Abstrak : Penelitian ini menganalisis bagaimana simbol-simbol budaya seperti jilbab, perhiasan, dan karya sastra digunakan oleh perempuan Muslim di Inggris sebagai strategi resiliensi identitas dalam menghadapi stereotip, marginalisasi, dan tekanan sosial di masyarakat Barat. Simbol-simbol ini tidak hanya mencerminkan ekspresi religius, tetapi juga berfungsi sebagai mekanisme pertahanan psikososial dan perlawanan simbolik terhadap dominasi budaya mayoritas. Melalui pendekatan kualitatif berbasis studi pustaka dan teori identitas budaya, artikel ini menyintesis simbol material (pakaian dan perhiasan) dan simbol naratif (sastra) sebagai ekspresi kolektif ketahanan identitas. Kebaruan kajian ini terletak pada integrasi ketiga simbol tersebut dalam satu kerangka analisis interdisipliner. Selain itu, artikel ini mengaitkan temuan dengan perspektif tafsir budaya dalam Islam yang menekankan dinamika makna simbolik, sebagaimana dijelaskan dalam literatur Islam kontemporer. Hasil kajian menunjukkan bahwa simbol budaya memainkan peran penting dalam negosiasi identitas, pembentukan komunitas, dan perlindungan psikologis perempuan Muslim dalam konteks diaspora.
Copyrights © 2025