Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Simbol Budaya sebagai Representasi Resiliensi Identitas: Telaah Jilbab, Perhiasan, dan Sastra dalam Konteks Perempuan Muslim Inggris Mutmainnah, Inna
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v10i7.60282

Abstract

Abstrak : Penelitian ini menganalisis bagaimana simbol-simbol budaya seperti jilbab, perhiasan, dan karya sastra digunakan oleh perempuan Muslim di Inggris sebagai strategi resiliensi identitas dalam menghadapi stereotip, marginalisasi, dan tekanan sosial di masyarakat Barat. Simbol-simbol ini tidak hanya mencerminkan ekspresi religius, tetapi juga berfungsi sebagai mekanisme pertahanan psikososial dan perlawanan simbolik terhadap dominasi budaya mayoritas. Melalui pendekatan kualitatif berbasis studi pustaka dan teori identitas budaya, artikel ini menyintesis simbol material (pakaian dan perhiasan) dan simbol naratif (sastra) sebagai ekspresi kolektif ketahanan identitas. Kebaruan kajian ini terletak pada integrasi ketiga simbol tersebut dalam satu kerangka analisis interdisipliner. Selain itu, artikel ini mengaitkan temuan dengan perspektif tafsir budaya dalam Islam yang menekankan dinamika makna simbolik, sebagaimana dijelaskan dalam literatur Islam kontemporer. Hasil kajian menunjukkan bahwa simbol budaya memainkan peran penting dalam negosiasi identitas, pembentukan komunitas, dan perlindungan psikologis perempuan Muslim dalam konteks diaspora.
Tasawuf dan Produktivitas Bermakna: Rekonstruksi Pandangan Dunia Islam tentang Kerja, Makna, dan Aktualisasi Diri Mutmainnah, Inna; Murwahidin, Murwahidin; Izdiyan, Moh.
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 4 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i4.5367

Abstract

Produktivitas modern kerap direduksi menjadi efisiensi dan capaian output, sehingga dimensi makna dan orientasi transendental kerja terpinggirkan. Kondisi ini berkontribusi pada krisis makna kerja dan kerentanan kelelahan kerja (burnout) dalam berbagai konteks profesional. Penelitian ini bertujuan merekonstruksi konsep “produktivitas bermakna” melalui kerangka pandangan dunia Islam dengan menempatkan tasawuf sebagai fondasi batin yang menstabilkan makna kerja dan mengarahkan aktualisasi diri. Metode yang digunakan adalah kajian literatur konseptual-kritis terhadap studi meaningful work, etika kerja Islam, dan kajian tasawuf kontemporer. Hasil sintesis menunjukkan bahwa produktivitas dalam pandangan dunia Islam dipahami sebagai kualitas amal yang menyatukan orientasi niat (niyyah), integritas pelaksanaan (ihsan), dan tanggung jawab kekhalifahan, bukan sekadar kuantitas output. Tasawuf memperkuat kerangka tersebut melalui tazkiyatun nafs, ikhlas, muraqabah, dan istiqamah sebagai mekanisme regulasi batin yang mencegah distorsi produktivitas menjadi eksploitasi diri. Aktualisasi diri dalam tasawuf diarahkan pada transformasi menuju insan kamil, yaitu pengembangan diri yang berorientasi ilahiah dan berdampak sosial. Artikel ini menawarkan model konseptual produktivitas bermakna berbasis tasawuf yang relevan bagi manusia modern dan organisasi, sekaligus membuka agenda riset empiris untuk pengembangan instrumen dan pengujian model pada konteks kerja yang beragam.