely the researcher is a planner, executor of data collection, analysis, data interpreter, and in the end he becomes a reporter. the results of the research. The results of the research show that: The preparation of work plans for school principals in an effort to guide teachers and education personnel staff in their implementation takes action in achieving a common goal, namely implementing school-based management in improving the quality of education focusing on the management aspects of planning, organizing, implementing and supervising. Implementation (MBS) in improving the quality of education for the two schools in addition to paying attention to students, also to guardians of students, especially those who are members of the school committee. The principal in carrying out evaluation and monitoring of integrated activities for teachers and education staff and students is in the position they should be, namely carrying out their duties with full responsibility to achieve common goals in improving the quality of education in schools.
IMPLEMENTASI MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH PADA PENINGKATAN MUTU PEMBELAJARAN DI SEKOLAH DASAR Muhammad Ihsan; Eko Wahyudi; Fitria Mumtazah
Jurnal Humaniora & Sosial Sains Vol 2 No 3 (2025)
Publisher : Pojok Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan mendeskripsikan implementasi Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) dalam upaya peningkatan mutu pembelajaran di Sekolah Dasar. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Penelitian kualitatif dengan metode studi kasus. Hasil studi menunjukkan bahwa pelaksanaan MBS memberikan dampak positif yang signifikan terhadap peningkatan mutu pembelajaran. Hal ini dicapai melalui penguatan peran kepemimpinan kepala sekolah, peningkatan kolaborasi yang efektif antar guru, serta keterlibatan aktif dari pihak orang tua dan masyarakat. Meskipun demikian, penelitian ini juga mengidentifikasi beberapa kendala yang dihadapi, meliputi keterbatasan fasilitas sarana dan prasarana sekolah, serta adanya variasi dalam tingkat kompetensi yang dimiliki oleh guru. Sebagai rekomendasi, penelitian ini menyarankan adanya peningkatan kapasitas manajerial kepala sekolah dan optimalisasi peran komite sekolah. Langkah-langkah ini penting untuk mendukung terwujudnya mutu pembelajaran yang berkelanjutan dan lebih baik.
IMPLEMENTASI KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DALAM MEMBANGUN BUDAYA DISIPLIN DI SEKOLAH DASAR Risma; Raditia; Muhammad Ihsan
Jurnal Humaniora & Sosial Sains Vol 2 No 3 (2025)
Publisher : Pojok Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran dan implementasi kepemimpinan kepala sekolah dalam membentuk budaya disiplin di Sekolah Dasar. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, data dikumpulkan secara komprehensif melalui observasi, wawancara mendalam, dan analisis dokumen yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa kepala sekolah menjalankan fungsi multi-peran, yaitu sebagai figur teladan, penggerak, dan pengawas dalam menegakkan kedisiplinan. Pembentukan budaya disiplin ini didukung oleh strategi komunikasi yang konsisten, penerapan penghargaan dan sanksi secara proporsional dan adil, serta keterlibatan aktif dari semua elemen sekolah, termasuk guru, peserta didik, dan orang tua. Temuan utama penelitian ini menegaskan bahwa kepemimpinan kepala sekolah yang efektif merupakan faktor kunci dan penentu keberhasilan utama dalam menciptakan lingkungan belajar yang tertib, teratur, dan kondusif bagi peserta didik. Lingkungan yang tertib tersebut pada akhirnya sangat mendukung pencapaian mutu proses pembelajaran yang optimal.
TRANSFORMASI DIGITAL LAYANAN PENDIDIKAN: INTEGRASI ADMINISTRASI PUBLIK DAN MANAJEMEN PENDIDIKAN DI ERA SMART GOVERNANCE Rahim Kausar; Muhammad Ihsan
Jurnal Humaniora & Sosial Sains Vol 2 No 3 (2025)
Publisher : Pojok Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Digital transformation is a determining factor in driving the modernization of education services in the era of smart governance, where information technology serves as a strategic instrument to increase effectiveness, transparency, and accountability in the delivery of public services. A governance approach based on digital intelligence demands integration between public administration principles and educational management practices to build an adaptive, data-driven education governance system that is able to respond to the dynamics of community needs. This article examines the role of digitalization not only as a technical tool but also as a transformational force that reshapes the structure, processes, and direction of education policy. The analysis findings indicate that the effectiveness of digital transformation in the education sector is determined by four main factors: policy alignment between agencies and across levels of government, the availability and equitable distribution of digital infrastructure, increased competency and digital literacy of human resources, including civil servants and educators, and an organizational culture that supports innovation, collaboration, and evidence-based decision-making. The connection between public administration and educational management is a crucial foundation for realizing inclusive, effective, and sustainable education governance. This article provides a theoretical contribution to developing an understanding of the digitalization of education services and offers policy implications for the government in strengthening smart governance practices.
REKONSEPTUALISASI PENDIDIKAN DASAR UNTUK KEBERLANJUTAN SOSIAL: INTEGRASI PENGETAHUAN INDIGENOUS DAN KEARIFAN LOKAL DALAM KERANGKA PEMBELAJARAN TRANSFORMATIF DI KALIMANTAN Muhammad Mochtar Mandala Silam; Muhammad Ihsan; Nia Riani; Sasya Nabila; Syahdati Ilmiyah
Jurnal Humaniora & Sosial Sains Vol 3 No 1 (2026)
Publisher : Pojok Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini secara kritis mengkaji bagaimana pendidikan dasar dapat direkonseptualisasikan sebagai ruang strategis bagi keberlanjutan sosial melalui integrasi sistematis kearifan lokal dan perspektif indigenous. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi multi-situs pada beberapa sekolah dasar negeri di Kalimantan Tengah. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi kelas, serta analisis dokumen kebijakan yang melibatkan guru, kepala sekolah, dan perwakilan masyarakat. Secara teoretis, penelitian ini berlandaskan pada konsep Education for Sustainable Development (ESD), teori pembelajaran transformatif, dan pedagogi kritis, sehingga memungkinkan analisis mendalam mengenai bagaimana pengetahuan lokal dapat merekonstruksi struktur pedagogis dan praktik kelembagaan sekolah. Temuan penelitian mengidentifikasi tiga ketegangan utama: (1) fragmentasi epistemologis antara mandat kurikulum nasional dan tradisi pengetahuan lokal; (2) keterbatasan pedagogis yang membatasi praktik pembelajaran dialogis dan partisipatif; serta (3) kesenjangan kebijakan struktural yang menghambat inisiatif keberlanjutan berbasis komunitas. Meskipun demikian, sekolah yang secara intentional mengintegrasikan etika ekologis lokal, nilai-nilai komunal, dan narasi budaya menunjukkan penguatan agensi siswa, pembentukan identitas kolektif, serta berkembangnya disposisi pro-lingkungan.
IMPLEMENTASI SEKOLAH RAMAH ANAK MELALUI ANALISIS TEKSTUAL TATA TERTIB DAN KODE ETIK SEKOLAH DASAR: STUDI KASUS SDN JUNGKAL KABUPATEN BALANGAN Muhammad Mochtar Mandala Silam; Muhammad Ihsan; Malida; Alpian Husna; Sasya Nabila
Jurnal Humaniora & Sosial Sains Vol 3 No 2 (2026)
Publisher : Pojok Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konsep Sekolah Ramah Anak (SRA) menuntut adanya reposisi dalam manajemen disiplin sekolah, dari yang semula berbasis hukuman (punitif) menjadi berbasis bimbingan, restitusi, dan edukasi (positif). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi konsep SRA melalui analisis tekstual terhadap dokumen tata tertib, kode etik, serta visi-misi di SDN Jungkal, Kec. Lampihong, Kab. Balangan. Fokus utama penelitian ini adalah mengidentifikasi orientasi bahasa yang digunakan dalam aturan sekolah, apakah cenderung bersifat mendidik/positif atau bernada hukuman/negatif. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analisis isi (content analysis) dan analisis tekstual. Sumber data utama adalah dokumen tertulis regulasi internal sekolah di SDN Jungkal, Kec. Lampihong, Kab. Balangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dokumen visi-misi telah mengadopsi nilai-nilai pembentukan karakter yang positif, namun pada dokumen tata tertib masih ditemukan dominasi diksi larangan (punitif-negatif) seperti kata “dilarang”, “tidak boleh”, “skorsing”, dan “sanksi”. Penelitian ini merekomendasikan perlunya rekonstruksi bahasa hukum dalam tata tertib Sekolah Dasar menjadi bahasa perkembangan yang positif dan afirmatif guna mendukung iklim disiplin positif dan SRA yang optimal.
TRANSFORMASI DIGITAL LAYANAN PENDIDIKAN DALAM MBS: STRATEGI ADAPTASI MSDM DI SD JUNGKAL BALANGAN Syarif Hidayatullah; Muhammad Ihsan; Sasya Nabila; Vera Adillia; Raduta Rusiadi
Jurnal Humaniora & Sosial Sains Vol 3 No 2 (2026)
Publisher : Pojok Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transformasi digital dalam pendidikan sering kali direduksi menjadi sekadar pengadaan infrastruktur teknologi, mengabaikan aspek kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi adaptasi SDM pendidik dalam menghadapi transformasi digital layanan pendidikan melalui kerangka Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) di SDN Jungkal, Kabupaten Balangan. Menggunakan metode kualitatif deskriptif, pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesenjangan kompetensi digital (technophobia) pada guru senior dapat diatasi melalui strategi agile human resource berlandaskan nilai spiritual, seperti pendampingan sejawat dan debirokratisasi administrasi. Implikasinya, pengurangan beban birokrasi memberikan ruang emosional bagi pendidik untuk mengadopsi teknologi secara efektif sekaligus menyukseskan visi Sekolah Ramah Anak (SRA) melalui penerapan disiplin positif dan restitusi dalam ekosistem digital. Riset ini membuktikan bahwa keberhasilan digitalisasi sekolah dasar perdesaan bertumpu pada pengelolaan SDM yang humanis, spiritual, dan kontekstual.